RI News. Jakarta – Di tengah ketegangan global yang semakin kompleks, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat Buddha menjadikan peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 BE sebagai momentum strategis untuk memperkuat komitmen menebarkan kebajikan, mempererat persaudaraan antarumat, serta menjaga perdamaian dunia.
Tema Waisak tahun 2026 yang mengusung “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia” dinilai sangat relevan dengan kondisi kontemporer. Menurut Nasaruddin Umar, Dharma bukan sekadar doktrin keagamaan semata, melainkan pedoman hidup yang mengarahkan manusia untuk teguh pada nilai kebenaran, moralitas, dan kebijaksanaan di tengah arus perubahan zaman.
“Dharma bukan sekadar ajaran, melainkan pelita kehidupan yang menuntun manusia untuk tetap teguh dalam nilai-nilai kebenaran, moralitas, kebijaksanaan serta di tengah dinamika zaman. Termasuk menjaga perdamaian dunia,” ujar Nasaruddin Umar dalam pesan Hari Tri Suci Waisak yang disampaikan di Jakarta, Minggu.

Ia menegaskan bahwa semangat menjaga perdamaian sejatinya bermula dari hati nurani setiap individu. Cinta kasih (metta) menjadi fondasi utama dalam membangun harmoni, mulai dari lingkup terkecil keluarga hingga ke tingkat global. Sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin juga menjamin komitmen pemerintah untuk melindungi kebebasan beragama setiap warga negara.
“Saya memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan penuh khidmat. Pada saat yang sama, merawat harmoni adalah tanggung jawab kita bersama sebagai sesama anak bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menag menyoroti keselarasan nilai-nilai agama dalam memajukan kemanusiaan. Menurutnya, semua agama mengajarkan nilai luhur yang sama, sehingga kehidupan beragama seyogianya menjadi perekat persatuan, bukan pemecah belah.
Baca juga : Gelombang Kekecewaan Masyarakat Tabuyung Menguat, Tolak Pertemuan Tanpa Bupati
“Agama hadir untuk memanusiakan manusia. Kebijaksanaan yang diajarkan dalam Buddha selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang menjadi fondasi kehidupan bersama. Cinta kasih harus terus menjadi pondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa,” paparnya.
Nasaruddin berharap peringatan Waisak tidak berhenti pada ritual keagamaan semata, melainkan menjadi ruang kontemplasi mendalam bagi umat Buddha dan seluruh elemen bangsa untuk menciptakan kehidupan yang rukun, menjaga persatuan, serta berkontribusi nyata bagi perdamaian dunia.
Pewarta : Yudha Purnama
Tag Line : #Waisak2026, #DharmaPerdamaian, #MenagNasaruddinUmar, #HarmoniBeragama, #CintaKasih #PersatuanBangsa, #PerdamaianDunia,

