RI News. Sumatera Barat – Kecelakaan lalu lintas kembali menegaskan rapuhnya sistem keselamatan jalan di wilayah Kabupaten Dharmasraya. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia setelah menabrak bagian belakang truk yang hendak berhenti di ruas Jalan Lintas Sumatra, tepatnya di Jalur 2 dekat Simpang Koto, kawasan Koto Baru, Selasa (21/4) sekitar pukul 16.25 WIB.
Peristiwa tragis tersebut segera menarik perhatian warga sekitar yang berupaya memberikan pertolongan. Namun, korban yang diketahui bernama Wahyu, warga Jorong Seberang Piruko, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan penanganan medis lanjutan. Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Aparat dari Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Dharmasraya segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan pengemudi truk, serta mengevakuasi kendaraan yang terlibat. Proses penanganan awal ini menjadi bagian penting dalam konstruksi hukum untuk menentukan sebab-akibat kecelakaan serta potensi kelalaian.

Menurut keterangan Kasat Lantas Satlantas Polres Dharmasraya, Iptu Wahyuli Amra, berdasarkan informasi awal dari saksi di lokasi, kecelakaan bermula saat truk berupaya berhenti di badan jalan. Pada saat yang sama, sepeda motor yang melaju dari arah belakang diduga tidak memiliki cukup jarak aman maupun waktu reaksi untuk melakukan pengereman, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Dari perspektif akademik keselamatan transportasi, insiden ini mencerminkan persoalan klasik dalam manajemen lalu lintas, yakni kegagalan dalam menjaga safe following distance serta rendahnya antisipasi terhadap kendaraan berat yang melakukan perlambatan mendadak. Selain faktor manusia, aspek infrastruktur seperti minimnya rambu peringatan atau area khusus berhenti bagi kendaraan berat di jalur padat seperti Jalan Lintas Sumatra juga patut menjadi perhatian serius.
Pengemudi truk berinisial YA, warga Koto Tuo Pantalaian, Kabupaten Tanah Datar, saat ini telah diamankan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, kedua kendaraan yang terlibat telah diamankan di Polsek setempat sebagai barang bukti.
Baca juga : Sinergi Negara dan Desa: TMMD ke-128 di Minahasa Tenggara sebagai Instrumen Akselerasi Pembangunan Inklusif
Peristiwa ini kembali menegaskan urgensi pendekatan multidimensional dalam penanggulangan kecelakaan lalu lintas, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui rekayasa lalu lintas dan edukasi publik. Imbauan aparat agar masyarakat lebih berhati-hati dan fokus saat berkendara menjadi refleksi dari kebutuhan mendesak untuk membangun budaya keselamatan yang lebih kuat di ruang jalan publik.
Dalam kerangka kebijakan, kejadian ini dapat menjadi momentum evaluasi terhadap tata kelola jalan nasional yang melintasi kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi, seperti di Koto Baru. Tanpa intervensi yang sistematis, kecelakaan serupa berpotensi terus berulang sebagai konsekuensi dari ketidakseimbangan antara volume lalu lintas, perilaku pengguna jalan, dan kapasitas infrastruktur.
Pewarta : Datuk

