RI News. Giritontro, Wonogiri – Sebuah insiden tragis menimpa warga Dusun Pendem, Desa Pucanganom, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, saat mereka tengah melaksanakan kerja bakti membersihkan dan memperbaiki pompa sumur bor di area balai inventaris dusun. Bangunan tersebut ambruk secara mendadak, menimpa lima orang warga yang berada di lokasi. Akibatnya, satu orang meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda.
Korban meninggal dunia adalah Agustinus Mringsisari (60 tahun). Ia mengalami luka serius di bagian kepala akibat tertimpa material beton dan bangunan yang runtuh. Sementara itu, Suparman (42 tahun) mengalami luka berat pada kepala dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Tiga korban lainnya dilaporkan hanya mengalami luka ringan dan dalam kondisi sadar serta stabil.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu (15 April 2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, kelima warga sedang bekerja sama menarik pipa besi dan pompa sumur bor menggunakan alat bantu yang dikaitkan langsung pada struktur bangunan balai dusun. Menurut keterangan awal, struktur yang digunakan sebagai penyangga atau tempat mengikat alat tersebut tidak cukup kuat menahan beban, sehingga menyebabkan robohnya seluruh bagian bangunan.

Kapolsek Giritontro, AKP Surono, menyampaikan bahwa pihak kepolisian segera merespons laporan warga dengan mendatangi lokasi kejadian. Tim kepolisian melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), pendataan korban, serta pengumpulan keterangan dari saksi-saksi yang hadir. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak terkait untuk penanganan korban dan pendalaman penyebab pasti insiden.
“Dalam siaran pers yang diterima Kamis (16 April 2026), AKP Surono menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat. Kami mengimbau agar setiap kegiatan kerja bakti atau yang melibatkan konstruksi dan alat berat selalu mengutamakan keselamatan. Pastikan kondisi bangunan atau struktur yang digunakan benar-benar aman dan sesuai standar sebelum digunakan,” ujarnya.
Polisi menekankan pentingnya melaporkan setiap kejadian darurat secara cepat agar penanganan dapat dilakukan dengan tepat waktu. Hingga saat ini, situasi di Dusun Pendem telah kembali kondusif. Pihak berwenang masih terus mendalami penyebab teknis robohnya bangunan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Insiden ini menyoroti risiko yang sering diabaikan dalam kegiatan gotong royong di pedesaan, di mana semangat kebersamaan terkadang belum diimbangi dengan penilaian keselamatan yang memadai terhadap kondisi bangunan lama atau inventaris dusun.
Pewarta: Nandar Suyadi

