RI News. Melawi, 11 April 2026 – Upaya pencarian seorang warga yang dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di Sungai Cina, Dusun Mungguk Ombak, Desa Pelita Jaya, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, memasuki hari kedua pada Jumat (10/4/2026). Tim gabungan dari berbagai unsur terus menyisir aliran sungai dengan penuh semangat meskipun cuaca ekstrem menjadi tantangan utama.
Sejak pagi hingga menjelang sore, personel Polsek Kota Baru, Koramil Kota Baru, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi, pemerintah desa setempat, serta ratusan warga bergabung dalam operasi penyisiran. Tim menggunakan perahu untuk menyusuri sepanjang sungai, fokus pada titik-titik rawan dengan arus deras serta area tepian yang sulit dijangkau.
Kondisi cuaca buruk berupa hujan deras yang mengguyur lokasi pencarian tidak menyurutkan tekad tim. Namun, saat hari mulai gelap dan intensitas hujan semakin lebat, keselamatan personel menjadi prioritas utama. Pencarian terpaksa dihentikan sementara untuk menghindari risiko kecelakaan di tengah kegelapan dan arus sungai yang semakin tidak terkendali.

Bhabinkamtibmas Desa Pelita Jaya, Bripka Dedi Mahendra, menjelaskan bahwa penghentian operasi dilakukan demi keselamatan seluruh tim.
“Karena kondisi hujan lebat dan hari sudah mulai gelap, untuk sementara pencarian kami hentikan demi keselamatan tim. Pencarian akan kembali dilanjutkan besok dengan strategi yang lebih maksimal. Kami berharap korban segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Bripka Dedi Mahendra saat dihubungi Jumat malam.
Ia menambahkan bahwa koordinasi antarunsur terus dilakukan untuk menyusun pendekatan pencarian yang lebih efektif, termasuk pemetaan ulang area prioritas berdasarkan pola arus sungai dan kesaksian warga sekitar.
Hingga berita ini disusun, identitas korban belum dapat dipublikasikan secara lengkap karena proses verifikasi keluarga masih berlangsung. Pihak berwenang mengimbau seluruh masyarakat di sekitar aliran Sungai Cina untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan yang membuat debit air sungai naik drastis dan arus menjadi lebih deras.
“Kami menghimbau warga agar tidak bermain atau mandi di sungai, khususnya anak-anak, dan selalu melaporkan aktivitas mencurigakan atau kejadian darurat kepada petugas setempat,” tegas Bripka Dedi.
Operasi pencarian dijadwalkan kembali digelar Sabtu (11/4/2026) pagi dengan melibatkan peralatan tambahan dan lebih banyak personel jika cuaca memungkinkan. Keluarga korban dan masyarakat sekitar terus berharap agar upaya ini membuahkan hasil positif secepatnya.
Pewarta: Lisa Susanti

