Skip to content
04/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Di Tengah Darah dan Debu: Israel Buka Pintu Dialog dengan Lebanon saat Serangan Mematikan Mengguncang Beirut

Di Tengah Darah dan Debu: Israel Buka Pintu Dialog dengan Lebanon saat Serangan Mematikan Mengguncang Beirut

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 4 minutes read
Israel Buka Pintu Dialog dengan Lebanon saat Serangan Mematikan Mengguncang Beirut
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Beirut – Lebanon kembali dilanda duka mendalam setelah serangan udara Israel yang paling mematikan sejak fase baru konflik dengan Hizbullah pecah. Korban tewas pada Rabu (8 April 2026) melampaui 250 orang, dengan ratusan lainnya luka-luka, sementara jenazah terus ditemukan di bawah reruntuhan bangunan. Ironisnya, hanya beberapa jam setelah serangan besar-besaran itu, Israel mengumumkan kesiapan memulai pembicaraan langsung dengan Lebanon untuk pertama kalinya dalam sejarah kedua negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan tanpa peringatan tersebut menewaskan sedikitnya 254 warga sipil dan melukai lebih dari 1.165 orang dalam waktu singkat. Banyak korban berjatuhan di kawasan pemukiman padat dan distrik komersial di Beirut serta wilayah selatan negara itu, tepat pada jam sibuk. Presiden Lebanon Joseph Aoun menyebut aksi tersebut sebagai “tindakan barbar” yang melanggar prinsip kemanusiaan dasar.

Militer Israel menyatakan bahwa operasi tersebut menargetkan lebih dari 100 lokasi yang diduga milik Hizbullah. Namun, saksi mata dan pejabat kesehatan setempat melaporkan bahwa beberapa rudal menghantam area sipil, termasuk gedung apartemen dan pasar, sehingga menimbulkan korban jiwa massal di kalangan penduduk biasa. Total korban tewas sejak konflik memanas kembali pada awal Maret 2026 kini mendekati 1.800 orang, dengan hampir 6.000 lainnya mengalami luka-luka.

Di tengah suasana duka yang masih menyelimuti ibu kota, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan instruksi kepada kabinetnya untuk memulai negosiasi langsung dengan Lebanon. Fokus utama pembicaraan, menurut Netanyahu, adalah pelucutan senjata Hizbullah dan upaya membangun “hubungan damai berkelanjutan” antara kedua negara. Pembicaraan diperkirakan akan dimulai minggu depan di Washington, dengan keterlibatan Duta Besar AS untuk Lebanon dan Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat.

Langkah Israel ini muncul di saat yang sangat sensitif. Lebanon sendiri telah berulang kali mengusulkan dialog untuk mengakhiri permusuhan, sementara Hizbullah belum memberikan respons resmi. Seorang pejabat diplomatik Lebanon mengungkapkan bahwa Presiden Joseph Aoun mengharapkan adanya gencatan senjata sementara selama proses negosiasi berlangsung, selaras dengan upaya mediasi Pakistan antara Amerika Serikat dan Iran.

Analis politik melihat pengumuman ini sebagai sinyal ambivalen dari Israel: di satu sisi melanjutkan tekanan militer, di sisi lain membuka jalur diplomatik. Hal ini terjadi hanya beberapa jam setelah Israel mengklaim telah membunuh seorang ajudan sekaligus keponakan pemimpin Hizbullah Naim Kassem. Sementara itu, Iran melalui Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf memperingatkan bahwa serangan lanjutan terhadap Lebanon akan memicu “respons kuat” dan berpotensi mengganggu gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat.

Baca juga : Massa Diduga Main Hakim Sendiri: Enam Tersangka Diamankan Polres Mandailing Natal atas Kasus Penganiayaan Berujung Maut

Dampak kemanusiaan dari eskalasi ini terlihat jelas di lapangan. Di Beirut, tim penyelamat bekerja tanpa henti di tengah debu dan reruntuhan. Petugas Pertahanan Sipil Lebanon berhasil menyelamatkan beberapa korban yang terjebak semalaman, termasuk seorang perempuan di kawasan Ain Mreisseh dan seorang pria di pinggiran selatan ibu kota. Namun, banyak keluarga masih mencari kerabat mereka yang hilang. Seorang warga Suriah bernama Mohammad Chehab kehilangan enam anggota keluarganya dalam satu serangan, sementara Abdul Rahman Mohammad kehilangan lima kerabat di kawasan Hay al-Sellom.

Rumah sakit di Beirut kewalahan menangani korban. Dokter melaporkan puluhan pasien dengan luka parah yang memerlukan perawatan intensif. “Ini bukan hanya luka fisik, tapi juga kehancuran psikologis bagi seluruh masyarakat,” ujar salah seorang dokter di rumah sakit setempat.

Lebih dari satu juta warga Lebanon telah mengungsi akibat konflik ini, sebagian besar dari wilayah selatan dan pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai Dahiyeh. Pemerintah Lebanon berencana mendemiliterisasi ibu kota dan meningkatkan patroli keamanan, sebuah langkah yang mencerminkan upaya lama untuk mengurangi pengaruh militer Hizbullah di dalam negeri. Isu pelucutan senjata kelompok tersebut memang telah lama menjadi sumber perpecahan internal di Lebanon.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyatakan akan segera mengajukan keluhan resmi ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyebut serangan Israel sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter. Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance disebut telah meminta Israel untuk meredam serangan agar proses negosiasi dengan Iran tidak terganggu.

Konflik yang berkepanjangan ini tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga memperdalam trauma kolektif masyarakat Lebanon yang telah lama terjebak dalam dinamika regional yang rumit. Pembicaraan yang akan datang di Washington bisa menjadi titik balik bersejarah — atau sekadar jeda sementara di tengah siklus kekerasan yang belum kunjung usai.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Massa Diduga Main Hakim Sendiri: Enam Tersangka Diamankan Polres Mandailing Natal atas Kasus Penganiayaan Berujung Maut
Next: Gencatan Senjata Paskah Ortodoks: Isyarat Kemanusiaan atau Hanya Jeda Sementara di Tengah Perang yang Tak Kunjung Usai?

Related Stories

Klaim Kecurangan Petro Ditolak Uni Eropa

Klaim Kecurangan Petro Ditolak Uni Eropa: Integritas Pemilu Kolombia Diuji di Tengah Ketegangan Politik

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
Malam Berdarah di Ukraina

Malam Berdarah di Ukraina: Eskalasi Serangan Rusia Menguji Ketahanan Sipil di Tengah Kekurangan Pertahanan

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
Rapuhnya Gencatan Senjata

Rapuhnya Gencatan Senjata: Serangan Drone Israel Kembali Menghantam Lebanon di Tengah Upaya Diplomasi

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Siap Kawal Arus Mobilitas Tinggi: Polda Jateng Matangkan Operasi Patuh Candi 2026 dengan Pendekatan Humanis
  • Sindikat Suap Imigrasi Terbongkar: KPK Tangkap Belasan Orang Termasuk Kepala Kantor Imigrasi Jakbar
  • Empat Prajurit TNI Dituntut 2,5 Tahun Penjara atas Penganiayaan Berencana terhadap Aktivis KontraS
  • INACA Dorong Pajak Nol Persen Spare Part Pesawat: Langkah Strategis Pulihkan Efisiensi dan Konektivitas Nasional
  • KSP Intensif Awasi 17 Program Prioritas Nasional: 81 Verifikasi Lapangan Dilakukan dalam Lima Bulan
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.