Skip to content
25/05/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Serangan Mendadak Israel di Jantung Beirut: Eskalasi Berbahaya di Tengah Harapan Gencatan Senjata Regional

Serangan Mendadak Israel di Jantung Beirut: Eskalasi Berbahaya di Tengah Harapan Gencatan Senjata Regional

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Serangan Mendadak Israel di Jantung Beirut
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Beirut – Hanya beberapa jam setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, serangan udara Israel yang masif menghantam kawasan komersial dan pemukiman padat di pusat Beirut pada Rabu (8 April 2026). Serangan ini menewaskan sedikitnya 182 warga sipil dan melukai hampir 900 orang lainnya, menjadi hari paling mematikan dalam konflik Israel-Hizbullah yang telah berlangsung lebih dari lima minggu.

Militer Israel menyebut operasi tersebut sebagai serangan terkoordinasi terbesar sejak pecahnya perang pada 2 Maret lalu. Dalam waktu singkat hanya 10 menit, lebih dari 100 target diklaim berhasil dihantam di Beirut, Lebanon selatan, dan Lembah Bekaa timur. Sasaran utama, menurut Israel, adalah peluncur roket, pusat komando, dan infrastruktur intelijen Hizbullah.

Namun, saksi mata dan pejabat Lebanon menolak klaim tersebut. Mereka menegaskan bahwa serangan justru menghantam area pemukiman biasa, termasuk gedung apartemen di kawasan Corniche al Mazraa yang ramai. Puing-puing berasap, mayat hangus di persimpangan jalan, serta ambulans yang berpacu di antara kobaran api menjadi pemandangan menyedihkan di siang bolong yang semula cerah.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata dengan Iran karena kehadiran kelompok Hizbullah. “Itu adalah konflik terpisah,” ujarnya. Pernyataan ini sejalan dengan sikap Israel yang menegaskan perang melawan Hizbullah yang didukung Iran tetap berlanjut meski ada jeda sementara di front Iran.

Serangan ini langsung memicu reaksi keras dari pemerintah Lebanon. Menteri Sosial Haneed Sayed menyebutnya sebagai “titik balik yang sangat berbahaya”. “Separuh pengungsi internal berada di kawasan ini. Serangan kini mengenai jantung Beirut,” katanya. Perdana Menteri Nawaf Salam menuduh Israel melakukan eskalasi pada saat Lebanon sedang berupaya mencari solusi damai melalui negosiasi. Sementara Presiden Joseph Aoun menggambarkan serangan tersebut sebagai “tindakan barbar” yang mengabaikan hukum humaniter internasional.

Hingga Rabu malam, total korban tewas dalam konflik ini telah mencapai 1.739 orang, dengan lebih dari 5.800 luka-luka. Lebih dari satu juta warga Lebanon terpaksa mengungsi, banyak di antaranya tinggal di tenda-tenda pinggir jalan atau kamp darurat di tepi pantai Beirut.

Baca juga : Gencatan Senjata Rapuh AS-Iran: Selat Hormuz dan Ketidakpastian Nuklir Mengancam Stabilitas Timur Tengah

Ironisnya, pagi harinya banyak pengungsi mulai berkemas untuk pulang setelah mendengar kabar gencatan senjata dengan Iran. Harapan itu pupus seketika. Fadi Zaydan (35), seorang pengungsi dari Nabatieh, mengungkapkan keputusasaannya: “Kami tidak tahan lagi tidur di tenda tanpa mandi, tanpa kepastian. Kami sudah siap pulang, tapi sekarang harus menunggu lagi.”

Di sisi lain, Iran merespons dengan menghentikan kembali pergerakan kapal tanker minyak di Selat Hormuz, sebuah langkah yang berpotensi memperburuk ketegangan ekonomi global. Sementara Hizbullah, meski belum melancarkan serangan balasan signifikan dalam jam-jam pertama, menyatakan tidak akan menerima kembalinya situasi sebelum perang—di mana Israel kerap melakukan serangan harian meski ada kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.

Analisis akademis sementara menunjukkan bahwa serangan ini memperlihatkan kompleksitas konflik Timur Tengah: gencatan senjata di satu front tidak serta-merta membawa perdamaian di front lain. Eskalasi di Beirut juga menimbulkan pertanyaan serius tentang perlindungan warga sipil dan prinsip proporsionalitas dalam hukum perang internasional.

Saat ini, Lebanon menyatakan kesiapan bernegosiasi langsung dengan Israel untuk mengakhiri permusuhan. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada respons positif dari pihak Israel. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz bahkan memperingatkan pemimpin Hizbullah bahwa “gilirannya akan tiba”.

Konflik yang berkepanjangan ini tidak hanya menghancurkan infrastruktur dan merenggut nyawa, tetapi juga memperdalam trauma kolektif masyarakat Lebanon yang telah lama menjadi arena perebutan pengaruh regional.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Gencatan Senjata Rapuh AS-Iran: Selat Hormuz dan Ketidakpastian Nuklir Mengancam Stabilitas Timur Tengah
Next: Baku Tembak di Depan Konsulat Israel di Istanbul: Satu Pelaku Tewas, Sembilan Tersangka Ditahan di Tengah Ketegangan Regional

Related Stories

Delapan Negara Arab dan Islam Kutuk Penghinaan Ben-Gvir terhadap Aktivis Flotilla Global Sumud

Delapan Negara Arab dan Islam Kutuk Penghinaan Ben-Gvir terhadap Aktivis Flotilla Global Sumud

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 jam ago 0
Ledakan Hipersonik di Langit Kyiv

Ledakan Hipersonik di Langit Kyiv: Malam Paling Mengerikan dalam Empat Tahun Perang

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 jam ago 0
Rubio di New Delhi

Rubio di New Delhi: Upaya Perbaikan Hubungan AS-India di Tengah Arus Ketegangan Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Prabowo Gelorakan Swasembada Protein: Tambak Udang Modern Jadi Andalan Ketahanan Pangan Indonesia
  • Ahli Waris Berusia 87 Tahun Tempuh Jalur Hukum atas Sengketa Tanah Turun-Temurun di Kendal
  • Harapan Baru dari Sungai Sesayap: Hiu Gangga yang Nyaris Punah Ditemukan Kembali di Kalimantan
  • Miliaran Rupiah untuk Makan-Minuman Rapat DPRD Padangsidimpuan Dipertanyakan, Ketua WIB: Segera Diaudit !
  • Revitalisasi SMPN 2 Angkola Selatan: Dugaan Pemborosan APBN dan Ancaman Keselamatan Siswa di Balik Campuran Rangka Kayu Lapuk
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.