RI News. Jakarta – Upaya normalisasi infrastruktur pasca-bencana di tiga provinsi Sumatera menunjukkan hasil positif melalui perbaikan indikator inflasi bulanan. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyatakan bahwa pemulihan distribusi barang dan jasa telah membantu menstabilkan pasokan serta mengendalikan harga bahan pokok di wilayah terdampak.
Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (6/4/2026), Tito Karnavian menjelaskan bahwa perbaikan ini menjadi bukti nyata kontribusi kerja keras pemerintah pusat dan daerah dalam memulihkan sarana serta prasarana sosial-ekonomi.
“Artinya, apa yang dikerjakan selama ini untuk menormalisasi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dalam mengendalikan harga barang dan jasa sudah cukup baik, karena banyak suplai sudah masuk,” ujar Tito.

Menurut data yang dipaparkan, Sumatera Barat dan Aceh masing-masing mencatat inflasi bulanan (month to month) sebesar 0,04 persen. Sementara itu, Sumatera Utara mengalami deflasi sebesar 0,13 persen. Kondisi ini kontras dengan situasi sebelumnya di Aceh, di mana inflasi tahunan sempat melonjak akibat gangguan distribusi, seperti terputusnya akses jalan dan kelangkaan pasokan barang.
Perbaikan pada indikator bulanan ini dianggap sebagai sinyal penting bahwa ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi di wilayah terdampak bencana mulai kembali stabil. Tito menekankan bahwa fokus pada inflasi month to month lebih relevan untuk pengendalian harga sehari-hari dibandingkan data tahunan.
“Data inflasi year on year baik untuk pegangan nasional dan internasional. Tapi untuk mengendalikan inflasi, lebih tepat menggunakan month to month,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga momentum pemulihan ini melalui pemantauan ketat terhadap komponen-komponen inflasi serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pendekatan ini diharapkan dapat mencegah lonjakan harga yang tidak diinginkan di masa mendatang.
Secara nasional, inflasi menunjukkan tren positif dengan penurunan dari 4,76 persen menjadi 3,48 persen secara tahunan. Adapun inflasi bulanan melandai dari 0,68 persen menjadi 0,41 persen. Perkembangan ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti normalisasi tarif listrik serta peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur panjang dan hari raya, yang berdampak pada kelompok makanan, minuman, serta transportasi.
Pernyataan Menteri Tito Karnavian ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat ketahanan ekonomi daerah, terutama di wilayah rawan bencana. Dengan distribusi yang semakin lancar, diharapkan stabilitas harga dapat terjaga, sehingga daya beli masyarakat semakin pulih dan pembangunan pasca-bencana dapat berjalan lebih optimal.
Berita ini disusun berdasarkan paparan resmi dalam rapat koordinasi, mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengatasi dampak bencana terhadap perekonomian regional.
Pewarta : Jaulim Saran

