RI News. Semarang – Kelurahan Bambankerep menunjukkan geliat demokrasi yang sehat dalam acara besar yang digelar di Aula Kelurahan, Senin (6/4/2026). Acara yang memadukan Rapat Anggaran Tahunan (RAT) Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Pemilihan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) periode 2026–2030, serta Halal Bihalal ini berlangsung secara dinamis dan khidmat.
Acara tersebut dihadiri secara lengkap oleh tokoh masyarakat dan unsur pimpinan wilayah, antara lain Ketua RT beserta pengurus PKK, Ketua RW beserta Ibu RW se-Kelurahan Bambankerep, serta Ketua Karang Taruna.
Acara dibuka dengan doa dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dalam sambutannya, Lurah Bambankerep, Bapak Agung Susilo, SE, memuji tingkat kekompakan warga. Beliau menyebut Kelurahan Bambankerep sebagai satu-satunya kelurahan di Kecamatan Ngaliyan yang organisasi BKM-nya masih aktif dan solid hingga saat ini.
Senada dengan Lurah, tokoh masyarakat Bapak Wahab Syahroni juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus BKM Bambankerep yang terus menunjukkan eksistensi dan kesolidan dalam menjalankan roda organisasi.

Interupsi Tajam soal Transparansi dan Administrasi
Meskipun suasana acara penuh dengan apresiasi, diskusi tetap berjalan secara kritis dan konstruktif. Bapak Wahab Syahroni, selaku Ketua RW 05 Bambankerep, memberikan masukan agar ke depan salinan laporan detail dibagikan kepada seluruh tamu undangan sebelum hari pelaksanaan. Hal ini bertujuan agar peserta memiliki waktu yang cukup untuk menelaah laporan tersebut.
Kritik yang lebih mendalam disampaikan oleh Bapak Sriyanto, Ketua RT 03 RW 05. Meskipun baru menjabat sebagai Ketua RT selama dua bulan, beliau menunjukkan integritas dan ketelitian yang tinggi.
“Dengan rendah hati saya sampaikan, sinergi ini seharusnya diawali dari kesamaan pemikiran. Kritik saya hari ini jangan dianggap sebagai bentuk kebencian atau upaya mencari kesalahan, melainkan kritik konstruktif karena saya sangat peduli agar organisasi kita menjadi lebih baik. Saya sendiri masih belajar dalam hal demokrasi, sehingga pendapat saya mohon dikoreksi oleh Bapak-bapak semua,” ujar Bapak Sriyanto dengan rendah hati namun tegas.
Baca juga : Teror Malam di Ratatotok: Pendeta Muda Dikejar Preman Bersenjata Tajam Sambil Gendong Anak Kecil
Beliau menyoroti beberapa poin penting, di antaranya:
- Nomenklatur Kegiatan: Ketidaksesuaian antara tulisan pada MMT “Rembug Warga” dengan agenda acara yang sebenarnya yaitu “Rapat Anggaran Tahunan”.
- Manajemen Agenda: Agenda RAT terkesan disisipkan secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya dalam rapat panitia.
- Legitimasi Kehadiran: Mempertanyakan keabsahan laporan karena Ketua BKM tidak hadir dan tidak menyampaikan mandat tertulis resmi.
Menanggapi masukan tersebut, Lurah Bambankerep, Bapak Agung Susilo, SE, menegaskan bahwa dirinya juga tidak menerima surat izin resmi dari Ketua BKM terkait ketidakhadirannya. Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas publik, Bapak Lurah langsung mengambil langkah tegas dengan memfasilitasi pertemuan susulan.
Rapat khusus BKM bersama seluruh Ketua RT dan RW akan segera diadakan dalam waktu dekat. Beliau berharap agar laporan pertanggungjawaban dapat dibahas secara tuntas dan sah secara administrasi sebelum benar-benar disahkan.

Bapak Sriyanto mengapresiasi respons cepat Bapak Lurah dan meminta agar interupsinya dicatat dalam berita acara. Ia menegaskan bahwa kegiatan hari ini bersifat sosialisasi awal, bukan pengesahan final, mengingat Ketua BKM tidak hadir.
Acara ditutup dengan semangat kekeluargaan melalui pemilihan Ketua LPMK periode 2026–2030 dan ramah tamah Halal Bihalal.
Dinamika yang terjadi dalam acara ini membuktikan bahwa warga Bambankerep, baik yang senior maupun pengurus baru, memiliki kepedulian yang tinggi terhadap integritas dan kemajuan organisasi kemasyarakatan di lingkungannya.
Pewarta: Nandang Bramantyo

