RI News. Kyiv, Ukraine – Rusia dan Ukraina kembali saling melancarkan serangan udara mematikan pada Sabtu (4 April 2026) dini hari hingga pagi, yang secara keseluruhan menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai puluhan warga sipil. Serangan ini terjadi tepat ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tiba di Istanbul untuk melakukan pembicaraan keamanan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Menurut laporan pihak Ukraina, Rusia meluncurkan 286 drone dalam serangan semalam, di mana 260 di antaranya berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara. Namun, serangan yang lolos masih menimbulkan korban jiwa dan kerusakan signifikan di beberapa wilayah.
Di kota Nikopol, wilayah Dnipropetrovsk, serangan drone menghantam kawasan pasar dan toko, menewaskan lima orang — tiga perempuan dan dua laki-laki — serta melukai 19 orang lainnya. Serangan serupa di kota Sumy dekat perbatasan Rusia melukai 11 warga, merusak rumah-rumah penduduk, kendaraan, serta infrastruktur listrik dan air.

Di ibu kota Kyiv, serangan drone memicu kebakaran di sebuah gedung kantor dan gudang, meski tidak ada korban jiwa dilaporkan. Sementara itu, di wilayah Donetsk yang sebagian diduduki, satu warga sipil tewas dan satu lainnya terluka ketika mobil mereka diserang drone Rusia di jalan raya Kostyantynivka–Druzhkivka.
Di pihak Rusia, Kementerian Pertahanan mengklaim pasukannya menyerang fasilitas militer-industri dan energi Ukraina menggunakan senjata presisi serta drone. Namun, otoritas yang didukung Rusia di wilayah Luhansk melaporkan bahwa serangan balasan Ukraina menewaskan tiga anggota keluarga, termasuk seorang anak berusia 8 tahun, serta merusak infrastruktur kereta api dan rumah pribadi.
Dinas Keamanan Ukraina (SBU) menyatakan pihaknya berhasil melumpuhkan produksi di sebuah pabrik metalurgi besar di Alchevsk, Luhansk, yang memasok kebutuhan industri pertahanan Rusia. Serangan drone Ukraina disebut telah merusak tungku peleburan, bengkel produksi, serta infrastruktur energi pabrik tersebut.
Baca juga : Harapan Baru untuk Bocah Pahlawan Kecil: Ahmad Tri Efendi Kembali ke Bangku Sekolah di Gunungkidul
Sementara itu, Rusia melaporkan berhasil menembak jatuh 85 drone Ukraina di sembilan wilayahnya, termasuk Krimea dan Laut Hitam. Di wilayah Rostov, satu orang tewas dan empat terluka akibat kebakaran di gudang logistik dan sebuah kapal kargo. Di kota Tolyatti, wilayah Samara, satu warga terluka dan beberapa apartemen rusak.
Kunjungan Zelenskyy ke Istanbul berlangsung hanya beberapa jam setelah gelombang serangan tersebut. Dalam pernyataannya, Zelenskyy menekankan pentingnya memperkuat kemitraan dengan Turki untuk melindungi nyawa warga sipil, menjaga stabilitas kawasan, serta meningkatkan keamanan di Eropa dan Timur Tengah.
“Kerja sama bersama selalu memberikan hasil terbaik,” ujar Zelenskyy setelah tiba di Istanbul. Ia juga dijadwalkan bertemu dengan Patriark Ekumenis Bartholomew, pemimpin spiritual Kristen Ortodoks Timur.
Kunjungan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang masih rapuh. Turki, sebagai negara NATO yang menjaga hubungan baik dengan kedua pihak, sering berperan sebagai mediator dalam konflik Rusia-Ukraina. Namun, eskalasi serangan drone skala besar ini menunjukkan bahwa upaya perdamaian masih dihadapkan pada tantangan besar, terutama menjelang masa-masa sensitif seperti perayaan Paskah.

Serangan berulang terhadap kawasan pemukiman dan fasilitas sipil semakin menegaskan pola perang yang berdampak luas pada penduduk sipil. Kerusakan pasar, rumah tinggal, dan infrastruktur dasar tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah-wilayah yang telah lama terdampak konflik.
Analis keamanan mencatat bahwa penggunaan drone dalam jumlah besar oleh kedua belah pihak mencerminkan pergeseran strategi perang yang semakin mengandalkan teknologi murah namun mematikan, sekaligus menyulitkan upaya perlindungan warga sipil sesuai hukum humaniter internasional.
Berita ini masih terus berkembang seiring adanya laporan-laporan baru dari lapangan. Situasi di garis depan dan upaya diplomasi di Istanbul kemungkinan akan menjadi penentu arah konflik dalam waktu dekat.
Pewarta : Setiawan Wibisono

