RI News. Jakarta – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bertemu dengan Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang Suzuki Norikazu untuk membahas penguatan pengelolaan hutan tropis Indonesia, dengan fokus utama pada mangrove berkelanjutan dan peluang investasi karbon. Pertemuan bilateral ini menjadi bagian penting dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang.
Menurut keterangan Kementerian Kehutanan yang dikonfirmasi di Jakarta pada Selasa, Menhut Raja Juli Antoni menyampaikan apresiasi tinggi atas hubungan kerja sama yang telah terjalin lama dan produktif antara Indonesia dan Jepang. Kerja sama tersebut terutama melalui berbagai proyek Japan International Cooperation Agency (JICA) di sektor kehutanan selama ini.
“Kerja sama ini menjadi fondasi penting bagi kita untuk memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim global,” ujar Raja Juli Antoni.

Lebih lanjut, ia mengajak Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang (MAFF) untuk bersama-sama meningkatkan kualitas proyek-proyek JICA sebagai bagian dari penguatan inisiatif World Mangrove Center. Menurutnya, inisiatif tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan global dalam upaya rehabilitasi, riset, edukasi, serta inovasi pengelolaan ekosistem mangrove. World Mangrove Center juga diharapkan menjadi rujukan internasional bagi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim berbasis alam.
Dalam pertemuan yang sama, Menhut Raja Juli Antoni mendorong keterlibatan sektor swasta Jepang untuk berinvestasi dalam ekonomi karbon di Indonesia. Fokus investasi diarahkan pada kegiatan aforestasi dan reforestasi, termasuk di kawasan taman nasional. Langkah ini sejalan dengan peluang implementasi Pasar Karbon Sukarela pasca terbitnya Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional.
Pertemuan ini sekaligus memperkuat komitmen kedua negara untuk terus meningkatkan kerja sama strategis di bidang kehutanan serta memberikan kontribusi nyata dalam upaya global menghadapi perubahan iklim melalui solusi berbasis alam.
Sementara itu, Menteri Suzuki Norikazu menyatakan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis bagi Pemerintah Jepang, khususnya di sektor kehutanan. MAFF menyampaikan komitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif pengelolaan hutan tropis Indonesia melalui proyek-proyek yang dikoordinasikan JICA.
Sebagai bentuk dukungan konkret, pada April 2026 MAFF akan menugaskan dua tenaga ahli untuk mendukung pelaksanaan proyek JICA terkait pengelolaan mangrove berkelanjutan di Indonesia. Selain itu, MAFF juga mengharapkan dukungan Kementerian Kehutanan dalam implementasi skema Joint Crediting Mechanism (JCM) di sektor kehutanan sebagai bagian dari upaya bersama mitigasi perubahan iklim.
Pertemuan ini menegaskan bahwa kolaborasi Indonesia-Jepang tidak hanya terus berlanjut, tetapi juga semakin mendalam dan berorientasi pada hasil konkret yang bermanfaat bagi kedua negara serta planet secara keseluruhan.
Pewarta : Diki Eri

