Skip to content
27/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Petugas ICE di Bandara: “Bantuan” yang Mengundang Kontroversi di Tengah Krisis Shutdown

Petugas ICE di Bandara: “Bantuan” yang Mengundang Kontroversi di Tengah Krisis Shutdown

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 3 minutes read
Petugas ICE di Bandara
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Washington – Di tengah kekacauan antrean panjang di bandara-bandara Amerika Serikat akibat pemadaman pemerintahan parsial, ratusan petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) dikerahkan untuk membantu mengurai kemacetan. Namun langkah ini justru memicu perdebatan sengit: apakah kehadiran mereka benar-benar meringankan beban, atau malah menambah ketegangan baru bagi para penumpang?

Berbeda dengan penempatan petugas keamanan biasa, ICE bukanlah lembaga yang terlatih dalam keselamatan penerbangan. Mereka lebih dikenal sebagai garda terdepan penegakan hukum imigrasi yang kontroversial di era Presiden Donald Trump. Pakar industri penerbangan menilai, meski bisa membantu tugas ringan seperti mengawasi jalur keluar, petugas ICE tidak mungkin menggantikan peran inti Transportation Security Administration (TSA) dalam memeriksa bagasi dan melakukan pemeriksaan fisik.

Keith Jeffries, mantan kepala keamanan TSA di Bandara Internasional Los Angeles, menegaskan keterbatasan itu dengan tegas. “Mereka tidak memiliki pelatihan berbulan-bulan seperti petugas TSA. Mengoperasikan mesin X-ray atau pat-down bukanlah sesuatu yang bisa dipelajari dalam sekejap,” ujarnya. Menurut Jeffries, satu-satunya kontribusi realistis adalah membantu mengatur kerumunan, bukan menjadi pengganti sejati.

Zach Griff, pengamat perjalanan udara, menyambut potensi bantuan tersebut dengan catatan besar. “Saya agak optimis mereka bisa membantu, tapi ini jelas bukan solusi permanen,” katanya. Griff menambahkan bahwa pemeriksaan bagasi merupakan inti pekerjaan TSA yang membutuhkan keahlian khusus, sehingga integrasi ICE hanya bersifat sementara dan terbatas.

Di sisi lain, kehadiran petugas ICE yang biasanya bersenjata dan sering menggunakan masker saat bertugas justru dikhawatirkan memicu ketidaknyamanan publik. Trump sendiri sempat menyebut bandara sebagai “wilayah subur” untuk operasi imigrasi, meski kemudian menegaskan bahwa tugas mereka kali ini murni membantu mengurai antrean. Ia juga meminta petugas ICE melepas masker saat bertugas di bandara, berbeda dengan saat menangkap “kriminal berat”.

Kritik paling keras datang dari kubu Demokrat. Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer menyatakan, “Di mana pun ICE muncul, masalah selalu ikut muncul. Bandara kemungkinan besar tidak akan menjadi pengecualian.” Demokrat menolak mendanai Departemen Keamanan Dalam Negeri sebelum ada jaminan bahwa petugas ICE tidak menggunakan masker dan tidak ditempatkan di bandara.

Baca juga : Tragedi Putumayo: Pesawat Hercules Jatuh Setelah Lepas Landas, Satu Nyawa Melayang dan 77 Tentara Terluka

Para analis menekankan bahwa penempatan ICE hanyalah tambal sulam sementara. Solusi sejati, menurut Jeffries, adalah mengakhiri kebuntuan politik di Kongres agar Departemen Keamanan Dalam Negeri kembali mendapatkan dana penuh. “Tidak ada pengganti yang sesungguhnya. Bahkan ICE sendiri pun menyadari hal itu,” pungkasnya.

Hingga kini, antrean panjang masih terjadi di sejumlah bandara besar, sementara kehadiran ICE terus menjadi sorotan: apakah mereka akan membawa ketenangan, atau justru menjadi sumber keributan baru di tengah suasana perjalanan yang sudah tegang. Situasi ini menjadi pengingat betapa rapuhnya sistem keamanan penerbangan ketika politik memasuki wilayah operasional.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Tragedi Putumayo: Pesawat Hercules Jatuh Setelah Lepas Landas, Satu Nyawa Melayang dan 77 Tentara Terluka
Next: Feradi WPI Semarang Sambut Hari Spesial Ketua Umumnya yang ke-44

Related Stories

Rubio Yakinkan Negara Teluk

Rubio Yakinkan Negara Teluk: AS Tetap Solid Dukung Kawasan di Tengah Negosiasi Iran

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Rusia Kerahkan Perisai Udara ke Moskow dan Kediaman Putin

Rusia Kerahkan Perisai Udara ke Moskow dan Kediaman Putin, Ukraina Terus Gempur Kilang Minyak Jauh di Dalam Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Puluhan Warga Pasca-Kesepakatan

Gencatan Senjata Rapuh: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Puluhan Warga Pasca-Kesepakatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 hari ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  2. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  3. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  4. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda
  5. Wisnu mengenai Ning Nuri: Srikandi PKB Ngawi yang Siap Merajut Kekuatan untuk Pemilu 2029

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Integrasi Mega Hub Transportasi Jakarta: Jembatan Donat Dukuh Atas Siap Hubungkan Enam Moda Kereta
  • Harga Pertalite di Lampung Barat Melonjak hingga Rp14.000 per Liter: Subsidi Rakyat Disalahgunakan?
  • Ayah Berperan Sentral: Wamendukbangga Dorong Penguatan Pengasuhan Keluarga Cegah Stunting di Papua
  • Rock Melintas Generasi: Tulungagung Distorsi 2026 Bakal Guncang GOR Lembu Peteng
  • 59 Jaringan Narkoba Diungkap, Termasuk 7 Sindikat Internasional: Dudung Abdurachman Peringatkan Ancaman Nyata
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.