RI News Portal. Gunungkidul, 8 Februari 2026 – Dalam langkah nyata memperkuat solidaritas antarwilayah di tengah musibah nasional, Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung mendampingi kunjungan kerja Forkopimda Kabupaten Gunungkidul ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Kamis hingga Sabtu, 5–7 Februari 2026.
Kunjungan ini menjadi puncak dari gerakan “Gunungkidul Peduli Sumatera”, inisiatif lintas sektoral yang digerakkan Pemkab Gunungkidul untuk mendukung pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara sejak akhir 2025. Melalui program tersebut, telah berhasil disalurkan 300 paket bantuan logistik berupa kebutuhan pokok, perlengkapan higienis, dan dukungan materiel lainnya kepada warga terdampak di Tapanuli Tengah—daerah yang hingga awal Februari 2026 masih mencatat ratusan korban jiwa, ribuan pengungsi, serta puluhan warga yang dinyatakan hilang akibat banjir bandang dahsyat.
Tidak sekadar menyerahkan bantuan secara simbolis, AKBP Damus Asa turut memantau kondisi lapangan secara mendalam. Ia meninjau langsung fasilitas pengungsian, mengevaluasi aspek keamanan dan kelayakan tempat penampungan sementara bagi korban, serta melakukan komunikasi intensif dengan aparat keamanan setempat. Pertukaran pengalaman ini difokuskan pada strategi pengamanan wilayah rawan bencana hidrometeorologi, termasuk koordinasi evakuasi, pengelolaan lalu lintas bantuan, dan pencegahan konflik sosial pascabencana.

“Misi kemanusiaan ini melampaui sekadar pengiriman logistik. Ini adalah manifestasi empati dan solidaritas nyata dari Polri bersama pemerintah daerah, agar saudara-saudara kita di Sumatera Utara merasakan dukungan moral sekaligus bantuan yang benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegas AKBP Damus Asa di sela-sela agenda tersebut.
Inisiatif ini sekaligus menegaskan komitmen Polres Gunungkidul dalam mendukung program strategis Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tahun 2026, khususnya peningkatan respons cepat dan kesiapsiagaan bencana melalui kolaborasi lintas sektoral serta antarprovinsi. Kolaborasi semacam ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam membangun jaringan solidaritas nasional menghadapi ancaman bencana yang semakin kompleks akibat perubahan iklim.
Baca juga ; Tragedi di Tepian Sungai Maiyah: Bocah 13 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Usai Dua Hari Dicari
Dengan pendekatan yang tidak hanya reaktif namun juga preventif, langkah ini memperlihatkan bahwa kepedulian kemanusiaan dapat menjembatani jarak geografis dan memperkuat ketahanan bangsa di tengah tantangan bencana alam yang berkepanjangan.
Pewarta: Lee Anno

