Skip to content
22/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Bagaimana Penindasan Berdarah di Iran Mengubah Euforia Jalanan Menjadi Trauma Kolektif

Bagaimana Penindasan Berdarah di Iran Mengubah Euforia Jalanan Menjadi Trauma Kolektif

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 minutes read
Bagaimana Penindasan Berdarah di Iran Mengubah Euforia Jalanan Menjadi Trauma Kolektif
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Beirut — Di malam yang dingin pada 8 Januari lalu, jalan-jalan di Karaj, kota satelit Tehran, dipenuhi sorak sorai keberanian. Seorang perempuan berusia 37 tahun, yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi kecantikan, berdiri di tengah kerumunan sambil merekam dengan ponselnya. Suara tembakan memecah udara, gas air mata beterbangan, namun ia tetap berteriak, “Jangan takut! Kita semua bersama!” Ribuan orang menjawab seruannya, menyanyikan “Mati bagi diktator!” dengan suara menggelegar.

Kurang dari sebulan kemudian, perempuan yang sama nyaris tak pernah keluar dari rumah ibunya. Ia mengonsumsi obat penenang untuk bisa tidur beberapa jam, tapi mimpi buruk terus datang. “Orang-orang di jalan seperti mayat berjalan,” tulisnya dalam pesan pribadi. “Mereka sudah kehilangan harapan.”

Kisahnya bukan sekadar cerita pribadi. Ia mencerminkan perubahan drastis yang dialami masyarakat Iran setelah gelombang protes terbesar sejak Revolusi 1979. Demonstrasi yang dimulai akhir Desember akibat runtuhnya nilai rial itu dengan cepat berubah menjadi gerakan nasional yang menantang fondasi kekuasaan teokrasi. Dalam hitungan hari, ratusan kota di seluruh negeri dipenuhi pengunjuk rasa dari berbagai lapisan sosial—sesuatu yang jarang terjadi dalam sejarah protes Iran modern.

Euforia awal terasa nyata. Video-video amatir menunjukkan massa berjalan tanpa rasa takut, menyalakan api unggun, bahkan menyanyikan nama figur oposisi yang selama ini tabu disebut. Perempuan tanpa jilbab berdiri berdampingan dengan laki-laki dan anak-anak. Untuk sesaat, tampaknya perubahan benar-benar mungkin.

Namun, respons rezim jauh lebih brutal daripada yang diperkirakan banyak orang. Pada 8 dan 9 Januari, penembakan massal terjadi di berbagai kota. Kelompok pemantau independen memperkirakan ribuan orang tewas—angka yang jauh melampaui korban protes-protes sebelumnya. Pemutusan internet total selama berminggu-minggu membuat dunia luar sulit memahami skala kekerasan yang sebenarnya.

Dampaknya kini terasa dalam keheningan yang mencekam. Banyak pengunjuk rasa yang selamat memilih mengurung diri. Ketakutan akan penangkapan malam hari membuat warga saling berjanji untuk tidak membukakan pintu bagi orang asing. Trauma kolektif ini bukan sekadar rasa takut biasa; ia telah mengubah cara orang berinteraksi, bermimpi, bahkan merencanakan masa depan.

Baca juga : Mengawal Fondasi Bangsa: Program Makan Bergizi Gratis di Wonosobo dan Komitmen Pengawasan Ketat

Perempuan teknisi kecantikan itu dulunya percaya bahwa gerakan rakyat bisa mengubah negaranya. Ia pernah ikut demonstrasi 2022 pasca-kematian Mahsa Amini, meski kemudian kecewa dengan kekerasan yang menyusul. Kali ini, ia bergabung lagi karena tak lagi mampu membeli kebutuhan dasar—penghasilannya menyusut drastis akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan. Kini, ia hanya ingin selamat.

Kisah-kisah seperti ini menunjukkan pola yang berulang dalam sejarah Iran kontemporer: ledakan harapan diikuti penindasan keras yang meninggalkan luka psikologis mendalam. Bedanya, kali ini skala kerusakan sosial tampak lebih luas. Generasi yang tumbuh dengan akses internet kini mengalami pemutusan total dari dunia luar, sementara ingatan akan tembakan di jalanan masih segar.

Di tengah negosiasi nuklir yang kembali hangat dan ancaman sanksi baru, pertanyaan besar tetap menggantung: apakah pengorbanan ribuan nyawa ini akan membawa perubahan, atau justru memperkuat cengkeraman kekuasaan yang ada? Bagi mereka yang kini hidup dalam bayang-bayang ketakutan, jawaban atas pertanyaan itu terasa semakin jauh.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Mengawal Fondasi Bangsa: Program Makan Bergizi Gratis di Wonosobo dan Komitmen Pengawasan Ketat
Next: AS Ultimatum Ukraina-Rusia Akhiri Perang atau Hadapi Tekanan Berat

Related Stories

Juara Piala Dunia 2026 yang Menyatukan Keindahan Permainan dan Keberagaman

Spanyol yang Baru: Juara Piala Dunia 2026 yang Menyatukan Keindahan Permainan dan Keberagaman

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
Kebakaran Hutan Terparah di Castilla-La Mancha Hanguskan Ribuan Hektar Warisan Alam Spanyol

Ancaman Ekologis Besar: Kebakaran Hutan Terparah di Castilla-La Mancha Hanguskan Ribuan Hektar Warisan Alam Spanyol

Jurnalis RI News Portal Posted on 19 jam ago 0
Iran Terbuka Terima Usulan Mediator di Tengah Eskalasi Konflik dengan AS

Iran Terbuka Terima Usulan Mediator di Tengah Eskalasi Konflik dengan AS

Jurnalis RI News Portal Posted on 20 jam ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Ratusan Santri Tinggalkan Pondok Pesantren Wonogiri usai Dugaan Pencabulan oleh Pimpinan yang Berstatus Polisi
  • Polres Padangsidimpuan Gerebek L300 Tenda Biru, Sita Puluhan Karton Rokok Ilegal
  • Sinergi Digital yang Menyentuh Nyata: Polda DIY dan Komunitas Jogja Menyapa Gulung Lengan Bantu Sesama
  • Dugaan Korupsi Pengadaan di Wonogiri: Bayang-Bayang Fee 10 Persen dan Lelang di Atas Kertas
  • Semangat Pengabdian Muda: 231 Calon Bintara Polri Mulai Ditempa di SPN Banyumas
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.