Skip to content
06/09/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Bagaimana Penindasan Berdarah di Iran Mengubah Euforia Jalanan Menjadi Trauma Kolektif

Bagaimana Penindasan Berdarah di Iran Mengubah Euforia Jalanan Menjadi Trauma Kolektif

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 bulan ago 3 minutes read
Bagaimana Penindasan Berdarah di Iran Mengubah Euforia Jalanan Menjadi Trauma Kolektif
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Beirut — Di malam yang dingin pada 8 Januari lalu, jalan-jalan di Karaj, kota satelit Tehran, dipenuhi sorak sorai keberanian. Seorang perempuan berusia 37 tahun, yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi kecantikan, berdiri di tengah kerumunan sambil merekam dengan ponselnya. Suara tembakan memecah udara, gas air mata beterbangan, namun ia tetap berteriak, “Jangan takut! Kita semua bersama!” Ribuan orang menjawab seruannya, menyanyikan “Mati bagi diktator!” dengan suara menggelegar.

Kurang dari sebulan kemudian, perempuan yang sama nyaris tak pernah keluar dari rumah ibunya. Ia mengonsumsi obat penenang untuk bisa tidur beberapa jam, tapi mimpi buruk terus datang. “Orang-orang di jalan seperti mayat berjalan,” tulisnya dalam pesan pribadi. “Mereka sudah kehilangan harapan.”

Kisahnya bukan sekadar cerita pribadi. Ia mencerminkan perubahan drastis yang dialami masyarakat Iran setelah gelombang protes terbesar sejak Revolusi 1979. Demonstrasi yang dimulai akhir Desember akibat runtuhnya nilai rial itu dengan cepat berubah menjadi gerakan nasional yang menantang fondasi kekuasaan teokrasi. Dalam hitungan hari, ratusan kota di seluruh negeri dipenuhi pengunjuk rasa dari berbagai lapisan sosial—sesuatu yang jarang terjadi dalam sejarah protes Iran modern.

Euforia awal terasa nyata. Video-video amatir menunjukkan massa berjalan tanpa rasa takut, menyalakan api unggun, bahkan menyanyikan nama figur oposisi yang selama ini tabu disebut. Perempuan tanpa jilbab berdiri berdampingan dengan laki-laki dan anak-anak. Untuk sesaat, tampaknya perubahan benar-benar mungkin.

Namun, respons rezim jauh lebih brutal daripada yang diperkirakan banyak orang. Pada 8 dan 9 Januari, penembakan massal terjadi di berbagai kota. Kelompok pemantau independen memperkirakan ribuan orang tewas—angka yang jauh melampaui korban protes-protes sebelumnya. Pemutusan internet total selama berminggu-minggu membuat dunia luar sulit memahami skala kekerasan yang sebenarnya.

Dampaknya kini terasa dalam keheningan yang mencekam. Banyak pengunjuk rasa yang selamat memilih mengurung diri. Ketakutan akan penangkapan malam hari membuat warga saling berjanji untuk tidak membukakan pintu bagi orang asing. Trauma kolektif ini bukan sekadar rasa takut biasa; ia telah mengubah cara orang berinteraksi, bermimpi, bahkan merencanakan masa depan.

Baca juga : Mengawal Fondasi Bangsa: Program Makan Bergizi Gratis di Wonosobo dan Komitmen Pengawasan Ketat

Perempuan teknisi kecantikan itu dulunya percaya bahwa gerakan rakyat bisa mengubah negaranya. Ia pernah ikut demonstrasi 2022 pasca-kematian Mahsa Amini, meski kemudian kecewa dengan kekerasan yang menyusul. Kali ini, ia bergabung lagi karena tak lagi mampu membeli kebutuhan dasar—penghasilannya menyusut drastis akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan. Kini, ia hanya ingin selamat.

Kisah-kisah seperti ini menunjukkan pola yang berulang dalam sejarah Iran kontemporer: ledakan harapan diikuti penindasan keras yang meninggalkan luka psikologis mendalam. Bedanya, kali ini skala kerusakan sosial tampak lebih luas. Generasi yang tumbuh dengan akses internet kini mengalami pemutusan total dari dunia luar, sementara ingatan akan tembakan di jalanan masih segar.

Di tengah negosiasi nuklir yang kembali hangat dan ancaman sanksi baru, pertanyaan besar tetap menggantung: apakah pengorbanan ribuan nyawa ini akan membawa perubahan, atau justru memperkuat cengkeraman kekuasaan yang ada? Bagi mereka yang kini hidup dalam bayang-bayang ketakutan, jawaban atas pertanyaan itu terasa semakin jauh.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Mengawal Fondasi Bangsa: Program Makan Bergizi Gratis di Wonosobo dan Komitmen Pengawasan Ketat
Next: AS Ultimatum Ukraina-Rusia Akhiri Perang atau Hadapi Tekanan Berat

Related Stories

Kedaulatan Kognitif Anak

Kedaulatan Kognitif Anak: Polandia Memulai Era Sekolah Bebas Ponsel

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Misi Historis Penanggulangan Bencana Pasifik

Misi Historis Penanggulangan Bencana Pasifik: Kapal Angkut Militer Jepang Bertolak Padamkan Karhutla Kalimantan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
JSDF Kirim Kapal Tempur

JSDF Kirim Kapal Tempur & Helikopter ke Indonesia: Jepang Dukung Pemadam Karhutla dengan 600 Personel

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Rafa Jadi Pahlawan, Melati Jaya FC Amankan Kemenangan Perdana di Turnamen Peduli Sepak Bola Padangsidimpuan 2026
  • Respon Cepat Karhutla: Polsek Nanga Pinoh Tembus Medan Terjal Padamkan Api di Lahan Mineral Melawi
  • Respon Cepat Karhutla Melawi: Pelajaran Penting dari Responsifitas Lapangan dan Tantangan Geografis Nanga Mancur
  • Respon Darurat Karhutla: Pendekatan Humanis Kepolisian Meringankan Beban Warga Melawi
  • Merajut Kemanunggalan di Ruang Publik: Perspektif Sosiologis dan Kesehatan Masyarakat pada TNI Run 2026
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by