Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Delegasi Tingkat Tinggi Turki ke Pakistan: Langkah Diplomatik Ankara untuk Stabilisasi Perbatasan Afghanistan-Pakistan

Delegasi Tingkat Tinggi Turki ke Pakistan: Langkah Diplomatik Ankara untuk Stabilisasi Perbatasan Afghanistan-Pakistan

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Langkah Diplomatik Ankara untuk Stabilisasi Perbatasan Afghanistan-Pakistan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Istanbul, 10 November 2025 – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa delegasi senior Turki akan bertolak ke Pakistan pekan depan guna mempercepat negosiasi gencatan senjata antara Islamabad dan Kabul. Pengumuman ini menandai eskalasi peran Turki sebagai mediator regional di tengah ketegangan berkepanjangan di Garis Durand.

Delegasi yang dipimpin Menteri Luar Negeri Hakan Fidan, Menteri Pertahanan Yasar Guler, dan Kepala Organisasi Intelijen Nasional (MIT) Ibrahim Kalin dijadwalkan membahas mekanisme verifikasi gencatan senjata, protokol pencegahan insiden lintas batas, serta kerangka kerjasama intelijen anti-terorisme. Kunjungan ini melanjutkan momentum dari putaran ketiga dialog Afghanistan-Pakistan di Istanbul yang dimulai Rabu lalu, di mana kedua pihak sepakat untuk mengeksplorasi solusi struktural terhadap konflik perbatasan.

“Saat ini, partisipasi kami dalam proses ini berkembang ke arah yang positif. Kami berharap hasilnya akan menguntungkan,” ujar Erdogan kepada wartawan di pesawat kepresidenan saat kembali dari kunjungan resmi ke Azerbaijan. Ia menekankan bahwa kunjungan delegasi akan “menyelesaikan proses yang dimulai di Doha dan Ankara,” merujuk pada kesepakatan gencatan senjata 19 Oktober yang difasilitasi Qatar.

Ketegangan di Garis Durand—perbatasan sepanjang 2.640 kilometer yang diakui Pakistan namun ditolak Afghanistan—mencapai puncaknya pada pertengahan Oktober. Kabul menuduh Islamabad melakukan pelanggaran wilayah udara dan serangan udara terhadap target di provinsi Paktika dan Khost. Sebagai respons, Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan pelaksanaan “operasi balasan” pada 15 Oktober, yang memicu bentrokan senjata di beberapa titik perbatasan.

Pasca-insiden, Afghanistan meningkatkan status siaga pasukan keamanannya menjadi “tempur penuh” di sepanjang garis demarkasi. Situasi ini memperburuk hubungan bilateral yang telah tegang sejak pengambilalihan Taliban pada 2021, terutama terkait isu pengungsi, perdagangan, dan kelompok militan seperti Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP).

Kesepakatan Doha pada 19 Oktober—di mana kedua negara berkomitmen pada gencatan senjata segera—menjadi titik balik. Namun, implementasi di lapangan tetap rapuh tanpa mekanisme pemantauan independen. Turki, dengan pengalaman mediasi serupa di Libya dan Nagorno-Karabakh, memposisikan diri sebagai pihak netral yang mampu menjembatani perbedaan ideologis dan strategis antara Islamabad dan Kabul.

Baca juga : Prabowo Pimpin Renungan Suci Hari Pahlawan: Tekad Melanjutkan Perjuangan Lewat Teladan

Dari perspektif hubungan internasional, inisiatif Turki mencerminkan doktrin “diplomasi proaktif” Erdogan yang menggabungkan soft power budaya (melalui ikatan historis dengan Asia Tengah) dan hard power militer (melalui industri pertahanan nasional). Kunjungan delegasi tingkat menteri ini berpotensi menghasilkan tiga output utama:

  1. Mekanisme Verifikasi Bersama: Pembentukan pos pengamatan bersama atau satuan pemantau lintas batas, mirip dengan model UN di Cyprus.
  2. Kerjasama Intelijen: Pertukaran data real-time mengenai pergerakan TTP dan ISIS-K, yang mengancam kedua negara.
  3. Koridor Ekonomi: Integrasi Garis Durand ke dalam inisiatif konektivitas regional, seperti perluasan Corridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) ke Afghanistan.

Namun, tantangan struktural tetap ada. Ketidakpercayaan mendalam—diperparah oleh tuduhan Afghanistan bahwa Pakistan menyediakan safe haven bagi militan—memerlukan jaminan pihak ketiga yang kredibel. Turki, sebagai anggota NATO dengan hubungan erat dengan Qatar dan pengaruh di Organisasi Kerjasama Islam (OKI), memiliki posisi unik untuk mengatasi hal ini.

Seorang personel keamanan Taliban berjaga di sepanjang jalan dekat perlintasan perbatasan titik nol Ghulam Khan antara Afghanistan dan Pakistan di distrik Gurbuz di tenggara provinsi Khost. (foto red)

Jika kunjungan delegasi berhasil, gencatan senjata dapat berevolusi menjadi perjanjian perdamaian komprehensif pada 2026, dengan Turki sebagai penjamin utama. Sebaliknya, kegagalan akan memperburuk instabilitas regional, berpotensi memicu gelombang pengungsi baru ke Eropa via rute Balkan—sebuah isu yang sensitif bagi Ankara.

Untuk keberhasilan jangka panjang, diperlukan inklusi aktor non-pemerintah seperti elders suku Pashtun dan mekanisme resolusi sengketa berbasis adat. Turki dapat memanfaatkan pengalamannya dalam Conference on Interaction and Confidence-Building Measures in Asia (CICA) untuk membangun kerangka ini.

Kunjungan delegasi pekan depan bukan sekadar diplomasi rutin, melainkan ujian bagi visi Erdogan tentang “Poros Ankara” di Eurasia. Keberhasilannya akan menentukan apakah Turki dapat naik kelas dari mediator regional menjadi arsitek stabilitas Asia Selatan.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Prabowo Pimpin Renungan Suci Hari Pahlawan: Tekad Melanjutkan Perjuangan Lewat Teladan
Next: Penyidikan Ganda Kejagung dan KPK Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak Mentah Petral 2009-2015

Related Stories

Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump
3 min read

Bentrokan Protes Imigrasi di Minneapolis: Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan
3 min read

Ketegangan Iran-AS: Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia
3 min read

Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.