Skip to content
20/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Delegasi Tingkat Tinggi Turki ke Pakistan: Langkah Diplomatik Ankara untuk Stabilisasi Perbatasan Afghanistan-Pakistan

Delegasi Tingkat Tinggi Turki ke Pakistan: Langkah Diplomatik Ankara untuk Stabilisasi Perbatasan Afghanistan-Pakistan

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 min read
Langkah Diplomatik Ankara untuk Stabilisasi Perbatasan Afghanistan-Pakistan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Istanbul, 10 November 2025 – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa delegasi senior Turki akan bertolak ke Pakistan pekan depan guna mempercepat negosiasi gencatan senjata antara Islamabad dan Kabul. Pengumuman ini menandai eskalasi peran Turki sebagai mediator regional di tengah ketegangan berkepanjangan di Garis Durand.

Delegasi yang dipimpin Menteri Luar Negeri Hakan Fidan, Menteri Pertahanan Yasar Guler, dan Kepala Organisasi Intelijen Nasional (MIT) Ibrahim Kalin dijadwalkan membahas mekanisme verifikasi gencatan senjata, protokol pencegahan insiden lintas batas, serta kerangka kerjasama intelijen anti-terorisme. Kunjungan ini melanjutkan momentum dari putaran ketiga dialog Afghanistan-Pakistan di Istanbul yang dimulai Rabu lalu, di mana kedua pihak sepakat untuk mengeksplorasi solusi struktural terhadap konflik perbatasan.

“Saat ini, partisipasi kami dalam proses ini berkembang ke arah yang positif. Kami berharap hasilnya akan menguntungkan,” ujar Erdogan kepada wartawan di pesawat kepresidenan saat kembali dari kunjungan resmi ke Azerbaijan. Ia menekankan bahwa kunjungan delegasi akan “menyelesaikan proses yang dimulai di Doha dan Ankara,” merujuk pada kesepakatan gencatan senjata 19 Oktober yang difasilitasi Qatar.

Ketegangan di Garis Durand—perbatasan sepanjang 2.640 kilometer yang diakui Pakistan namun ditolak Afghanistan—mencapai puncaknya pada pertengahan Oktober. Kabul menuduh Islamabad melakukan pelanggaran wilayah udara dan serangan udara terhadap target di provinsi Paktika dan Khost. Sebagai respons, Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan pelaksanaan “operasi balasan” pada 15 Oktober, yang memicu bentrokan senjata di beberapa titik perbatasan.

Pasca-insiden, Afghanistan meningkatkan status siaga pasukan keamanannya menjadi “tempur penuh” di sepanjang garis demarkasi. Situasi ini memperburuk hubungan bilateral yang telah tegang sejak pengambilalihan Taliban pada 2021, terutama terkait isu pengungsi, perdagangan, dan kelompok militan seperti Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP).

Kesepakatan Doha pada 19 Oktober—di mana kedua negara berkomitmen pada gencatan senjata segera—menjadi titik balik. Namun, implementasi di lapangan tetap rapuh tanpa mekanisme pemantauan independen. Turki, dengan pengalaman mediasi serupa di Libya dan Nagorno-Karabakh, memposisikan diri sebagai pihak netral yang mampu menjembatani perbedaan ideologis dan strategis antara Islamabad dan Kabul.

Baca juga : Prabowo Pimpin Renungan Suci Hari Pahlawan: Tekad Melanjutkan Perjuangan Lewat Teladan

Dari perspektif hubungan internasional, inisiatif Turki mencerminkan doktrin “diplomasi proaktif” Erdogan yang menggabungkan soft power budaya (melalui ikatan historis dengan Asia Tengah) dan hard power militer (melalui industri pertahanan nasional). Kunjungan delegasi tingkat menteri ini berpotensi menghasilkan tiga output utama:

  1. Mekanisme Verifikasi Bersama: Pembentukan pos pengamatan bersama atau satuan pemantau lintas batas, mirip dengan model UN di Cyprus.
  2. Kerjasama Intelijen: Pertukaran data real-time mengenai pergerakan TTP dan ISIS-K, yang mengancam kedua negara.
  3. Koridor Ekonomi: Integrasi Garis Durand ke dalam inisiatif konektivitas regional, seperti perluasan Corridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) ke Afghanistan.

Namun, tantangan struktural tetap ada. Ketidakpercayaan mendalam—diperparah oleh tuduhan Afghanistan bahwa Pakistan menyediakan safe haven bagi militan—memerlukan jaminan pihak ketiga yang kredibel. Turki, sebagai anggota NATO dengan hubungan erat dengan Qatar dan pengaruh di Organisasi Kerjasama Islam (OKI), memiliki posisi unik untuk mengatasi hal ini.

Seorang personel keamanan Taliban berjaga di sepanjang jalan dekat perlintasan perbatasan titik nol Ghulam Khan antara Afghanistan dan Pakistan di distrik Gurbuz di tenggara provinsi Khost. (foto red)

Jika kunjungan delegasi berhasil, gencatan senjata dapat berevolusi menjadi perjanjian perdamaian komprehensif pada 2026, dengan Turki sebagai penjamin utama. Sebaliknya, kegagalan akan memperburuk instabilitas regional, berpotensi memicu gelombang pengungsi baru ke Eropa via rute Balkan—sebuah isu yang sensitif bagi Ankara.

Untuk keberhasilan jangka panjang, diperlukan inklusi aktor non-pemerintah seperti elders suku Pashtun dan mekanisme resolusi sengketa berbasis adat. Turki dapat memanfaatkan pengalamannya dalam Conference on Interaction and Confidence-Building Measures in Asia (CICA) untuk membangun kerangka ini.

Kunjungan delegasi pekan depan bukan sekadar diplomasi rutin, melainkan ujian bagi visi Erdogan tentang “Poros Ankara” di Eurasia. Keberhasilannya akan menentukan apakah Turki dapat naik kelas dari mediator regional menjadi arsitek stabilitas Asia Selatan.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Prabowo Pimpin Renungan Suci Hari Pahlawan: Tekad Melanjutkan Perjuangan Lewat Teladan
Next: Penyidikan Ganda Kejagung dan KPK Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak Mentah Petral 2009-2015

Related Stories

Kontroversi Kepolisian di Tengah Tragedi Kyiv
3 min read

Kontroversi Kepolisian di Tengah Tragedi Kyiv: Pelarian Dua Petugas Soroti Celah Respons Darurat di Ukraina

Jurnalis RI News Portal Posted on 31 menit ago 0
Korea Utara Uji Rudal Berhulu Ledak Bom Kluster untuk Kedua Kali
3 min read

Korea Utara Uji Rudal Berhulu Ledak Bom Kluster untuk Kedua Kali: Sinyal Eskalasi di Tengah Peluang Diplomasi dengan Trump

Jurnalis RI News Portal Posted on 39 menit ago 0
Penyitaan Kapal Iran oleh AS Mengancam Gencatan Senjata dan Pasokan Energi Global
3 min read

Ketegangan di Selat Hormuz: Penyitaan Kapal Iran oleh AS Mengancam Gencatan Senjata dan Pasokan Energi Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Milad ke-2 FERADI WPI di Semarang: Momentum Penguatan Komitmen Advokat dan Paralegal dalam Menegakkan Supremasi Hukum
  • Rumah Hilang Shakespeare di London Akhirnya Terpetakan: Jejak Baru Kehidupan Akhir Sang Dramawan
  • Ketika Seni Menjadi Harapan: Insinyur Paris Menangkan Lukisan Picasso Senilai Lebih dari 1 Juta Euro dalam Undian Amal untuk Penelitian Alzheimer
  • Kontroversi Kepolisian di Tengah Tragedi Kyiv: Pelarian Dua Petugas Soroti Celah Respons Darurat di Ukraina
  • Korea Utara Uji Rudal Berhulu Ledak Bom Kluster untuk Kedua Kali: Sinyal Eskalasi di Tengah Peluang Diplomasi dengan Trump
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.