Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Kesepakatan “Gencatan Senjata” Tarif AS-China: Langkah Positif bagi Ekonomi Global dan Pengusaha

Kesepakatan “Gencatan Senjata” Tarif AS-China: Langkah Positif bagi Ekonomi Global dan Pengusaha

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 bulan ago 3 min read
Langkah Positif bagi Ekonomi Global dan Pengusaha
Silahkan bagikan ke media anda ...

“Kesepakatan pengurangan tarif antara AS dan China ini merupakan sinyal penting bahwa kedua negara mulai menyadari bahwa ketegangan dagang justru memperburuk stabilitas global. Dalam jangka pendek, langkah ini dapat meredakan ketidakpastian di pasar. Namun, dalam jangka panjang, komitmen implementatif dari kedua belah pihak akan menjadi kunci. Tanpa itu, kesepakatan ini bisa jadi hanya bersifat kosmetik.”

RI News Portal. Jenewa, Swiss 13 Mei 2025 — Sebuah kabar gembira datang dari hasil perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan China yang berlangsung akhir pekan lalu di Jenewa, Swiss. Dalam pertemuan ini, kedua negara sepakat untuk melakukan “gencatan senjata” dalam hal tarif, yang disambut dengan antusiasme oleh banyak pihak, termasuk para pelaku bisnis internasional. Salah satu yang merasa lega adalah Tat Kei, seorang pengusaha asal China yang memiliki pabrik di Shenzhen. Sebagai pemilik bisnis manufaktur peralatan perawatan pribadi yang diekspor ke AS, Tat Kei menyatakan kebahagiaannya atas kesepakatan ini. “Saya senang kewarasan telah kembali,” ujarnya kepada media BBC.

Kesepakatan ini memuat pengurangan tarif yang signifikan antara kedua negara adidaya tersebut. AS akan menurunkan tarif impor produk China dari 145 persen menjadi 30 persen, sementara China juga akan mengurangi tarif barang AS dari 125 persen menjadi 10 persen. Rencananya, kebijakan ini akan diberlakukan selama 90 hari ke depan. Pengurangan tarif ini merupakan langkah yang sangat penting mengingat dampak dari perang tarif yang telah mengganggu rantai pasokan dan memicu ketidakstabilan ekonomi global.

Delegasi AS yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Scott Bessent dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer, serta delegasi China yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri He Lifeng, berhasil mencapai kesepakatan yang diharapkan akan meredakan ketegangan perdagangan antara kedua negara. Menkeu AS Bessent menegaskan bahwa tidak ada pihak yang menginginkan pemisahan hubungan perdagangan antara AS dan China. Ia mengakui bahwa tarif yang sangat tinggi setara dengan embargo, namun menegaskan pentingnya perdagangan yang lebih seimbang.

Kementerian Perdagangan China juga memberikan pernyataan yang serupa, dengan mengatakan bahwa inisiatif pengurangan tarif ini sejalan dengan harapan produsen dan konsumen di kedua negara. Selain itu, kesepakatan ini dinilai akan memberi manfaat bagi ekonomi global secara keseluruhan.

Meski demikian, sebelum kesepakatan ini tercapai, kedua negara sempat melontarkan retorika yang tajam. Wakil Menteri Luar Negeri China, Miao Miao Deyu, menyatakan bahwa AS menggunakan tarif sebagai “senjata untuk memberikan tekanan maksimum” demi kepentingan sendiri, yang dianggap mencerminkan sikap proteksionis dan unilateral. Namun, dengan tercapainya kesepakatan ini, diharapkan ketegangan antara AS dan China akan mereda.

Baca juga : Penguatan Ekonomi Umat: SUMU Lantik Koordinator Daerah Periode 2025–2026, Semarang Siap Jadi Sentra Inisiatif

Pernyataan positif juga datang dari pasar keuangan internasional. Pasar saham global mengalami kenaikan, menandakan bahwa kesepakatan ini dianggap sebagai kejutan positif yang dapat meredakan kecemasan akan stagnasi ekonomi global. Banyak pengusaha, seperti Tat Kei, yang selama ini merasakan dampak negatif dari kebijakan tarif tinggi, kini bisa berharap bahwa perdagangan yang lebih adil akan membawa dampak positif bagi bisnis mereka.

Pengurangan tarif ini juga diharapkan akan mengurangi tekanan inflasi akibat barang impor, memberikan lebih banyak ruang bagi bank sentral di Asia untuk merumuskan kebijakan yang tepat guna memperkuat ekonomi domestik. Negara-negara Asia, seperti India, Filipina, dan Indonesia, kini memiliki lebih banyak fleksibilitas untuk fokus pada penguatan kondisi domestik daripada berusaha melawan risiko eksternal.

Namun, kesepakatan ini masih bersifat sementara dan akan berlaku selama 90 hari. Mengingat adanya ketidakpastian politik, terutama terkait dengan kebijakan Presiden AS, Donald Trump, yang kerap kali tidak dapat diprediksi, kesepakatan ini masih harus dipantau lebih lanjut. Meskipun demikian, hasil perundingan di Jenewa mengirimkan sinyal bahwa ada harapan bagi terciptanya perdagangan yang lebih adil dan multilateral di masa depan.

Secara simbolis, perundingan ini juga diselenggarakan di Jenewa, markas Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), yang mengindikasikan bahwa dialog multilateral dapat menjadi jalan terbaik dalam menyelesaikan perselisihan perdagangan, menghindari proteksionisme, dan memperkuat sistem perdagangan global yang adil dan berkelanjutan.

Kembali kepada Tat Kei, pengusaha yang menyambut positif kesepakatan ini, ia menyatakan bahwa pengurangan tarif tersebut memberikan harapan baru bagi pelaku bisnis yang selama ini terhambat oleh ketegangan perdagangan antara kedua negara besar ini. Semoga hasil perundingan ini akan membuka jalan bagi normalisasi perdagangan global yang lebih stabil di masa depan.

Pewarta : Setiawan S.Th

Baca Berita lain >>>>>>>>>>>
#rinewsadvertaising, #iklanrinews, #ruangiklan, #terkinirinews,
#beritarinews, #viralrinews, #updaterinews, #inforinews,
#beritarepublikindonesia, #beritaindonesia, #republikindonesianews,
#indonesianews, #republicindonesianews, #republicindonesiannews,
#beritacepat, #beritabaru, #ri_news, #republikindonesiaportal, #pertalberitaindonesia,
#rinewsportal, #republikindonesiaportal, #republicindonesianewsportal, #republicindonesianportal

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Penguatan Ekonomi Umat: SUMU Lantik Koordinator Daerah Periode 2025–2026, Semarang Siap Jadi Sentra Inisiatif
Next: Penguatan Infrastruktur Gizi Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Tangerang: Strategi Sinergis Menuju Generasi Sehat 2045

Related Stories

Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump
3 min read

Bentrokan Protes Imigrasi di Minneapolis: Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump

Jurnalis RI News Portal Posted on 22 jam ago 0
Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan
3 min read

Ketegangan Iran-AS: Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 22 jam ago 0
Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia
3 min read

Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.