Skip to content
24/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Venezuela di Ambang Transisi Minyak: AS Awasi Miliaran Dolar dari Penjualan yang Dulu Dilarang

Venezuela di Ambang Transisi Minyak: AS Awasi Miliaran Dolar dari Penjualan yang Dulu Dilarang

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 minutes read
AS Awasi Miliaran Dolar dari Penjualan yang Dulu Dilarang
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Washington – Dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak penggulingan Nicolás Maduro, pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Trump mulai membuka keran penjualan minyak Venezuela yang selama bertahun-tahun terkena sanksi ketat. Pendapatan dari ekspor tersebut tidak lagi mengalir ke kantong elite politik atau mitra luar negeri, melainkan dialihkan untuk kebutuhan dasar masyarakat—dengan pengawasan langsung dari Departemen Keuangan AS.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio menjelaskan mekanisme baru ini dalam sidang terbuka Komite Hubungan Luar Negeri Senat. Menurutnya, pemimpin sementara Venezuela—yang kini dipimpin oleh Delcy Rodríguez—akan menyampaikan anggaran bulanan yang rinci. Setiap dolar yang dihasilkan dari penjualan minyak akan masuk ke rekening khusus yang sepenuhnya diawasi Washington.

“Uang itu milik rakyat Venezuela, tetapi kami memastikan tidak ada satu sen pun yang disalahgunakan,” kata Rubio. “Kami tidak memiliki kendali atas kepemilikan dana, hanya atas penyalurannya.”

Skema ini muncul pasca-operasi penangkapan Maduro awal bulan ini, yang secara dramatis mengubah lanskap politik Caracas. Dengan cadangan minyak terbesar di dunia, Venezuela kini berada dalam posisi paradoks: negara terkaya sumber daya alamnya justru menjadi yang paling miskin dalam pelayanan publik. Rumah sakit kekurangan jarum suntik, pasien harus membeli sendiri obat dan alat bedah, sementara jaringan listrik sering padam berhari-hari.

Rubio menegaskan bahwa pengawasan AS bersifat sementara dan bertujuan mencegah “keruntuhan sistemik” selama masa transisi. Pemerintah sementara Rodríguez telah menyalurkan dana awal ke dua prioritas: pemulihan layanan kesehatan yang kolaps dan perbaikan infrastruktur dasar, termasuk pembangkit listrik yang sudah lama rusak.

Namun, pengaturan ini menuai kritik tajam dari kalangan legislatif Amerika sendiri. Senator Chris Murphy dari Partai Demokrat menyebut mekanisme tersebut berisiko tinggi. “Anda menyita minyak dengan kekuatan militer, menjualnya, lalu menentukan sendiri bagaimana uang itu dibelanjakan di negara 30 juta jiwa. Ini resep untuk kegagalan,” ujar Murphy.

Baca juga : Harga Darah yang Tak Terbayar: Korban Perang Rusia-Ukraina Diprojeksi Sentuh 2 Juta Jiwa di Musim Semi 2026

Ia juga mempertanyakan potensi konflik kepentingan, khawatir dana minyak justru mengalir ke perusahaan-perusahaan yang memiliki kedekatan politik dengan lingkaran dalam pemerintahan Trump. Rubio menepis tuduhan tersebut, dengan menekankan bahwa audit independen akan dilakukan secara rutin dan bahwa dana tidak boleh digunakan untuk investasi baru di sektor hulu minyak—sebuah batasan yang dimaksudkan agar Washington tidak terjebak menjadi “pemodal” industri migas Venezuela.

Sejauh ini, ratusan juta dolar sudah terkumpul di rekening yang berbasis di Qatar—dipilih karena alasan hukum untuk menghindari penyitaan oleh kreditur swasta Amerika. Proyeksi pemerintah sementara menyebut angka bisa mencapai tiga miliar dolar dalam beberapa bulan ke depan jika ekspor berjalan lancar.

Di sisi lain, parlemen Venezuela sedang membahas revisi besar-besaran Undang-Undang Energi. Perubahan yang diusulkan bertujuan menciptakan iklim yang lebih ramah bagi investasi swasta asing—sesuatu yang selama satu dekade terakhir dianggap mustahil di bawah rezim Maduro.

Pelaksana tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya di Majelis Nasional di Caracas, Venezuela, Kamis, 15 Januari 2026.

Para analis melihat pengaturan ini sebagai eksperimen geopolitik yang berisiko tinggi: bagaimana sebuah negara adidaya mengelola sumber daya negara lain yang sedang dalam kekacauan politik tanpa terlihat sebagai penjajah ekonomi. Bagi warga Venezuela, pertanyaan yang lebih mendesak adalah sederhana: apakah miliaran dolar dari minyak mereka kali ini benar-benar akan sampai ke rumah sakit, sekolah, dan lampu jalan—atau hanya menjadi babak baru dalam sejarah panjang janji yang tak terpenuhi.

Sementara komunikasi antara pemerintahan sementara Rodríguez dan Washington digambarkan “saling hormat dan sopan”, belum ada tanggapan resmi dari pihak Caracas atas penjelasan terperinci yang disampaikan Rubio di Senat.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Harga Darah yang Tak Terbayar: Korban Perang Rusia-Ukraina Diprojeksi Sentuh 2 Juta Jiwa di Musim Semi 2026
Next: Pemulihan Lahan Pertanian Tapsel Pasca-Bencana: Dari Krisis Hidrometeorologi Menuju Produktivitas Baru

Related Stories

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Puluhan Warga Pasca-Kesepakatan

Gencatan Senjata Rapuh: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Puluhan Warga Pasca-Kesepakatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Persimpangan Sejarah yang Mengguncang Persahabatan Polandia-Ukraina

Persimpangan Sejarah yang Mengguncang Persahabatan Polandia-Ukraina

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Serangan Rusia Terus Meluluhlantakkan Kota-Kota Ukraina

Serangan Rusia Terus Meluluhlantakkan Kota-Kota Ukraina: Korban Sipil Tak Berhenti Berjatuhan

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  2. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  3. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  4. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda
  5. Wisnu mengenai Ning Nuri: Srikandi PKB Ngawi yang Siap Merajut Kekuatan untuk Pemilu 2029

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Kolombia Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Perjuangan Los Cafeteros yang Penuh Ketegangan
  • Repatriasi Warisan Budaya: Kementerian Kebudayaan Perkuat Koordinasi dengan FBI untuk Percepatan Pemulangan Artefak
  • Koperasi Desa Merah Putih Wonogiri Bangkit: Operasional Mulai Bergulir Meski Tantangan Stok Masih Membayangi
  • Semangat Pengorbanan Pahlawan Menginspirasi Polri di Ambang Hari Bhayangkara ke-80
  • Presiden Prabowo Disambut Ribuan Petani dan Nelayan di PENAS KTNA XVII Gorontalo
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.