Skip to content
20/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Trump Cabut Tarif Resiprokal pada Komoditas Pertanian Kunci untuk Tekan Inflasi Pangan

Trump Cabut Tarif Resiprokal pada Komoditas Pertanian Kunci untuk Tekan Inflasi Pangan

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 min read
Trump Cabut Tarif Resiprokal pada Komoditas Pertanian Kunci untuk Tekan Inflasi Pangan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Washington, 15 November 2025 – Pemerintahan Presiden Donald Trump pada Jumat (14/11) menerbitkan perintah eksekutif yang mencabut tarif resiprokal terhadap sejumlah komoditas pertanian impor, langkah yang dianggap sebagai respons langsung terhadap tekanan inflasi pangan yang terus membayangi ekonomi Amerika Serikat (AS). Kebijakan ini menargetkan produk-produk yang diimpor dalam volume besar dan sulit diproduksi secara domestik, dengan harapan dapat meredam kenaikan harga yang telah memicu ketidakpuasan publik pasca-pemilu.

Perintah eksekutif tersebut, yang efektif berlaku sejak Kamis (13/11), mencakup pembebasan tarif untuk kopi dan teh; buah-buahan tropis beserta jusnya; kakao dan rempah-rempah; pisang; jeruk; tomat; daging sapi; serta beberapa jenis pupuk esensial. Menurut dokumen resmi Gedung Putih, bea cukai yang telah dipungut sebelum tanggal efektif akan dikembalikan kepada importir, sebuah mekanisme yang jarang diterapkan dalam kebijakan perdagangan sebelumnya.

Presiden Trump menyatakan bahwa pengecualian ini didasarkan pada “kemajuan signifikan dalam negosiasi perdagangan resiprokal, permintaan domestik yang tinggi, serta keterbatasan kapasitas produksi nasional untuk komoditas tertentu.” Dalam konferensi pers singkat di Gedung Putih, Trump menekankan bahwa langkah ini terutama menyasar makanan “non-kompetitif” seperti pisang, yang hampir seluruhnya bergantung pada impor dari Amerika Latin. “Ini tentang menurunkan harga bagi keluarga Amerika tanpa mengorbankan pekerjaan domestik,” ujarnya.

Data ekonomi terkini memperkuat urgensi kebijakan ini. Indeks Harga Konsumen (CPI) AS mencatat kenaikan tahunan sebesar 3 persen pada September 2025, naik dari 2,9 persen di bulan sebelumnya. Kenaikan paling tajam terlihat pada harga daging sapi dan veal, yang melonjak 14,7 persen year-on-year, diikuti kopi dengan peningkatan 18,9 persen. Para ekonom independen memperkirakan bahwa pencabutan tarif ini bisa memangkas biaya impor hingga 15-20 persen untuk komoditas yang terdampak, meskipun dampaknya terhadap CPI keseluruhan baru akan terlihat dalam beberapa bulan mendatang.

Kritik dari Partai Demokrat tidak lama datang. Anggota DPR Don Beyer, seorang Demokrat dari Virginia, menyebut kebijakan ini sebagai pengakuan diam-diam atas kegagalan tarif sebelumnya. “Presiden Trump akhirnya mengakui fakta yang telah kami soroti: tarif resiprokal justru membebani konsumen Amerika dengan harga lebih tinggi,” kata Beyer dalam pernyataan tertulis. Ia menambahkan bahwa langkah ini tampak sebagai upaya “rebranding” pasca-kekalahan signifikan dalam pemilu baru-baru ini, di mana inflasi menjadi isu sentral yang memicu kemarahan pemilih. Beyer saat ini sedang menggalang dukungan untuk rancangan undang-undang yang membatasi kewenangan presiden dalam menerapkan tarif unilateral, dengan argumen bahwa mekanisme semacam itu rentan disalahgunakan untuk tujuan politik.

Baca juga : Eskalasi Diplomatik Jepang-China: Imbauan Perjalanan Beijing Picu Protes Tokyo atas Isu Taiwan

Dari perspektif analisis kebijakan, pencabutan tarif ini mencerminkan pergeseran strategis dalam doktrin perdagangan Trump era kedua. Jika pada periode pertama tarif diterapkan sebagai alat tekanan negosiasi—seperti terhadap China dan Uni Eropa—kali ini prioritas bergeser ke stabilisasi domestik. Pakar ekonomi perdagangan dari Universitas Georgetown, Dr. Elena Ramirez, menilai bahwa keputusan ini didorong oleh data permintaan yang menunjukkan ketergantungan AS pada impor untuk 90 persen pasokan pisang dan lebih dari 70 persen kopi. “Ini bukan kemunduran dari prinsip ‘America First’, melainkan penyesuaian pragmatis terhadap realitas rantai pasok global,” katanya.

Implikasi jangka panjang tetap menjadi bahan perdebatan. Bagi produsen domestik daging sapi di Midwest, pembebasan tarif bisa meningkatkan persaingan dari impor Brasil dan Australia, meskipun Gedung Putih menjanjikan program subsidi transisi. Sementara itu, konsumen di kota-kota besar seperti New York dan Los Angeles—di mana harga pangan menyumbang porsi besar pengeluaran rumah tangga—diharapkan merasakan penurunan harga ritel mulai akhir November.

Kebijakan ini juga berpotensi memengaruhi dinamika perdagangan bilateral. Negara-negara pengekspor utama seperti Kolombia (kopi), Ekuador (pisang), dan Indonesia (rempah-rempah) kemungkinan akan menyambut baik langkah ini, yang dapat mempercepat kesepakatan perdagangan resiprokal yang sedang dirundingkan. Namun, tanpa komitmen jangka panjang, ada risiko volatilitas jika negosiasi macet.

Secara keseluruhan, perintah eksekutif ini menandai titik balik dalam narasi ekonomi Trump: dari proteksionisme agresif menuju pendekatan yang lebih selektif. Apakah ini akan cukup untuk meredam inflasi pangan yang kronis atau sekadar plasebo politik, waktu akan menjawab—dengan pemantauan ketat dari Kongres, pasar, dan konsumen Amerika.

Pewarta : Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Eskalasi Diplomatik Jepang-China: Imbauan Perjalanan Beijing Picu Protes Tokyo atas Isu Taiwan
Next: Raffi Ahmad Tekankan Storytelling sebagai Pilar Koneksi Keluarga dan Pelestarian Budaya di Tengah Dominasi Digital

Related Stories

Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas
2 min read

Langkah Bersejarah Prancis: Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas, Menuju Rekonsiliasi dengan Masa Lalu Kolonial

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Tragedi Penembakan Massal di Kyiv
2 min read

Tragedi Penembakan Massal di Kyiv: Pelaku Ditembak Mati Setelah Sandera Warga di Supermarket

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Seruan Kuat Memutus Lingkaran Eksploitasi demi Keadilan bagi Afrika
3 min read

Paus Leo XIV di Angola: Seruan Kuat Memutus Lingkaran Eksploitasi demi Keadilan bagi Afrika

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan
  • Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional
  • Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
  • Langkah Bersejarah Prancis: Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas, Menuju Rekonsiliasi dengan Masa Lalu Kolonial
  • Cinema: Lee Cronin Hadirkan Versi Horor Gelap ‘The Mummy’, Keluarga Berduka vs Kejahatan Kuno yang Menjijikkan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.