RI News. Wonogiri – Kecelakaan truk pengangkut telur ayam kembali terjadi di ruas jalan Slogohimo-Jatisrono, Desa Tanggulangin, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, pada Kamis (21/5/2026) dini hari. Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini kembali menimbulkan kerugian material mencapai ratusan juta rupiah dan menegaskan masalah keselamatan jalan yang belum terselesaikan di wilayah tersebut.
Warga setempat, Sumarno, menceritakan kronologi kejadian. Sekitar pukul 01.30 WIB, truk bermuatan telur ayam dengan nomor polisi AG 8865 UT yang dikemudikan Arda, warga Ponggok, Blitar, Jawa Timur, melaju dari arah Slogohimo. Saat memasuki ruas jalan menurun di perbatasan Desa Gunungsari dan Desa Sambirejo, ban belakang truk mengalami selip. Sopir kehilangan kendali, truk oleng ke jalur berlawanan, dan akhirnya terguling.
“Kondisi gerimis dan jalan basah saat itu sangat berpengaruh. Sopir hanya mengalami lecet di kaki kiri, sementara kru tidak mengalami luka,” ujar Sumarno, Jumat (22/5/2026).

Truk tersebut mengangkut telur ayam dari Blitar menuju Garut, Jawa Barat. Akibat terguling, sebagian besar muatan rusak berat, menyebabkan kerugian material yang signifikan.
Insiden ini bukan yang pertama. Menurut warga, dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir, sudah belasan kali truk pengangkut telur asal Blitar dan Tulungagung mengalami kecelakaan serupa di lokasi yang hampir sama. Sembilan hari sebelumnya, truk bermuatan gerigen kosong juga terguling tidak jauh dari titik kejadian kali ini.
“Jalan ini naik-turun, aspalnya licin dan bergelombang, terutama saat hujan. Banyak pengendara yang kurang berhati-hati juga menjadi faktor pendukung,” ungkap beberapa warga setempat.
Salah satu kecelakaan sebelumnya melibatkan truk nomor polisi AG 8184 UT yang dikemudikan Basori dari Tulungagung. Truk tersebut mengalami pecah ban, oleng, dan menimpa dua pengendara sepeda motor yang datang dari arah berlawanan.
Ruas jalan provinsi Jatisrono-Slogohimo memang dikenal rawan kecelakaan. Kontur jalan yang bergelombang, permukaan aspal yang licin meski terlihat halus, minimnya penerangan jalan, serta ranting pohon di pinggir jalan yang sering mengganggu pandangan pengemudi menjadi keluhan utama masyarakat.
Pada awal 2025, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah sempat mendatangi lokasi dan mengakui adanya masalah kontur jalan serta aspal ulang yang terlalu licin. Namun hingga kini, perbaikan menyeluruh belum terlihat signifikan.
Polisi dari Polsek Jatisrono sigap mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, dan mengatur lalu lintas agar evakuasi truk dan muatan tidak mengganggu arus kendaraan lainnya.
Warga berharap pihak berwenang segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap ruas jalan tersebut, termasuk perbaikan geometrik jalan, peningkatan drainase, penambahan lampu penerangan, dan pemangkasan rutin pepohonan. Tanpa intervensi serius, dikhawatirkan pola kecelakaan serupa akan terus berulang dan berpotensi menimbulkan korban jiwa di masa mendatang.
Pewarta: Nandar Suyadi

