RI News. Yogyakarta – Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc. turut serta dalam Opening Ceremony Jogja Financial Festival (JFF) 2026 yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Jumat (22/5/2026). Kehadiran perwira tinggi TNI ini menandakan dukungan institusi keamanan terhadap upaya strategis peningkatan literasi keuangan masyarakat sebagai bagian dari ketahanan nasional.
Festival yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dengan Transmedia ini menghadirkan konsep edukasi keuangan yang segar. Melalui pendekatan interaktif yang memadukan edukasi, bisnis kreatif, dan hiburan, JFF 2026 bertujuan menjangkau generasi muda untuk memahami pengelolaan keuangan secara lebih mendalam dan inklusif.
Dalam laporannya, Ketua Dewan Komisioner LPS Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc. menyoroti kesenjangan yang semakin lebar antara kemajuan teknologi keuangan digital dengan tingkat literasi masyarakat.

“Transaksi keuangan digital saat ini berlangsung dalam hitungan detik. Namun, literasi masyarakat belum berjalan selaras. Hari ini kita membangun generasi baru yang bukan hanya melek digital, tapi juga hebat dalam literasi keuangan,” ujar Anggito.
Anggito menekankan bahwa festival ini merupakan gagasan konkret untuk membina generasi muda dalam pemahaman ekonomi dan keuangan yang kuat.
Sementara itu, Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. menyambut baik penyelenggaraan acara tersebut. Menurutnya, literasi keuangan bukan sekadar pengetahuan tentang tabungan, investasi, kredit, atau asuransi, melainkan fondasi membangun generasi yang mampu mengelola risiko dan peluang di era modern.
Ova Emilia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun literasi keuangan yang sehat dan beretika, menjadikan generasi muda sebagai motor utama transformasi ekonomi Indonesia yang produktif.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan sambutan yang sarat nilai filosofis. Sri Sultan menyambut baik forum ini sebagai ruang kolaborasi antara kebijakan, budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
“Falsafah Jawa menempatkan Gemi Nastiti Ngati-ati sebagai fundamen perilaku ekonomi yang berorientasi pada kehati-hatian, keberlanjutan, dan pengendalian diri,” tegas Sri Sultan.
Ia juga mendorong penguatan edukasi keuangan berbasis komunitas yang berakar pada nilai-nilai lokal, perluasan pembiayaan sehat bagi UMKM, transformasi digital yang aman dan beretika, serta pengembangan keuangan syariah yang lebih inklusif.
Acara pembukaan dilanjutkan dengan Inspirational Business Talks yang menghadirkan Menteri Keuangan RI Dr. Ir. Purbaya Yudhi Sadewa, M.Sc., Ph.D. serta Founder dan CEO PT. Corp Indonesia Prof. Dr. (H.C.) drg. H. Chairul Tanjung, M.B.A. sebagai narasumber.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Komisi XI DPR RI, Ketua Dewan Komisioner OJK, Gubernur Bank Indonesia, Walikota Yogyakarta, Bupati Bantul, Kapolres Bantul, serta Kasi Intel Kasrem 072/Pamungkas.
Kehadiran Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono dalam forum ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia militer, akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku ekonomi dalam membangun ketahanan finansial masyarakat sebagai bagian dari ketahanan nasional yang lebih luas.
Pewarta: Lee anno.

