RI News, 29 Juni 2026, Jakarta — Sebuah tim peneliti internasional berhasil memulihkan DNA manusia purba berusia lebih dari 2.000 tahun langsung dari permukaan dinding gua di Spanyol dan Portugal. Penemuan ini membuka babak baru dalam studi prasejarah, karena selama ini para ahli hanya mengandalkan tulang, sedimen, atau artefak untuk mengungkap sejarah genetik manusia purba.
Penelitian yang dipimpin oleh Hipólito Collado ini melibatkan kolaborasi ilmuwan dari Spanyol, Portugal, Inggris, Jerman, dan China. Hasilnya menunjukkan bahwa dinding batu di dalam gua memiliki kemampuan luar biasa untuk menyimpan jejak genetik manusia selama ribuan tahun. Studi ini dipublikasikan di jurnal ilmiah ternama dan merupakan bagian dari proyek First Art yang awalnya berfokus pada seni cadas tertua di Eropa, khususnya di Gua Maltravieso, Cáceres.

Para peneliti menggunakan teknik ekstraksi dan sekuensing genetik mutakhir untuk menganalisis 24 panel seni cadas dari sebelas gua di kedua negara tersebut. Hasil yang mengejutkan ditemukan tidak hanya di area yang dicat dengan pigmen di Gua Escoural, Portugal, tetapi juga di bagian dinding gua yang tidak berlukisan, termasuk di Gua Covarón, Asturias. Ini menjadi bukti pertama bahwa dinding gua dapat berperan sebagai arsip biologis alami.
Dari sampel DNA yang berhasil diambil, tiga di antaranya berasal dari individu perempuan, satu dari laki-laki, dan satu sampel lainnya belum dapat dipastikan jenis kelaminnya. Penemuan ini tidak hanya membuktikan ketahanan material genetik di lingkungan gua, tetapi juga membuka peluang baru untuk memahami pola hunian, pergerakan, dan aktivitas masyarakat prasejarah di Semenanjung Iberia.
Para ahli meyakini bahwa pendekatan noninvasif ini dapat diterapkan di banyak situs arkeologi lainnya di dunia. Dengan demikian, penelitian mendatang berpotensi mengungkap lebih banyak rahasia tentang asal-usul dan kehidupan manusia purba tanpa merusak warisan budaya yang rapuh.
Pewarta : Anjar Bramantyo
Tagline: #ArkeologiPurba, #DNAGua, #PrasejarahIberia, #PenemuanIlmiah, #Arkeogenetika, #SeniCadas,

