RI News. Trenggalek – Berbeda dengan peringatan Hari Buruh yang kerap diwarnai aksi demonstrasi di banyak daerah, masyarakat Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek memilih cara yang lebih hijau dan konstruktif. Pada Jumat (1/5/2026), mereka menggelar kegiatan penanaman seribu pohon di Dusun Kedungdowo sebagai bentuk peringatan Hari Buruh Internasional sekaligus wujud kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan pekerja.
Kegiatan yang dimotori oleh Bapak Sukaji, pemilik PR Alami Trenggalek, ini berlangsung di lapangan Dusun Kedungdowo dan berjalan lancar sejak pagi hingga berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Trenggalek, Ibu Kristina Ambarwati, pamong desa setempat, personel Polsek Kampak, Sekretaris Daerah, serta ratusan warga masyarakat sekitar yang antusias ikut serta menanam bibit pohon.
Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah mengurangi emisi karbon melalui penanaman massal pohon, sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa peringatan Hari Buruh tidak harus selalu berbentuk protes, melainkan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi lingkungan dan generasi mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Kristina Ambarwati menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menangani isu ketenagakerjaan. Menurutnya, selain memperkuat kolaborasi untuk mencapai kesejahteraan buruh, ada beberapa aspek penting yang perlu terus diperhatikan, termasuk penanganan masalah absensi dan peningkatan perlindungan sosial.
“Kami mengajak seluruh ASN serta masyarakat umum untuk ikut serta mendaftarkan diri dalam program BPJS. Sinergi dengan perusahaan juga sangat diperlukan dalam penanganan kaum buruh agar keselamatan kerja dan kesejahteraan mereka dapat terus meningkat,” ujar Kristina Ambarwati saat diwawancarai di lokasi acara.
Bapak Sukaji selaku penggagas utama penanaman pohon menyatakan optimisme tinggi terhadap kegiatan ini. Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap buruh harus dilihat secara holistik, tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga pada lingkungan tempat mereka bekerja dan tinggal di masa depan.
Baca juga : Polda DIY Siapkan Pengamanan Humanis Jelang May Day: Jamin Ruang Aspirasi Buruh Tetap Aman dan Tertib
Masyarakat setempat tampak senang dan bangga dengan kegiatan tersebut. Seorang warga yang enggan disebut namanya mengungkapkan, “Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa dinas terkait benar-benar peduli terhadap keluhan masyarakat, khususnya soal keselamatan kerja dan kesejahteraan buruh. Kami merasa lebih diperhatikan.”
Kehadiran berbagai unsur, mulai dari aparatur pemerintahan desa, kepolisian, hingga dinas teknis, membuat acara berlangsung dengan tertib dan meriah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk memperingati Hari Buruh dengan pendekatan yang lebih positif dan berkelanjutan.
Dengan aksi nyata ini, Trenggalek kembali menunjukkan bahwa perjuangan hak buruh dapat selaras dengan upaya pelestarian alam demi masa depan yang lebih baik.
Pewarta: Sugeng


