RI News. Pesisir Selatan, 4 Mei 2026 — Program pemberdayaan ekonomi berbasis Dana Badan Usaha Milik Nagari (BUMNAG) di Nagari Indrapura Selatan, Kecamatan Pancung Soal, menunjukkan hasil positif yang nyata. Fokus utama pengelolaan dana saat ini diarahkan pada sektor perikanan melalui usaha budidaya ikan nila yang dikelola secara intensif di kolam-kolam milik nagari.
Kegiatan budidaya ikan nila berjalan lancar berkat kepemimpinan Ketua BUMNAG Indrapura Selatan, Masrizal, yang didukung tiga anggota pengelola manajemen. Pendekatan manajemen yang tertib dan terstruktur diterapkan untuk memastikan produktivitas maksimal sekaligus keberlanjutan usaha jangka panjang.
Menurut Masrizal, saat ini terdapat sepuluh kolam budidaya yang aktif. Setiap kolam diisi dengan 900 ekor bibit benih ikan nila. “Kami terus memantau kualitas air, pakan, dan pertumbuhan ikan agar hasil panen nantinya dapat optimal. Tujuan kami bukan hanya produksi, tetapi juga menciptakan model usaha yang dapat direplikasi dan memberi dampak ekonomi berkelanjutan bagi warga nagari,” ujar Masrizal.

Dukungan penuh datang dari Wali Nagari Indrapura Selatan, Jefprizal. Ia menilai inisiatif BUMNAG ini sebagai langkah strategis dalam mengelola aset nagari secara produktif. “Kami berharap unit usaha ini menjadi contoh bagi nagari-nagari lain di Pesisir Selatan. Keberhasilan budidaya ikan nila tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal,” kata Jefprizal.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir yang mengandalkan potensi sumber daya perairan. Dengan pendekatan berbasis nagari, pengelolaan dana BUMNAG diharapkan mampu menciptakan multiplier effect yang lebih luas, mulai dari peningkatan pendapatan rumah tangga hingga pengembangan rantai nilai perikanan di wilayah tersebut.
Baca juga : Healing di Bumi Gunungkidul: Pengurus RW 05 Bambankerep Rajut Kebersamaan Lewat Wisata Imajinasi
Keberhasilan awal di Indrapura Selatan ini menjadi sinyal positif bahwa model ekonomi nagari berbasis sumber daya lokal dapat menjadi salah satu pilar pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Pewarta: Sami.s


