RI News. Yogyakarta – Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Ketupat Progo 2026 di Gedung Anton Soedjarwo, Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini menjadi tahap krusial dalam mematangkan kesiapan personel menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat selama periode mudik dan perayaan Idulfitri 1447 H yang diperkirakan jatuh sekitar 20-21 Maret 2026.
Latihan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Operasi (Karoops) Polda DIY Kombes Pol Rendra Radita Dewayana, S.I.K., dan melibatkan ratusan personel dari berbagai satuan fungsi di lingkungan Polda DIY serta polres-polres jajaran. Fokus utama adalah menyinkronkan pemahaman teknis, pola pengamanan, serta mekanisme koordinasi lintas satuan guna mengantisipasi potensi kerawanan di lapangan.
Dalam amanat yang dibacakan Karoops, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., menekankan bahwa Operasi Ketupat Progo 2026 akan berlangsung selama 13 hari, tepatnya mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Pendekatan utama operasi ini mengutamakan langkah preemtif dan preventif untuk menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat di tengah arus mudik dan balik Lebaran.

“Latpraops ini dirancang agar seluruh personel memiliki visi yang sama terkait cara bertindak dan strategi penanganan situasi. Dengan pemahaman yang seragam, kami yakin pelaksanaan tugas di lapangan akan lebih efektif dan memberikan rasa aman maksimal bagi pemudik serta warga yang merayakan hari raya,” ujar Karoops dalam keterangannya.
Ia menambahkan, latihan ini juga menjadi kesempatan untuk mempertajam kemampuan personel dalam mengelola dinamika keramaian, pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan, serta koordinasi dengan instansi terkait seperti pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder transportasi.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menegaskan bahwa Latpraops bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama menuju operasi pengamanan yang profesional. “Kesiapan personel dari aspek pemahaman tugas, sinergi antar-satuan, hingga respons cepat terhadap potensi gangguan menjadi kunci. Tujuan akhirnya adalah masyarakat bisa menikmati mudik dan Idulfitri dengan tenang, tanpa kekhawatiran akan gangguan kamtibmas,” jelasnya.
Dengan wilayah DIY yang menjadi salah satu destinasi utama wisatawan dan pemudik, pengamanan Lebaran tahun ini diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan lalu lintas, kemacetan parah, serta potensi konflik sosial. Personel yang terlibat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman seperti penipuan daring terkait tiket transportasi, peredaran barang terlarang, hingga gangguan kamtibmas di objek vital dan pusat keramaian.
Melalui Latpraops Ketupat Progo 2026 ini, Polda DIY menunjukkan komitmen serius dalam mewujudkan “mudik aman, Lebaran berkah” bagi seluruh lapisan masyarakat. Kesiapan matang di tahap pra-operasi diyakini akan menjadi penentu keberhasilan pengamanan secara keseluruhan.
Pewarta: Lee anno

