Skip to content
07/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Hassan Wirajuda: Tanpa Kepercayaan Pihak Bertikai, Eks Menlu Ungkap Mengapa Indonesia Belum Siap Jadi Penengah Konflik Timur Tengah

Hassan Wirajuda: Tanpa Kepercayaan Pihak Bertikai, Eks Menlu Ungkap Mengapa Indonesia Belum Siap Jadi Penengah Konflik Timur Tengah

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 3 minutes read
Eks Menlu Ungkap Mengapa Indonesia Belum Siap Jadi Penengah Konflik Timur Tengah
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Jakarta – Eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai aktor diplomatik yang berupaya meredam ketegangan global. Namun, peluang Jakarta untuk berperan sebagai mediator dinilai masih bergantung pada penerimaan penuh dari semua pihak yang bertikai.

Mantan Menteri Luar Negeri periode 2001–2009, Noer Hassan Wirajuda, menekankan bahwa syarat utama bagi suatu negara untuk menjadi penengah adalah adanya kepercayaan dan kesediaan dari kedua belah pihak. “Menjadi mediator memerlukan penerimaan dari dua pihak yang bertikai,” ujarnya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3) malam.

Menurut Hassan Wirajuda, yang baru saja mengikuti diskusi kebangsaan bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh nasional, kondisi saat ini masih jauh dari suasana kondusif untuk memulai dialog. Konflik yang masih ditandai saling serang dan kekerasan menunjukkan bahwa para pihak belum mencapai titik kejenuhan perang. “Dialog biasanya muncul ketika masing-masing pihak menyadari tidak mampu memenangkan perang. Selama masih ada ambisi dan keyakinan untuk menang, timing-nya belum tepat,” tambahnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap resmi pemerintah. Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto siap memfasilitasi mediasi jika Iran dan Amerika Serikat menunjukkan kehendak bersama. “Jika kedua belah pihak berkeinginan, ya kita—Pak Presiden—bersedia menjadi mediator. Tetapi kalau pandangan mereka berbeda, ya kita kembalikan kepada mereka,” kata Sugiono di lokasi yang sama pada hari yang sama.

Sugiono juga telah melakukan komunikasi langsung, termasuk melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, untuk menyampaikan kesiapan Indonesia dalam mendorong de-eskalasi dan dialog damai. Langkah ini menyusul pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri pada Sabtu (28/2) lalu, yang menegaskan kesediaan Indonesia memfasilitasi dialog guna mengembalikan kondisi keamanan yang kondusif di kawasan.

Baca juga : Ayah dan Anak Pulang Bersama: Jokowi dan Gibran Satu Mobil Usai Diskusi Kebangsaan di Istana

Dari sisi Iran, Duta Besar Mohammad Boroujerdi menyampaikan apresiasi atas niat baik pemerintah Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa hingga kini belum ada langkah konkret yang menghasilkan kemajuan signifikan, terutama karena Teheran menilai Amerika Serikat tidak konsisten dalam mematuhi kesepakatan sebelumnya.

Analisis para pengamat diplomatik menunjukkan bahwa inisiatif Indonesia mencerminkan tradisi politik luar negeri bebas aktif, yang menempatkan perdamaian dan dialog sebagai prioritas. Meski demikian, keberhasilan mediasi sangat bergantung pada dinamika internal para pihak yang bertikai, di mana kelelahan perang dan perhitungan strategis menjadi kunci pembuka pintu negosiasi.

Situasi ini juga menimbulkan implikasi lebih luas bagi Indonesia, termasuk potensi dampak terhadap stabilitas energi global dan posisi negara di forum internasional. Pemerintah terus memantau perkembangan sambil menjaga sikap netral dan konstruktif dalam upaya meredakan krisis yang berpotensi meluas.

Pewarta : Diki Eri

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Ayah dan Anak Pulang Bersama: Jokowi dan Gibran Satu Mobil Usai Diskusi Kebangsaan di Istana
Next: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK: Klaim Tak Ada Uang Disita, Penangkapan Saat Bersama Gubernur Jateng

Related Stories

Latsarmil Tak Hanya Latihan Militer

ASN Komcad: Latsarmil Tak Hanya Latihan Militer, tapi Juga Akselerator Karier dan Pembentuk Karakter

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Koordinasi PU-BGN Percepat Pembangunan Infrastruktur Gizi di Wilayah Terdepan

Koordinasi PU-BGN Percepat Pembangunan Infrastruktur Gizi di Wilayah Terdepan

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Zulhas Pastikan Pupuk Nasional Aman

Zulhas Pastikan Pupuk Nasional Aman: Reformasi Subsidi Dorong Ketahanan Pangan di Tengah Geopolitik Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Hanura Padangsidimpuan Solid Konsolidasi, Siapkan Kemenangan 2029
  • Pantai Sundak Bangkit: Kodim dan Pemkab Gunungkidul Luncurkan Gerakan Indonesia Asri di Hari Lingkungan Sedunia
  • Dugaan Penipuan Rp555 Juta di Balik Sewa Alat Berat: Cek Bodong Menggerus Kepercayaan Bisnis di Labuan Bajo
  • Kekerasan di Balik Tembok Pesantren: Polres Lombok Tengah Usut Kasus Pembakaran dan Pelecehan Santri
  • Kemajuan Ukraina di Medan Perang dan Diplomasi Eropa: Tekanan Semakin Kuat terhadap Rusia
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.