RI News. Pesisir Selatan – Dunia sepak bola akar rumput Sumatera Barat memasuki babak baru yang penuh prestise. PORTAS Cup 1 Open Tournament 3 Provinsi 2026 siap digelar dengan konsep yang jauh melampaui turnamen lokal biasa. Digagas oleh PORTAS FC dari Simpan Gunung dan Tanpa, ajang ini dirancang sebagai simbol kebangkitan sepak bola daerah dengan standar modern dan transparansi tinggi.
Sebelum pertandingan pertama dimulai, panitia telah mencuri perhatian publik melalui Technical Meeting yang digelar dengan nuansa megah, menyerupai proses drawing Piala Dunia FIFA. Acara pengundian grup ini berlangsung di Sekretariat PORTAS FC, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Jumat, 29 Mei 2026.
Dalam technical meeting tersebut, 24 tim terbaik hasil seleksi akan dibagi menjadi 8 grup. Pembagian dilakukan menggunakan tiga pot berdasarkan wilayah asal klub untuk menghindari bentrokan dini antar tim yang berdekatan. Strategi ini dinilai cerdas karena mampu menjaga kualitas persaingan sejak fase grup serta menciptakan atmosfer kompetisi yang lebih sehat dan menarik bagi penonton.

PORTAS Cup 1 semakin menegaskan gengsinya melalui total hadiah mencapai Rp54.000.000. Jumlah ini menjadikannya salah satu turnamen sepak bola paling bergengsi di kawasan Sumatera Barat saat ini.
Ketua Panitia Irfan menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan sangat serius. “Kami ingin PORTAS Cup menjadi turnamen yang benar-benar profesional, transparan, dan mampu memberikan rasa percaya kepada seluruh tim serta masyarakat pecinta sepak bola,” tegasnya.
Technical meeting dihadiri oleh berbagai pihak penting, antara lain manager tim peserta, perwakilan Askab dan Asprov PSSI, komite wasit, Forum Wasit Tapan, unsur Forkopimca, tokoh masyarakat, serta pemerintah nagari setempat. Sebelum acara pengundian, panitia juga menggelar forum diskusi dan evaluasi bersama Forum Wasit Abu Janar dan komite wasit untuk membahas sistem pertandingan, mekanisme penunjukan wasit, serta rekam jejak perangkat pertandingan.
Baca juga : Tebar Daging Kurban LDII Ngaliyan: Memperkuat Solidaritas Sosial Jelang Idul Adha
Kreativitas panitia mendapat apresiasi tinggi dari kalangan wasit. Sdr. Tono dari Komite Wasit Pesisir Selatan menyatakan bahwa konsep yang diusung PORTAS Cup merupakan yang paling profesional dan inovatif yang pernah ada di daerah tersebut.
“Saya sangat salut dengan kreativitas dan keberanian panitia PORTAS Cup. Apa yang mereka bangun adalah salah satu konsep paling profesional dan paling kreatif yang pernah saya lihat di Pesisir Selatan,” ujarnya.
Acara ini digerakkan oleh tim inti yang solid, antara lain Mustakin, Edi Derix Permata, Amrayadi (Doyok), Andriadi, Samsul, Ghani, Burdal, Elmadi, Aidil, Ipen, serta puluhan relawan lainnya yang telah mempersiapkan event ini jauh sebelum hari pelaksanaan.
Dengan konsep yang matang dan komitmen transparansi yang kuat, PORTAS Cup 1 Open Tournament 3 Provinsi 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan juga momentum penting dalam upaya memajukan sepak bola akar rumput di wilayah Pesisir Selatan dan Sumatera Barat secara keseluruhan.
Pewarta: Sami S

