RI News. Gorontalo – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas perencanaan pembangunan di Indonesia melalui penyediaan data ekonomi yang akurat, komprehensif, dan berkelanjutan. Dalam perspektif pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy), sensus ini tidak hanya berfungsi sebagai instrumen statistik, tetapi juga sebagai fondasi bagi perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran di tingkat daerah maupun nasional.
Deputi Bidang Statistik Sosial Nashrul Wajdi menegaskan bahwa keberhasilan SE2026 memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, sensus ekonomi merupakan agenda bersama yang hasilnya akan dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan daerah.
Dalam kegiatan persiapan pelaksanaan sensus di Gorontalo, ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, unsur forum koordinasi pimpinan daerah, lembaga keuangan, instansi vertikal, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam mendukung kesiapan pelaksanaan pendataan ekonomi tersebut.

Secara akademis, sensus ekonomi memiliki peran penting dalam menghasilkan basis data yang mampu menggambarkan struktur, karakteristik, dan dinamika aktivitas usaha di berbagai sektor. Informasi yang diperoleh menjadi instrumen utama dalam mengidentifikasi potensi ekonomi daerah, memetakan tantangan pembangunan, sekaligus merumuskan strategi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Keberhasilan pengumpulan data, lanjut Nashrul, sangat bergantung pada kualitas kerja petugas lapangan yang menjadi garda terdepan dalam proses pendataan. Mereka tidak hanya bertugas menghimpun informasi, tetapi juga memastikan setiap data yang dikumpulkan memiliki tingkat validitas, akurasi, dan kredibilitas yang tinggi sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun administratif.
Karena itu, seluruh petugas sensus diingatkan untuk menjaga integritas, profesionalisme, objektivitas, serta mematuhi prinsip-prinsip statistik resmi selama menjalankan tugas. Pendekatan komunikasi yang baik kepada masyarakat dan pelaku usaha juga dinilai penting guna menciptakan kepercayaan publik serta meningkatkan kualitas informasi yang diberikan.
Baca juga : 340 Jemaah Haji Padangsidimpuan Kembali ke Tanah Air, Momentum Penguatan Nilai Sosial dan Keagamaan
Partisipasi masyarakat dan dunia usaha menjadi faktor yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan sensus. Keterbukaan dalam memberikan informasi yang lengkap dan sesuai kondisi riil usaha akan membantu menghasilkan gambaran ekonomi yang lebih akurat. Data tersebut pada akhirnya akan menjadi rujukan dalam penyusunan berbagai program pembangunan, mulai dari penguatan sektor usaha, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan daya saing ekonomi daerah.
SE2026 sendiri merupakan agenda nasional yang diselenggarakan setiap satu dekade untuk memotret kondisi ekonomi Indonesia secara menyeluruh. Hasil sensus diharapkan mampu menjadi sumber data strategis yang mendukung transformasi pembangunan nasional menuju kebijakan yang lebih adaptif, terukur, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, kalangan akademisi, dan masyarakat luas, pelaksanaan SE2026 di Gorontalo diharapkan mampu menghasilkan data berkualitas tinggi yang tidak hanya mencerminkan kondisi ekonomi saat ini, tetapi juga menjadi pijakan dalam merancang arah pembangunan Indonesia pada masa mendatang.
Pewarta : Marco Kawulusan
Tagline: #SE2026, #SensusEkonomi2026, #BPSRI, #DataPembangunan, #StatistikNasional, #PembangunanDaerah, #EkonomiIndonesia, #DataBerkualitas, #KebijakanPublik, #Gorontalo, #PembangunanBerkelanjutan, #KolaborasiPembangunan, #PendataanEkonomi, #EvidenceBasedPolicy, #TransformasiEkonomi,

