Skip to content
07/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Rodat Bangkit di Sragen: Dari Warisan Religius ke Agenda Kebudayaan Lokal

Rodat Bangkit di Sragen: Dari Warisan Religius ke Agenda Kebudayaan Lokal

Jurnalis RI News Portal Posted on 10 bulan ago 3 minutes read
Rodat Bangkit di Sragen
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Sragen – Setelah puluhan tahun terpinggirkan oleh arus hiburan modern, kesenian tradisional Rodat kembali bangkit di Kabupaten Sragen. Momentum kebangkitan ini berlangsung pada Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, di kediaman Awi, seorang pegiat media asal Desa Bonagung, Kecamatan Tanon.

Ratusan warga menjadi saksi ketika seni yang sarat nilai religius itu dipentaskan kembali. Inisiatif ini lahir dari kolaborasi Awi (43) dengan Robani (58), tokoh seni tradisional asal Desa Bagor, Kecamatan Miri. Bersama lebih dari 30 anggota, mereka menampilkan Rodat dengan iringan syair Islami-Jawa, tarian, hingga atraksi ekstrem seperti menyemburkan api, mengangkat kursi dengan gigi, hingga memecahkan genting menggunakan kepala.

Menurut catatan para pelaku seni, Rodat bukan sekadar hiburan. Ia mengandung pesan moral dan religius melalui syair yang dinyanyikan, parikan bernuansa pepeling, serta gerakan simbolis yang memiliki makna spiritual. Robani menegaskan, tradisi ini sudah ada turun-temurun sejak nenek moyang.

Dari sisi historis, penyelenggara Awi menambahkan, Rodat pernah menjadi sarana penyamaran masyarakat pribumi untuk berlatih bela diri dan baris-berbaris di masa kolonial, ketika aktivitas itu dilarang penjajah. Atraksi-atraksinya melambangkan daya tahan dan keteguhan menghadapi penindasan, sementara doa-doa khusus yang dilantunkan menjadi wujud syukur sekaligus permohonan perlindungan.

Namun, perkembangan zaman membuat Rodat kian terpinggirkan. Robani mengakui, sekitar 15 tahun terakhir kesenian ini hampir punah akibat dominasi hiburan modern. “Generasi muda lebih suka musik gitaran, campursari, atau hiburan digital. Tapi dengan kebangkitan kali ini, kami ingin warisan leluhur ini kembali hidup,” ujarnya.

Dalam sekali pentas, para pemain biasanya membawakan lagu nasional Garuda Pancasila, disusul lagu-lagu Jawa seperti Kulonuwun, Jalan-jalan, dan Turun Sari. Seluruh pemain mengenakan busana hitam dan membentuk lingkaran, simbol persatuan dan perlindungan bagi seluruh anggota.

Baca juga : Ahli Waris Klaim Tanah PLTU Muara Tawar: Surat ke Presiden Prabowo hingga Ancaman Pengambilalihan

Kebangkitan Rodat di Sragen tidak hanya menjadi peristiwa seni, tetapi juga refleksi penting bagi kebijakan kebudayaan lokal. Awi menekankan perlunya dukungan pemerintah dalam menciptakan ruang-ruang publik yang memungkinkan seni tradisional hidup berdampingan dengan budaya populer.

“Bayangkan kalau setiap desa punya kantong budaya sendiri yang dikelola masyarakat, dengan fasilitasi pemerintah. Saya yakin tradisi seperti Rodat akan kembali bergairah,” ujarnya. Awi juga mendorong perubahan paradigma dari sentralisasi ke desentralisasi kebudayaan, agar pemilik tradisi menjadi subjek, bukan sekadar objek festival.

Rodat mencerminkan relasi antara agama, seni, dan masyarakat Jawa. Nilai religius tampak pada syair Islami-Jawa yang mengajarkan kebajikan, nilai historis hadir dalam kaitannya dengan perjuangan melawan kolonialisme, sementara nilai sosial terlihat pada fungsi seni ini sebagai ruang komunal yang menyatukan warga.

Kesenian tradisional seperti Rodat tidak hanya perlu dilestarikan sebagai artefak budaya, tetapi juga dikontekstualisasikan dalam pembangunan sosial-budaya lokal. Dengan kata lain, Rodat bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat Sragen merumuskan identitas dan kebanggaan di tengah arus globalisasi.

Pewarta : Danang

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Ahli Waris Klaim Tanah PLTU Muara Tawar: Surat ke Presiden Prabowo hingga Ancaman Pengambilalihan
Next: OJK Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Related Stories

Harmoni Gotong Royong dalam Irama Bambu

Harmoni Gotong Royong dalam Irama Bambu: Bandung Angklung City Festival 2026 Makin Menggema

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 jam ago 0
Jakarta Menuju Ruang Publik yang Lebih Hijau

Jakarta Menuju Ruang Publik yang Lebih Hijau: CFD Rasuna Said Siap Jadi Landmark Baru Warga

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 jam ago 0
Hanura Padangsidimpuan Solid Konsolidasi

Hanura Padangsidimpuan Solid Konsolidasi, Siapkan Kemenangan 2029

Jurnalis RI News Portal Posted on 19 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • NASA Sukses Uji Coba X-59: Langkah Revolusioner Menuju Era Penerbangan Supersonik yang Ramah Lingkungan
  • Revolusi Kekuatan Komputasi: Google Berbalik Menyewa dari SpaceX di Era Dominasi AI Elon Musk
  • Harmoni Gotong Royong dalam Irama Bambu: Bandung Angklung City Festival 2026 Makin Menggema
  • Jakarta Menuju Ruang Publik yang Lebih Hijau: CFD Rasuna Said Siap Jadi Landmark Baru Warga
  • Ditjen Imigrasi Berhasil Tangkap dan Deportasi Buronan Pelecehan Seksual Warga AS yang Bersembunyi 15 Tahun di Indonesia
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.