Skip to content
04/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Putin Bermain Waktu: Rusia Tak Siap Serang NATO, tapi Siap Ganda Kekuatan di Perbatasan Timur

Putin Bermain Waktu: Rusia Tak Siap Serang NATO, tapi Siap Ganda Kekuatan di Perbatasan Timur

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Putin Bermain Waktu
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. London, 11 Februari 2026 – Meski perang di Ukraina memasuki tahun keempat tanpa tanda berakhir, Moskow tidak memiliki kapasitas untuk melancarkan serangan militer terhadap negara-negara NATO dalam dua tahun ke depan. Namun, Kremlin sedang mempercepat reformasi militer besar-besaran yang bertujuan menggandakan atau bahkan melipatgandakan kekuatan pasukannya di sepanjang flank timur aliansi Atlantik Utara—tergantung sepenuhnya pada bagaimana akhir konflik di Ukraina nantinya.

Penilaian ini muncul dari laporan intelijen terbaru yang dirilis oleh dinas intelijen luar negeri Estonia, yang menyoroti kekhawatiran mendalam Moskow terhadap upaya rearmament (persenjataan ulang) yang sedang digalakkan Eropa. Kepala dinas tersebut, Kaupo Rosin, menegaskan bahwa Rusia saat ini kekurangan sumber daya untuk membuka front baru melawan NATO. Sebagian besar aset militernya masih terikat di wilayah pendudukan Ukraina dan di dalam negeri untuk menjaga stabilitas serta mencegah serangan balik dari Kyiv.

“Rusia memahami bahwa Eropa, dalam dua hingga tiga tahun ke depan, berpotensi melakukan aksi militer independen terhadapnya jika persenjataan ulang berjalan lancar,” ujar Rosin dalam pengarahan daring baru-baru ini. Strategi Kremlin kini bergeser ke upaya menunda dan menghambat proses tersebut, sambil terus memproduksi amunisi dalam skala masif—cukup untuk mempertahankan perang di Ukraina sekaligus menimbun stok bagi konflik masa depan.

Dinamika ini sangat dipengaruhi oleh jalannya perundingan damai yang dimediasi Amerika Serikat. Presiden Donald Trump telah menetapkan tenggat Juni 2026 bagi Rusia dan Ukraina untuk mencapai penyelesaian, dengan ancaman tekanan yang lebih keras jika gagal. Namun, dari perspektif intelijen Eropa, Presiden Vladimir Putin belum menunjukkan niat sungguh-sungguh untuk mengakhiri invasi. Ia diyakini masih meyakini bahwa kemenangan militer di Ukraina tetap mungkin, meski informasi yang diterimanya dari bawahannya cenderung terlalu optimis dan tidak mencerminkan realitas di lapangan.

Pejabat Rusia, menurut sumber intelijen, sedang “mengulur waktu” dalam dialog dengan Washington. Tidak ada diskusi substantif tentang kerja sama jangka panjang; Moskow justru melihat Amerika sebagai “musuh utama” dan berupaya memanfaatkan perundingan untuk memperbaiki posisi tawarnya, termasuk pelonggaran sanksi dan pengakuan atas wilayah pendudukan. Sementara pertukaran tawanan baru-baru ini di Abu Dhabi disebut sebagai kemajuan oleh Gedung Putih, isu krusial seperti status wilayah Donbas, demiliterisasi, dan jaminan keamanan tetap macet.

Baca juga : Tragedi Tenggelam di Bengawan Solo: Pasien Gangguan Jiwa Ditemukan Meninggal Setelah Hilang Tiga Hari

Di lapangan, serangan Rusia terus berlanjut. Pekan ini, bom meluncur menghantam Sloviansk di wilayah Donetsk, menewaskan seorang anak perempuan berusia 11 tahun beserta ibunya dan melukai belasan warga sipil lainnya. Serangan drone malam hari di berbagai wilayah juga menimbulkan korban, termasuk anak-anak kecil. Situasi ini memperlihatkan bahwa meski Rusia mengalami kerugian besar, kemampuan produksi senjatanya tetap tangguh.

Para analis keamanan Eropa menilai bahwa posisi Putin hanya akan bergeser jika situasi internal Rusia atau garis depan mencapai titik kritis yang mengancam kekuasaannya. Untuk saat ini, keyakinan bahwa ia bisa “mengakali” semua pihak—termasuk dalam diplomasi dengan AS—masih mendominasi pemikiran Kremlin. Hal ini menciptakan paradoks: perundingan damai yang intens justru menjadi alat bagi Rusia untuk memperkuat posisi jangka panjang, sementara Eropa dan NATO dipaksa mempercepat investasi pertahanan agar keseimbangan kekuatan tetap menguntungkan.

Dalam konteks ini, laporan intelijen Estonia menjadi pengingat penting: ancaman Rusia terhadap keamanan Eropa bukanlah invasi mendadak tahun ini, melainkan pembangunan kekuatan sistematis yang bisa mengubah peta kekuatan regional dalam beberapa tahun mendatang. Eropa harus bertindak cepat—bukan karena Rusia akan menyerang besok, tapi agar Moskow tidak pernah berani melakukannya di masa depan.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Tragedi Tenggelam di Bengawan Solo: Pasien Gangguan Jiwa Ditemukan Meninggal Setelah Hilang Tiga Hari
Next: Monarki di Persimpangan: Raja Charles Memilih Transparansi di Tengah Badai Epstein yang Kian Menguat

Related Stories

Pergeseran Taktik Serangan Udara Rusia
3 min read

Pergeseran Taktik Serangan Udara Rusia: Dari Malam ke Siang, Meningkatkan Ancaman bagi Warga Sipil Ukraina

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 menit ago 0
Min Aung Hlaing Resmi Jadi Presiden Myanmar
3 min read

Di Balik Jubah Sipil: Min Aung Hlaing Resmi Jadi Presiden Myanmar, Militer Tetap Berkuasa di Tengah Perang Saudara

Jurnalis RI News Portal Posted on 12 menit ago 0
Tragedi Berdarah di Sekolah Balita Kampala
2 min read

Tragedi Berdarah di Sekolah Balita Kampala: Serangan Sadis yang Mengguncang Keamanan Pendidikan Anak Usia Dini di Uganda

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Indonesia Bidik Gastronomi Jepang sebagai Pilar Pariwisata Masa Depan: Kolaborasi Strategis Menuju 60 Juta Wisatawan Mancanegara
  2. Hani I mengenai Babak Penentuan Dramatis Kasus VCS Bupati Limapuluh Kota: Polda Sumbar Siapkan Gelar Perkara Tanpa Restorative Justice
  3. Adi Tanjoeng mengenai Debat Sengit Data Bantuan Banjir Mengguncang Paripurna LKPJ Wali Kota Padangsidimpuan
  4. Mayang Sari mengenai Posbakum di Akar Rumput: Wujud Nyata Reformasi Hukum Prabowo untuk Keadilan Bagi Semua Lapisan Masyarakat
  5. Sammy Sandinata mengenai KSAL Laksamana Muhammad Ali Lepas KRI Bima Suci: Diplomasi Laut yang Menempa Generasi Pelaut Global

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Pergeseran Taktik Serangan Udara Rusia: Dari Malam ke Siang, Meningkatkan Ancaman bagi Warga Sipil Ukraina
  • Di Balik Jubah Sipil: Min Aung Hlaing Resmi Jadi Presiden Myanmar, Militer Tetap Berkuasa di Tengah Perang Saudara
  • Pergantian Tongkat Komando di Korem 072/Pamungkas: Perspektif Akademik dari Alumni UGM Hadapi Tantangan Keamanan Yogyakarta
  • Truk Pengangkut Snack Tergelincir di Tikungan Licin Jatisrono, Supir dan Pendamping Selamat Meski Kendaraan Terbalik
  • Jumat Agung 2026 di Wonogiri: Ribuan Jemaat Beribadah dalam Suasana Aman dan Khusyuk Berkat Pengamanan Ketat Polres
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.