RI News Portal. Jakarta – Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menegaskan sikap tegas terhadap integritas kader partainya. Dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra, Prabowo menyampaikan arahan jelas bahwa tidak akan ada pembelaan atau perlakuan istimewa bagi kader yang terlibat dalam perbuatan tercela.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, usai mengikuti acara syukuran di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat malam. Acara yang berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WIB tersebut menjadi momentum Prabowo untuk mengingatkan seluruh jajaran partai agar menjaga sikap dan perilaku.
“Beliau menyampaikan bahwa apabila ada kader yang melakukan perbuatan tercela, maka tidak akan mendapat pembelaan maupun perlakuan khusus,” ujar Dasco Ahmad, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI, dalam keterangan usai acara.

Arahan Prabowo tersebut, menurut Dasco, ditujukan khusus kepada kader Gerindra yang saat ini menjalankan tugas di lingkungan eksekutif, legislatif, maupun di berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Prabowo meminta mereka untuk selalu berhati-hati, melakukan introspeksi diri, serta menjaga amanah berupa keuangan dan kepercayaan rakyat.
“Pesan utamanya adalah untuk selalu mawas diri dan menjaga uang rakyat,” tambah Dasco.
Peringatan ini menjadi sorotan karena disampaikan di tengah posisi strategis banyak kader Gerindra dalam struktur pemerintahan saat ini. Prabowo menekankan pentingnya menjaga amanah yang diberikan rakyat, sejalan dengan semangat partai yang mengusung perjuangan untuk kesejahteraan masyarakat.
Selain perayaan intim di kediaman Prabowo, Partai Gerindra juga menggelar syukuran terpisah di Gedung Pustakaloka, kompleks parlemen, Jakarta, pada hari yang sama. Acara tersebut dihadiri sejumlah elit partai, termasuk menteri-menteri Kabinet Merah Putih yang berasal dari Gerindra, serta anggota fraksi di DPR.
Hadir pula dalam pertemuan di Kertanegara sejumlah pengurus senior seperti Ahmad Muzani, Sugiono, Budisatrio Djiwandono, Prasetyo Hadi, serta berbagai kader yang kini menduduki posisi kunci di pemerintahan.
Pesan tegas Prabowo ini dianggap sebagai upaya memperkuat komitmen internal partai terhadap prinsip akuntabilitas dan integritas, terutama di era di mana partai pengusung pemerintahan menghadapi tuntutan tinggi dari publik terkait kinerja dan perilaku pejabat. Dengan demikian, Gerindra menegaskan bahwa loyalitas terhadap hukum dan rakyat berada di atas segala bentuk ikatan partai.
Pewarta : Diki Eri

