Skip to content
13/05/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Penangkapan Pelaku Kunci Serangan Benghazi Setelah 13 Tahun Mengakhiri Babak Panjang Pencarian Pertanggungjawaban

Penangkapan Pelaku Kunci Serangan Benghazi Setelah 13 Tahun Mengakhiri Babak Panjang Pencarian Pertanggungjawaban

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 3 minutes read
Penangkapan Pelaku Kunci Serangan Benghazi Setelah 13 Tahun Mengakhiri Babak Panjang Pencarian Pertanggungjawaban
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Washington, 7 Februari 2026 – Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan penangkapan dan ekstradisi Zubayar al-Bakoush, seorang warga Libya yang selama lebih dari satu dekade menjadi buronan karena perannya sebagai salah satu pelaku utama dalam serangan teroris terhadap kompleks diplomatik AS di Benghazi pada 11 September 2012. Penangkapan ini menandai tonggak penting dalam upaya berkelanjutan AS untuk menegakkan akuntabilitas hukum atas peristiwa yang tidak hanya menewaskan empat warga Amerika, tetapi juga menjadi salah satu isu politik paling kontroversial di era pasca-9/11.

Serangan yang berlangsung selama 13 jam itu dimulai ketika kelompok militan bersenjata berat menerobos gerbang konsulat AS, membakar gedung, dan menyerang fasilitas kedua yang dikenal sebagai “the Annex”. Korban tewas meliputi Duta Besar J. Christopher Stevens, pegawai Departemen Luar Negeri Sean Smith, serta dua kontraktor CIA sekaligus mantan Navy SEAL, Tyrone Woods dan Glen Doherty. Al-Bakoush diduga ikut serta dalam kelompok yang memasuki kompleks diplomatik hanya 15 menit setelah serangan dimulai, melakukan pengintaian, dan mencoba membobol kendaraan staf diplomatik.

Menurut dakwaan yang baru dibuka, al-Bakoush adalah anggota Ansar al-Sharia, kelompok militan yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Ia kini menghadapi delapan tuduhan federal, termasuk pembunuhan, percobaan pembunuhan, pembakaran, dan konspirasi memberikan dukungan material kepada organisasi teroris asing. Dakwaan ini sebenarnya telah disiapkan sejak lebih dari satu dekade lalu, tetapi baru dibuka setelah ia berhasil dibawa ke wilayah AS.

Penangkapan ini merupakan yang ketiga dalam kasus Benghazi. Sebelumnya, Ahmed Abu Khattala divonis 28 tahun penjara pada 2014, dan Mustafa al-Imam divonis lebih dari 19 tahun pada 2020. Keduanya ditangkap melalui operasi khusus di Libya. Keberhasilan menangkap al-Bakoush menegaskan bahwa ketidakstabilan politik Libya pasca-2011 tidak menghalangi upaya AS untuk membawa pelaku ke pengadilan, meskipun prosesnya memakan waktu bertahun-tahun.

Jaksa Agung Pam Bondi menyatakan, “Kami tidak pernah berhenti mencari keadilan atas kejahatan terhadap bangsa kami.” Sementara itu, Jaksa Federal Jeanine Pirro menambahkan nada tegas: “Masih ada pelaku lain di luar sana. Waktu tidak akan menghentikan kita untuk mengejar para pelaku ini, berapa lama pun diperlukan, demi memenuhi kewajiban kita kepada keluarga korban.”

Para penjaga militer Libya memeriksa salah satu bangunan Konsulat AS yang hangus terbakar, 14 September 2012, selama kunjungan Presiden Libya Mohammed el-Megarif (tidak terlihat dalam foto) ke Konsulat AS untuk menyampaikan belasungkawa atas kematian duta besar Amerika Chris Stevens dan rekan-rekannya setelah serangan mematikan terhadap Konsulat pada 11 September di Benghazi, Libya.

Dari perspektif hukum internasional, kasus ini menggambarkan model penegakan hukum transnasional yang gigih: mengandalkan kerjasama intelijen, operasi rendah profil, dan ketekunan institusional yang melampaui pergantian pemerintahan. Meski serangan Benghazi pernah menjadi senjata politik tajam—dengan kritik keras terhadap keamanan fasilitas dan respons pemerintahan Obama—laporan kongres akhirnya tidak menemukan pelanggaran pidana oleh pejabat tinggi, termasuk Hillary Clinton.

Baca juga : Purbaya Akui Tahu Lokasi Safe House DJBC Sejak Lama: ‘Rupanya Betul-Betul Serius Ada’

Bagi keluarga korban, penangkapan ini bukan sekadar kemenangan hukum, melainkan pengakuan resmi bahwa tragedi 11 September 2012 di Benghazi tidak pernah dilupakan. Di tengah dunia yang semakin kompleks dan tidak stabil, kasus ini menjadi pengingat bahwa keadilan, meski tertunda, tetap dapat diwujudkan—bahkan setelah lebih dari tiga belas tahun.

Kasus ini akan disidangkan di Pengadilan Distrik Federal Washington, D.C., dan dipantau secara luas sebagai ujian terakhir dari komitmen Amerika untuk meminta pertanggungjawaban atas serangan terhadap diplomat dan warganya di luar negeri.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Purbaya Akui Tahu Lokasi Safe House DJBC Sejak Lama: ‘Rupanya Betul-Betul Serius Ada’
Next: Upaya Pembunuhan di Tengah Diplomasi: Wakil Kepala Intelijen Militer Rusia Terluka Parah, Bayang Teror Mengancam Perundingan Damai Ukraina

Related Stories

Timor Leste Siap Pimpin ASEAN 2029

Timor Leste Siap Pimpin ASEAN 2029: Bukti Evolusi Komunitas yang Semakin Inklusif

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Kunjungan Trump ke Beijing di Tengah Ketegangan Global

Kunjungan Trump ke Beijing di Tengah Ketegangan Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Dua Agen Ganda China Divonis Bersalah Lakukan Pengawasan Gelap terhadap Aktivis Hong Kong

Dua Agen Ganda China Divonis Bersalah Lakukan Pengawasan Gelap terhadap Aktivis Hong Kong

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 hari ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sultan Liwa mengenai Benteng Kebenaran di Era Banjir Informasi: Pers Indonesia Siap Hadapi Hoaks
  2. Sammy Sandinata mengenai Program MBG Banten: Rp1 Miliar Per Bulan dari Setiap Titik Gizi, Ekonomi Bergerak Signifikan
  3. rendro mengenai Dua Agen Ganda China Divonis Bersalah Lakukan Pengawasan Gelap terhadap Aktivis Hong Kong
  4. Sammy Sandinata mengenai Dugaan Keracunan Massal MBG di SMKN 1 Jatiroto: Ratusan Siswa dan Guru Alami Diare, Penyebab Masih Diselidiki
  5. Sultan Liwa mengenai Surat dari Balik Jeruji: Chyntia Kalangit Mempertanyakan Keadilan di Balik Tuduhan Korupsi Pasca Bencana Ruang

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Memperkuat Solidaritas Global South: Indonesia dan Etiopia Bangun Kemitraan Strategis Berorientasi Hasil
  • Progres Menggembirakan MRT Jakarta: Wapres Gibran Puas dengan Kerapian Terowongan Harmoni
  • Gerry Utama, Penerima Beasiswa Baznas, Raih Ki Hajar Dewantara Award atas Riset Sains Polar-Tropis yang Perkuat Diplomasi RI-Rusia
  • Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Picu Krisis Dapur di Padangsidimpuan, Harga Melambung hingga Rp30.000
  • Djamari Chaniago: Latihan Keras dan Disiplin, Modal Utama Prajurit Garuda di Tengah Konflik Lebanon yang Memanas
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.