Skip to content
19/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Prabowo di PBB: Solusi Dua Negara Bukan Hanya untuk Palestina, Tapi Kredibilitas Dunia

Prabowo di PBB: Solusi Dua Negara Bukan Hanya untuk Palestina, Tapi Kredibilitas Dunia

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 bulan ago 3 min read
Tapi Kredibilitas Dunia
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. New York, 23 September 2025 – Di tengah gemerlap markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato yang tak hanya menyentuh hati nurani global, tetapi juga menantang fondasi kredibilitas lembaga internasional itu sendiri. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tentang Palestina dan Solusi Dua Negara, Prabowo menegaskan bahwa pertemuan ini melampaui nasib satu bangsa, melainkan menjadi ujian bagi masa depan Israel dan integritas PBB secara keseluruhan.

Pidato Prabowo, yang disampaikan di hadapan para pemimpin dunia termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, menjadi sorotan utama dalam rangkaian Sidang Majelis Umum ke-80 PBB. “Oleh karena itu, hari ini dengan bermartabat kami berkumpul untuk mengemban tanggung jawab historis kami,” ujar Prabowo, seraya menekankan bahwa tanggung jawab ini mencakup nasib Palestina, prospek Israel, dan kepercayaan dunia terhadap PBB. Nada pidatonya, yang penuh hormat namun tegas, mencerminkan posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten dalam advokasi perdamaian berbasis keadilan.

KTT ini, yang diinisiasi oleh Prancis dan Kerajaan Arab Saudi, bukanlah sekadar forum diplomatik rutin. Di bawah kepemimpinan bersama Presiden Macron dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, acara ini menyatukan 33 delegasi dari berbagai negara serta organisasi seperti Uni Eropa dan Liga Arab. Macron membuka sesi sebagai co-chair, diikuti oleh Faisal bin Farhan dan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, menciptakan panggung bagi diskusi mendalam tentang krisis yang telah berlarut-larut.

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan penghargaan mendalam atas nama bangsa Indonesia kepada inisiator acara. Ia memuji kepemimpinan Prancis dan Arab Saudi sebagai “musyawarah yang penting,” yang membuka jalan bagi dialog konstruktif di tengah ketegangan global. Namun, di balik rasa hormat itu, Prabowo tak ragu menyuarakan keprihatinan atas tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung. “Ribuan nyawa tak berdosa, terutama perempuan dan anak-anak, terbunuh,” katanya, seraya menggambarkan bagaimana kekerasan telah menimbulkan ancaman kelaparan dan bencana yang nyata.

Baca juga : Desakan Transparansi Hukum: Aliansi Masyarakat Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Dana CSR BI-OJK

Mengutuk segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil, Prabowo menegaskan, “Kelaparan mengancam, bencana kemanusiaan sedang terjadi di depan mata kita. Kami mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa.” Pernyataan ini bukan hanya retorika; ia mencerminkan komitmen Indonesia untuk menjadikan KTT ini sebagai momentum aksi, bukan sekadar kata-kata. Prabowo menekankan bahwa pertemuan ini bertujuan mengemban tanggung jawab atas kekerasan yang telah merenggut begitu banyak jiwa, menjadikannya panggilan bagi komunitas internasional untuk bertindak secara kolektif.

Secara konsisten, Indonesia mempertahankan dukungannya terhadap solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian abadi. Prabowo menyatakan bahwa pemerintahannya siap mengakui Negara Israel, tetapi dengan syarat: pengakuan terlebih dahulu atas kemerdekaan dan kenegaraan Palestina. “Kita harus menjamin kenegaraan Palestina, tetapi Indonesia juga menyatakan bahwa setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui Negara Israel dan kami akan mendukung semua jaminan keamanan Israel,” tegasnya. Pendekatan ini, yang menggabungkan empati dengan pragmatisme, menawarkan visi perdamaian yang seimbang, di mana keamanan kedua belah pihak menjadi prioritas utama.

Prabowo tidak sendirian dalam perwakilannya; ia didampingi oleh rombongan kunci, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, serta Wakil Tetap RI untuk PBB Umar Hadi. Kehadiran mereka menandai komitmen holistik Indonesia, yang melibatkan aspek diplomatik, ekonomi, dan hak asasi manusia dalam isu Palestina.

Dalam konteks yang lebih luas, KTT ini muncul sebagai respons terhadap krisis berkepanjangan yang telah menguji batas diplomasi internasional. Dengan menyoroti kredibilitas PBB, Prabowo secara implisit mengajak dunia untuk merefleksikan efektivitas lembaga tersebut dalam menangani konflik abad ke-21. Pidatonya bukan hanya tentang Palestina atau Israel, melainkan tentang bagaimana komunitas global dapat memulihkan kepercayaan melalui tindakan nyata. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, posisi Indonesia di sini memperkaya narasi global, menjembatani perspektif Timur dan Barat dalam pencarian solusi yang adil.

Acara ini, yang berlangsung pada Senin sore waktu setempat, meninggalkan pesan yang resonan: perdamaian bukanlah pilihan, melainkan tanggung jawab historis yang harus diemban bersama. Saat dunia menyaksikan, pertanyaan kini bergeser dari “apa yang bisa dilakukan” menjadi “apa yang harus dilakukan segera” untuk menyelamatkan kredibilitas PBB dan nyawa yang tak terhitung.

Pewarta : Albertus Parikesit

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Desakan Transparansi Hukum: Aliansi Masyarakat Dorong KPK Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Dana CSR BI-OJK
Next: Sikap Tegas Prabowo di PBB: Penghargaan untuk Pengakuan Palestina dan Seruan Perdamaian

Related Stories

Patriotisme Daerah sebagai Pilar Utama Kekuatan Bangsa
2 min read

Patriotisme Daerah sebagai Pilar Utama Kekuatan Bangsa: Presiden Prabowo Tekankan Komitmen Pimpinan DPRD di Magelang

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Mafia Pangan di Balik Garis Pantai Panjang
3 min read

Mafia Pangan di Balik Garis Pantai Panjang: Mentan Amran Desak Pengusutan Akar Penyelundupan Bawang dan Cabai Ilegal di Pontianak

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Kolaborasi Pendidikan Tinggi dengan AS Dorong Lonjakan Inovasi Semikonduktor dan Kesehatan
2 min read

Indonesia Bidik Talenta Global: Kolaborasi Pendidikan Tinggi dengan AS Dorong Lonjakan Inovasi Semikonduktor dan Kesehatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bay Tat Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional: Pemkot Bengkulu Raih Penghargaan dari Kementerian Kebudayaan
  • Dari Monas, Pesan Damai Pramono Anung: Kedamaian Lahir dari Hati Setiap Warga, Bukan Hanya Forum Internasional
  • Semangat Olahraga dan Kearifan Lokal Menyatu Jelang Bersih Desa Sumbergedong Trenggalek
  • Langkah Bersejarah Prancis: Mengembalikan Warisan Budaya yang Dirampas, Menuju Rekonsiliasi dengan Masa Lalu Kolonial
  • Cinema: Lee Cronin Hadirkan Versi Horor Gelap ‘The Mummy’, Keluarga Berduka vs Kejahatan Kuno yang Menjijikkan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.