Skip to content
22/10/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Mafia Pangan di Balik Garis Pantai Panjang: Mentan Amran Desak Pengusutan Akar Penyelundupan Bawang dan Cabai Ilegal di Pontianak

Mafia Pangan di Balik Garis Pantai Panjang: Mentan Amran Desak Pengusutan Akar Penyelundupan Bawang dan Cabai Ilegal di Pontianak

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 bulan ago 3 minutes read
Mafia Pangan di Balik Garis Pantai Panjang
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk membongkar jaringan penyelundupan komoditas pangan ilegal secara tuntas, termasuk aktor intelektual di baliknya. Pernyataan ini disampaikan menyusul keberhasilan Satgas Pangan Bareskrim Polri menggagalkan upaya penyelundupan puluhan ton bawang dan cabai kering di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

“Kami minta diusut sampai ke akar. Aktor intelektualnya harus dibongkar. Ini jaringan besar, bukan kasus biasa,” tegas Amran dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Meski demikian, Mentan mengapresiasi langkah cepat dan tegas aparat dalam mengamankan 23,1 ton komoditas pangan ilegal yang disita pada Senin (13/4/2026) di dua lokasi berbeda di Pontianak. Barang bukti mencakup bawang merah asal Thailand sebanyak 2,1 ton, bawang putih asal China 9,1 ton, bawang bombai asal Belanda 7,9 ton, bawang bombai asal India 1,6 ton, serta cabai kering asal China 2,2 ton.

“Langkah cepat ini patut diapresiasi. Ini bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi petani dari praktik curang yang merusak harga dan tata niaga pangan nasional,” ujar Amran.

Ia menekankan bahwa penindakan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan semata. Pengusutan harus menjangkau jaringan yang lebih luas, karena kasus di Pontianak hanyalah sebagian kecil dari pola penyelundupan yang berulang dan terorganisir di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam beberapa bulan terakhir, aparat telah menggagalkan penyelundupan dalam skala besar, seperti 133,5 ton bawang bombai ilegal di Semarang, 72 ton di Surabaya, 250 ton beras ilegal di Sabang, serta sekitar 1.000 ton beras ilegal di Tanjung Balai Karimun.

“Ini pola yang sama, berulang, dan terorganisir. Berulang kali kami sebut ini mafia pangan. Skalanya sudah ratusan sampai ribuan ton. Artinya ada kekuatan besar di belakangnya,” tegas Amran.

Baca juga : Respons Sigap Polres Melawi: Dari Panggilan Darurat 110 hingga Evakuasi Korban di Jalur Sintang-Nanga Pinoh

Menurutnya, praktik penyelundupan ini tidak lepas dari upaya pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan Indonesia mencapai kemandirian pangan sepenuhnya.

“Ada pihak-pihak yang tidak akan pernah bahagia kalau Indonesia swasembada pangan. Karena itu mereka terus mencari celah untuk merusak pasar dan melemahkan produksi dalam negeri,” katanya.

Amran juga menyoroti tantangan geografis Indonesia dengan garis pantai yang sangat panjang, yang kerap dimanfaatkan jaringan penyelundup untuk memasukkan barang melalui jalur tidak resmi.

“Dengan garis pantai yang panjang, celah itu dimanfaatkan oleh oknum. Ini yang harus kita tutup bersama,” terangnya.

Lebih lanjut, Mentan menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada bawang merah. Oleh karena itu, masuknya produk impor ilegal tidak memiliki alasan lain selain merusak harga di pasar dalam negeri dan melemahkan posisi petani lokal.

“Kita sudah swasembada bawang merah. Tidak ada alasan barang ilegal masuk selain merusak harga petani,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan keprihatinan terhadap petani cabai yang kerap mengalami anjloknya harga saat musim panen raya.

“Petani cabai kita sering mengeluh harga hancur saat panen. Jangan disakiti lagi. Mereka bekerja keras di lapangan, itu harus dilindungi,” ujar Amran.

Kementerian Pertanian berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor dengan aparat penegak hukum guna menutup celah masuknya pangan ilegal serta memastikan sistem distribusi berjalan sesuai aturan.

“Ini bukan hanya soal hukum. Ini soal melindungi petani dan menjaga kedaulatan pangan Indonesia,” pungkas Mentan Andi Amran Sulaiman.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa perlindungan terhadap sektor pertanian dalam negeri memerlukan sinergi kuat antara pemerintah, aparat hukum, dan masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Pewarta : Lisa Susanti

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Respons Sigap Polres Melawi: Dari Panggilan Darurat 110 hingga Evakuasi Korban di Jalur Sintang-Nanga Pinoh
Next: Rahasia di Balik Ruko Tambal Ban: Jaringan Obat Terlarang yang Mengancam Generasi Muda Pekalongan Terbongkar

Related Stories

Fondasi Kelembagaan HAM Menguat

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Fondasi Kelembagaan HAM Menguat, Ujian Sesungguhnya Ada di Lapangan

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
Hujan Buatan Jadi Andalan

Hujan Buatan Jadi Andalan: Pemerintah Siasati Defisit Air Bendungan Jawa di Tengah Kemarau Ekstrem

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
Dari Bekasi hingga Karawang

Dari Bekasi hingga Karawang, 90 Talenta Muda Berebut Tiket Menuju Panggung Keterampilan Dunia

Jurnalis RI News Portal Posted on 19 jam ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Pompa Air Sekolah Diduga Bocor Arus Listrik, Siswa Kelas V SD di Padangsidimpuan Tewas
  2. Zulfian andesta mengenai Regenerasi Kepemimpinan di Polda Jateng: 13 Posisi Strategis Berganti, Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” Jadi Pegangan
  3. Tukino/T.gaul mengenai Menjaga Mahkota Lumbung Pangan: Ngawi Kebut Sertifikasi Benih Padi Unggul Lokal yang Tembus 12 Ton per Hektare
  4. Warudi mengenai Gubernur Papua Pilih “Mendayung Bersama”: Tiga Transformasi Disiapkan untuk Selamatkan Fiskal Daerah yang Menyusut
  5. Yudha Purnama mengenai Ombudsman RI Petakan Kesehatan Mata Generasi Muda dari Seleksi Poltek Imipas

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Napas Sehat di Tengah Kabut Asap: GTI Bagikan Masker Gratis di Jantung Kota Manado
  • Dua Tahun Prabowo-Gibran: Fondasi Kelembagaan HAM Menguat, Ujian Sesungguhnya Ada di Lapangan
  • Hujan Buatan Jadi Andalan: Pemerintah Siasati Defisit Air Bendungan Jawa di Tengah Kemarau Ekstrem
  • Kapolres Melawi Minta Maaf, Janjikan Proses Hukum Transparan atas Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Anggota
  • Dari Ladang Kerangan, Polisi Ikut Menuai 2 Ton Jagung Hibrida untuk Menjaga Lumbung Pangan Melawi
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by