Skip to content
04/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Buser Berita TNI/Polri/KPK
  • Polri Ungkap Tren Baru: Kelompok Teroris Manfaatkan Game Online sebagai Saluran Perekrutan Anak

Polri Ungkap Tren Baru: Kelompok Teroris Manfaatkan Game Online sebagai Saluran Perekrutan Anak

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 bulan ago 2 minutes read
Kelompok Teroris Manfaatkan Game Online sebagai Saluran Perekrutan Anak
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Yogyakarta — Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengungkap temuan baru yang mengkhawatirkan: adanya pola perekrutan anak di bawah umur oleh kelompok teroris melalui platform permainan daring (game online). Pernyataan ini disampaikan Kapolri saat berada di Kompleks Markas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Jumat (21/11/2025).

“Kami menemukan fenomena baru yang harus menjadi perhatian serius bersama,” ujar Jenderal Listyo. Menurutnya, proses pendalaman yang dilakukan Densus 88 Antiteror dan satuan terkait lainnya menunjukkan bahwa komunitas anak-anak yang awalnya terbentuk dari hobi bermain game secara bertahap dimasuki aktor-aktor yang mengarahkan mereka ke ruang-ruang interaksi tertutup.

“Dari komunitas hobi itu muncul ruang interaksi yang kemudian kami dalami. Ternyata ada potensi paparan paham berbahaya melalui jenis-jenis permainan dan fitur komunikasi di dalam game online,” papar Kapolri.

Ia menjelaskan bahwa pola perekrutan ini tidak lagi mengandalkan pertemuan fisik atau media propaganda konvensional, melainkan memanfaatkan fitur voice chat, grup privat, dan sistem clan/guild yang memungkinkan komunikasi intensif antar-pengguna tanpa pengawasan orang tua. Proses “grooming” ideologis dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembicaraan ringan hingga pengenalan narasi ekstrem.

“Kalau dibiarkan, dampaknya bukan hanya pada anak itu sendiri, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa orang lain dan stabilitas masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi temuan tersebut, Polri saat ini memperluas pendekatan pencegahan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk orang tua, guru, pengelola platform digital, dan komunitas gamer. “Kami tidak ingin membungkam kebebasan berekspresi atau menghambat kreativitas anak di ranah digital, tetapi memberikan edukasi dan pengawasan yang proporsional agar teknologi tidak menjadi pintu masuk ancaman baru,” tambah Jenderal Listyo.

Para pakar keamanan siber dan psikologi anak yang dihubungi secara terpisah menilai temuan ini konsisten dengan tren global. Di sejumlah negara, kelompok ekstremis memang mulai memanfaatkan ekosistem game sebagai “low-risk, high-reach environment” untuk menjangkau generasi muda yang rentan.

Baca juga : Operasi Zebra Kapuas 2025 di Melawi: Sinergi Penegakan Hukum dan Edukasi Pajak Kendaraan Bermotor

Kapolri menegaskan bahwa pendalaman kasus masih berlangsung intensif dan meminta masyarakat tetap tenang namun waspada. “Kuncinya adalah pendampingan orang tua dan kesadaran kolektif. Teknologi harus tetap menjadi alat pemberdayaan, bukan jebakan bagi anak-anak kita,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi mengenai judul-judul game atau platform spesifik yang menjadi fokus pendalaman, karena proses penyelidikan masih berjalan untuk menghindari gangguan terhadap operasional intelijen.

Pewarta : Rendro P

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Operasi Zebra Kapuas 2025 di Melawi: Sinergi Penegakan Hukum dan Edukasi Pajak Kendaraan Bermotor
Next: Asal-usul Nama dan Sejarah Kecamatan Jatisrono

Related Stories

Siap Kawal Arus Mobilitas Tinggi

Siap Kawal Arus Mobilitas Tinggi: Polda Jateng Matangkan Operasi Patuh Candi 2026 dengan Pendekatan Humanis

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
Sindikat Suap Imigrasi Terbongkar

Sindikat Suap Imigrasi Terbongkar: KPK Tangkap Belasan Orang Termasuk Kepala Kantor Imigrasi Jakbar

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
Empat Prajurit TNI Dituntut

Empat Prajurit TNI Dituntut 2,5 Tahun Penjara atas Penganiayaan Berencana terhadap Aktivis KontraS

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Siap Kawal Arus Mobilitas Tinggi: Polda Jateng Matangkan Operasi Patuh Candi 2026 dengan Pendekatan Humanis
  • Sindikat Suap Imigrasi Terbongkar: KPK Tangkap Belasan Orang Termasuk Kepala Kantor Imigrasi Jakbar
  • Empat Prajurit TNI Dituntut 2,5 Tahun Penjara atas Penganiayaan Berencana terhadap Aktivis KontraS
  • INACA Dorong Pajak Nol Persen Spare Part Pesawat: Langkah Strategis Pulihkan Efisiensi dan Konektivitas Nasional
  • KSP Intensif Awasi 17 Program Prioritas Nasional: 81 Verifikasi Lapangan Dilakukan dalam Lima Bulan
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.