Skip to content
05/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Penarikan Amerika Serikat dari Organisasi Internasional: Kebijakan “America First” di Era Trump Kedua

Penarikan Amerika Serikat dari Organisasi Internasional: Kebijakan “America First” di Era Trump Kedua

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Penarikan Amerika Serikat dari Organisasi Internasional
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Washington, 8 Januari 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump telah menandatangani sebuah memorandum kepresidenan yang menginstruksikan penarikan negara tersebut dari 66 organisasi internasional. Langkah ini, yang diumumkan oleh Gedung Putih pada Rabu, mencerminkan pendekatan unilateral yang konsisten dalam kebijakan luar negeri Trump, dengan penekanan pada prioritas kepentingan nasional di atas komitmen multilateral.

Memorandum tersebut secara spesifik mengarahkan semua departemen dan lembaga eksekutif federal untuk menghentikan partisipasi serta pendanaan terhadap 35 organisasi di luar lingkup Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan 31 entitas di bawah naungan PBB. Alasan utama yang dikemukakan adalah bahwa entitas-entitas tersebut “tidak lagi melayani kepentingan Amerika” dan bahkan “bertentangan dengan kepentingan nasional, keamanan, kemakmuran ekonomi, serta kedaulatan Amerika Serikat”.

Keputusan ini bukanlah hal yang sepenuhnya baru dalam trajektori kebijakan Trump. Pada masa jabatan pertamanya (2017–2021), Amerika Serikat telah menarik diri dari sejumlah kesepakatan dan organisasi multilateral, termasuk Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selama pandemi Covid-19, serta Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Langkah-langkah tersebut sering dikaitkan dengan doktrin “America First”, yang memprioritaskan kedaulatan nasional dan mengkritik institusi internasional sebagai birokratis, tidak efisien, atau bahkan bias terhadap kepentingan AS.

Dalam konteks terkini, penarikan massal ini tampaknya merupakan eskalasi dari kritik Trump terhadap PBB. Pada akhir Desember lalu, Trump menyatakan dalam sebuah pernyataan publik bahwa Amerika Serikat telah mengambil alih peran utama dalam mediasi konflik global, karena PBB dianggap gagal memberikan kontribusi nyata terhadap perdamaian dunia. Ia secara khusus menyebut penyelesaian sementara konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja, yang sempat memanas pada 2025, sebagai bukti keberhasilan diplomasi bilateral AS. Menurut Trump, kesepakatan jeda pertempuran tersebut mengembalikan kedua negara pada perjanjian damai sebelumnya, sementara PBB “hanya memberikan sedikit bantuan”

Trump menyerukan agar PBB “mulai aktif dan terlibat dalam perdamaian dunia”, sambil mengkritik ketidakmampuan organisasi tersebut dalam menangani konflik lain, seperti antara Rusia dan Ukraina. Pernyataan ini memperkuat narasi bahwa institusi multilateral sering kali tidak efektif dalam menyelesaikan krisis aktual, sehingga AS lebih baik bertindak secara independen.

Baca juga : Kejaksaan Agung dan KLHK Bersinergi Verifikasi Data Kasus Tambang di Kawasan Hutan Lindung Konawe Utara

Dari perspektif analisis hubungan internasional, keputusan ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang masa depan tatanan liberal pasca-Perang Dunia II yang dibangun atas prinsip multilateralisme. Penarikan dari puluhan entitas PBB dan non-PBB—termasuk yang berkaitan dengan isu iklim, kesehatan global, dan pembangunan—berpotensi melemahkan legitimasi dan kapasitas operasional organisasi-organisasi tersebut, mengingat Amerika Serikat historically merupakan penyandang dana terbesar. Hilangnya kontribusi AS dapat memperburuk defisit anggaran yang sudah dihadapi beberapa badan PBB, sekaligus membuka ruang bagi aktor lain seperti Tiongkok untuk meningkatkan pengaruhnya.

Di sisi lain, pendukung kebijakan ini berargumen bahwa langkah tersebut akan menghemat miliaran dolar pajak warga Amerika yang selama ini dialokasikan untuk organisasi yang dianggap tidak memberikan hasil proporsional. Ini sejalan dengan pandangan realis dalam teori hubungan internasional, yang menekankan bahwa negara harus memprioritaskan kepentingan nasional di atas norma-norma kolektif ketika institusi global tidak lagi selaras dengan realitas kekuatan.

Reaksi internasional terhadap memorandum ini baru mulai bermunculan, dengan kelompok-kelompok advokasi iklim dan pembangunan global menyatakan kekhawatiran mendalam atas dampaknya terhadap upaya bersama menghadapi tantangan transnasional. Sementara itu, para pengamat memperkirakan bahwa penarikan ini akan memicu debat panjang di Kongres AS serta di forum-forum internasional mengenai keseimbangan antara kedaulatan nasional dan tanggung jawab global.

Langkah Trump ini, meskipun kontroversial, mempertegas kembali polarisasi dalam perdebatan kebijakan luar negeri Amerika Serikat: apakah isolasionisme selektif akan memperkuat posisi AS di panggung dunia, atau justru mengikis pengaruh jangka panjangnya dalam membentuk aturan global.Langkah Trump ini, meskipun kontroversial, mempertegas kembali polarisasi dalam perdebatan kebijakan luar negeri Amerika Serikat: apakah isolasionisme selektif akan memperkuat posisi AS di panggung dunia, atau justru mengikis pengaruh jangka panjangnya dalam membentuk aturan global.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Kejaksaan Agung dan KLHK Bersinergi Verifikasi Data Kasus Tambang di Kawasan Hutan Lindung Konawe Utara
Next: Perkembangan Penanganan Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Joko Widodo: Pemanggilan Tersangka dan Isu Forensik Independen

Related Stories

Lebanon di Ambang Jurang
3 min read

Lebanon di Ambang Jurang: Kembalinya Hizbullah ke Medan Perang Membuka Babak Baru Ketidakpastian Regional

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Serangan Gabungan AS-Israel ke Aparat Keamanan Iran
3 min read

Serangan Gabungan AS-Israel ke Aparat Keamanan Iran: Membongkar Pilar Penindasan dan Memantik Api Pemberontakan?

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
China di Persimpangan Antara Loyalitas Strategis dan Kepentingan Ekonomi Global
3 min read

Pembunuhan Khamenei: China di Persimpangan Antara Loyalitas Strategis dan Kepentingan Ekonomi Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Polres Melawi Gencar Sosialisasikan Peluang Karier Polri 2026 kepada Generasi Muda di Pedalaman Kalbar
  • Kapolres Melawi Turun Langsung ke Ladang: Panen Jagung Hibrida Sukses Meski Cuaca Menantang
  • Silaturahmi Ramadhan: Paguyuban Paseduluran Saklawase Trenggalek Gelar Temu Kangen dan Bukber Hangat di Cafe Ruby
  • Polres Wonogiri Gerebek Transaksi Malam: Pengedar Sabu dan Ratusan Pil Tramadol-Trihexyphenidyl Diamankan
  • Dua Gelombang Mudik Lebaran 1447 H: Tantangan Distribusi Pergerakan dan Urgensi Perencanaan Matang di Jawa Tengah
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.