Skip to content
25/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Penangkapan Pelaku Kunci Serangan Benghazi Setelah 13 Tahun Mengakhiri Babak Panjang Pencarian Pertanggungjawaban

Penangkapan Pelaku Kunci Serangan Benghazi Setelah 13 Tahun Mengakhiri Babak Panjang Pencarian Pertanggungjawaban

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Penangkapan Pelaku Kunci Serangan Benghazi Setelah 13 Tahun Mengakhiri Babak Panjang Pencarian Pertanggungjawaban
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Washington, 7 Februari 2026 – Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan penangkapan dan ekstradisi Zubayar al-Bakoush, seorang warga Libya yang selama lebih dari satu dekade menjadi buronan karena perannya sebagai salah satu pelaku utama dalam serangan teroris terhadap kompleks diplomatik AS di Benghazi pada 11 September 2012. Penangkapan ini menandai tonggak penting dalam upaya berkelanjutan AS untuk menegakkan akuntabilitas hukum atas peristiwa yang tidak hanya menewaskan empat warga Amerika, tetapi juga menjadi salah satu isu politik paling kontroversial di era pasca-9/11.

Serangan yang berlangsung selama 13 jam itu dimulai ketika kelompok militan bersenjata berat menerobos gerbang konsulat AS, membakar gedung, dan menyerang fasilitas kedua yang dikenal sebagai “the Annex”. Korban tewas meliputi Duta Besar J. Christopher Stevens, pegawai Departemen Luar Negeri Sean Smith, serta dua kontraktor CIA sekaligus mantan Navy SEAL, Tyrone Woods dan Glen Doherty. Al-Bakoush diduga ikut serta dalam kelompok yang memasuki kompleks diplomatik hanya 15 menit setelah serangan dimulai, melakukan pengintaian, dan mencoba membobol kendaraan staf diplomatik.

Menurut dakwaan yang baru dibuka, al-Bakoush adalah anggota Ansar al-Sharia, kelompok militan yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Ia kini menghadapi delapan tuduhan federal, termasuk pembunuhan, percobaan pembunuhan, pembakaran, dan konspirasi memberikan dukungan material kepada organisasi teroris asing. Dakwaan ini sebenarnya telah disiapkan sejak lebih dari satu dekade lalu, tetapi baru dibuka setelah ia berhasil dibawa ke wilayah AS.

Penangkapan ini merupakan yang ketiga dalam kasus Benghazi. Sebelumnya, Ahmed Abu Khattala divonis 28 tahun penjara pada 2014, dan Mustafa al-Imam divonis lebih dari 19 tahun pada 2020. Keduanya ditangkap melalui operasi khusus di Libya. Keberhasilan menangkap al-Bakoush menegaskan bahwa ketidakstabilan politik Libya pasca-2011 tidak menghalangi upaya AS untuk membawa pelaku ke pengadilan, meskipun prosesnya memakan waktu bertahun-tahun.

Jaksa Agung Pam Bondi menyatakan, “Kami tidak pernah berhenti mencari keadilan atas kejahatan terhadap bangsa kami.” Sementara itu, Jaksa Federal Jeanine Pirro menambahkan nada tegas: “Masih ada pelaku lain di luar sana. Waktu tidak akan menghentikan kita untuk mengejar para pelaku ini, berapa lama pun diperlukan, demi memenuhi kewajiban kita kepada keluarga korban.”

Para penjaga militer Libya memeriksa salah satu bangunan Konsulat AS yang hangus terbakar, 14 September 2012, selama kunjungan Presiden Libya Mohammed el-Megarif (tidak terlihat dalam foto) ke Konsulat AS untuk menyampaikan belasungkawa atas kematian duta besar Amerika Chris Stevens dan rekan-rekannya setelah serangan mematikan terhadap Konsulat pada 11 September di Benghazi, Libya.

Dari perspektif hukum internasional, kasus ini menggambarkan model penegakan hukum transnasional yang gigih: mengandalkan kerjasama intelijen, operasi rendah profil, dan ketekunan institusional yang melampaui pergantian pemerintahan. Meski serangan Benghazi pernah menjadi senjata politik tajam—dengan kritik keras terhadap keamanan fasilitas dan respons pemerintahan Obama—laporan kongres akhirnya tidak menemukan pelanggaran pidana oleh pejabat tinggi, termasuk Hillary Clinton.

Baca juga : Purbaya Akui Tahu Lokasi Safe House DJBC Sejak Lama: ‘Rupanya Betul-Betul Serius Ada’

Bagi keluarga korban, penangkapan ini bukan sekadar kemenangan hukum, melainkan pengakuan resmi bahwa tragedi 11 September 2012 di Benghazi tidak pernah dilupakan. Di tengah dunia yang semakin kompleks dan tidak stabil, kasus ini menjadi pengingat bahwa keadilan, meski tertunda, tetap dapat diwujudkan—bahkan setelah lebih dari tiga belas tahun.

Kasus ini akan disidangkan di Pengadilan Distrik Federal Washington, D.C., dan dipantau secara luas sebagai ujian terakhir dari komitmen Amerika untuk meminta pertanggungjawaban atas serangan terhadap diplomat dan warganya di luar negeri.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Purbaya Akui Tahu Lokasi Safe House DJBC Sejak Lama: ‘Rupanya Betul-Betul Serius Ada’
Next: Upaya Pembunuhan di Tengah Diplomasi: Wakil Kepala Intelijen Militer Rusia Terluka Parah, Bayang Teror Mengancam Perundingan Damai Ukraina

Related Stories

Diplomasi Beijing di Tengah Badai Timur Tengah
3 min read

Diplomasi Beijing di Tengah Badai Timur Tengah: China Dorong Dialog Permanen Saat Iran Tegaskan Kedaulatan di Selat Hormuz

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 jam ago 0
Jepang Gelontorkan Cadangan Minyak
3 min read

Jepang Gelontorkan Cadangan Minyak: Upaya Darurat Redam Krisis Energi di Tengah Blokade Selat Hormuz

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 jam ago 0
Bukti Baru Penindasan terhadap Jurnalis di Bawah Kendali M23 di Timur Kongo
2 min read

Tahanan dalam Kontainer: Bukti Baru Penindasan terhadap Jurnalis di Bawah Kendali M23 di Timur Kongo

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 jam ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Polisi Belimbing Gerak Cepat Cegah Balapan Liar di Jalan Desa Batu Buil-Beloyang, Tekankan Keselamatan dan Rasa Aman Masyarakat
  • Diplomasi Beijing di Tengah Badai Timur Tengah: China Dorong Dialog Permanen Saat Iran Tegaskan Kedaulatan di Selat Hormuz
  • Jepang Gelontorkan Cadangan Minyak: Upaya Darurat Redam Krisis Energi di Tengah Blokade Selat Hormuz
  • Tahanan dalam Kontainer: Bukti Baru Penindasan terhadap Jurnalis di Bawah Kendali M23 di Timur Kongo
  • Diplomasi di Tengah Badai: Marco Rubio Berupaya Yakinkan Sekutu G7 Soal Strategi Perang Iran yang Mengguncang Harga Energi Global
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.