Skip to content
13/05/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Gencatan Senjata yang Rapuh: Gaza Terjebak di Ambang Perdamaian atau Kembali ke Kekerasan?

Gencatan Senjata yang Rapuh: Gaza Terjebak di Ambang Perdamaian atau Kembali ke Kekerasan?

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 3 minutes read
Gaza Terjebak di Ambang Perdamaian atau Kembali ke Kekerasan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Gaza, Februari 2026 – Empat bulan setelah gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku pada Oktober 2025, Jalur Gaza masih bergulat dengan paradoks yang menyakitkan: perjanjian perdamaian yang dirancang untuk mengakhiri perang justru menjadi panggung bagi kekerasan sporadis yang terus menggerogoti harapan warga sipil.

Data dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat setidaknya 556 warga Palestina tewas akibat serangan Israel sejak kesepakatan tersebut diberlakukan, termasuk puluhan korban dalam beberapa hari terakhir saja—di antaranya anak-anak dan bayi. Di pihak lain, militer Israel melaporkan empat prajuritnya gugur dan sejumlah lainnya terluka parah, termasuk satu kasus penembakan malam hari di dekat garis pemisah utara yang dianggap sebagai provokasi langsung.

Kesepakatan 20 poin yang diusung Presiden AS Donald Trump pada masa itu menjanjikan “perdamaian yang kuat, tahan lama, dan abadi”. Tahap pertama memang berhasil membebaskan sandera yang masih hidup dari tangan Hamas, diimbangi pembebasan ribuan tahanan Palestina serta pengembalian jenazah. Namun, tahap lanjutan—termasuk pelucutan senjata Hamas, pembentukan pemerintahan teknokratis, dan rekonstruksi besar-besaran—masih tersendat di tengah saling tuduh pelanggaran.

Israel secara konsisten menyatakan bahwa serangan udara dan tembakan balasan hanya respons terhadap aktivitas militan Hamas yang melampaui garis gencatan senjata, termasuk dugaan upaya persenjataan ulang dan penempatan posisi di wilayah terlarang. Sebaliknya, Hamas dan otoritas Gaza menuding ratusan hingga ribuan kali pelanggaran oleh pasukan Israel, termasuk penargetan permukiman sipil jauh dari zona demarkasi.

Pembukaan terbatas perbatasan Rafah dengan Mesir—yang baru-baru ini kembali beroperasi secara parsial—seharusnya menjadi simbol kemajuan. Namun, kenyataannya hanya segelintir orang—kurang dari 50 jiwa per hari—diizinkan melintas, dengan pemeriksaan ketat yang memakan waktu panjang. Pasien yang membutuhkan perawatan medis mendesak di luar Gaza pun harus menunggu koordinasi yang sering tertunda.

Sementara itu, bantuan kemanusiaan tetap tersendat akibat hambatan birokrasi, pemeriksaan bea cukai, dan kerusakan infrastruktur yang masif. PBB dan organisasi kemanusiaan internasional berulang kali menyatakan bahwa aliran bantuan belum mencapai skala yang dibutuhkan untuk 2 juta penduduk Gaza, meskipun pihak berwenang Israel membantah tuduhan tersebut.

Baca juga : Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen

Utusan khusus AS Steve Witkoff baru-baru ini menyatakan bahwa proses telah memasuki fase kedua: transisi menuju demiliterisasi, tata kelola teknokratis, dan rekonstruksi. Langkah ini ditandai dengan pembentukan komite Palestina untuk mengelola Gaza serta kantor perwakilan tinggi. Namun, pertanyaan mendasar tetap menggantung: akankah Israel bersedia menarik diri sepenuhnya dari wilayah tersebut, dan akankah Hamas melepaskan senjatanya?

Di tengah retorika resmi yang masih mempertahankan istilah “gencatan senjata”, realitas di lapangan menceritakan kisah lain. Ledakan pagi hari, tangisan keluarga yang kehilangan anak, dan tenda pengungsian yang compang-camping menjadi pengingat bahwa batas antara perang dan damai di Gaza semakin kabur.

Warga Palestina berduka atas jenazah para pria yang tewas dalam serangan militer Israel, selama upacara pemakaman mereka di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Rabu, 4 Februari 2026.

Seorang warga Gaza, yang baru saja menyaksikan serangan di lingkungannya, mengungkapkan keputusasaan yang dirasakan banyak orang: “Kami tidak tahu lagi apakah ini masa perang atau masa damai. Setiap hari terasa seperti menunggu kepastian yang tak pernah datang.”

Sementara mediator internasional—termasuk negara-negara Arab dan Muslim—terus mendesak pengendalian diri dari semua pihak, Gaza tetap berada di persimpangan berbahaya: antara peluang rekonstruksi yang rapuh dan risiko eskalasi yang bisa membuyarkan harapan perdamaian jangka panjang.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
Next: Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Siap Tingkatkan Kualitas Pelayanan Sertifikat Tanah

Related Stories

Iran Gugat AS di Mahkamah Arbitrase Den Haag

Iran Gugat AS di Mahkamah Arbitrase Den Haag: Tuduhan Agresi dan Pelanggaran Hukum Internasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 10 jam ago 0
Timor Leste Siap Pimpin ASEAN 2029

Timor Leste Siap Pimpin ASEAN 2029: Bukti Evolusi Komunitas yang Semakin Inklusif

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Kunjungan Trump ke Beijing di Tengah Ketegangan Global

Kunjungan Trump ke Beijing di Tengah Ketegangan Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sultan Liwa mengenai Benteng Kebenaran di Era Banjir Informasi: Pers Indonesia Siap Hadapi Hoaks
  2. Sammy Sandinata mengenai Program MBG Banten: Rp1 Miliar Per Bulan dari Setiap Titik Gizi, Ekonomi Bergerak Signifikan
  3. rendro mengenai Dua Agen Ganda China Divonis Bersalah Lakukan Pengawasan Gelap terhadap Aktivis Hong Kong
  4. Sammy Sandinata mengenai Dugaan Keracunan Massal MBG di SMKN 1 Jatiroto: Ratusan Siswa dan Guru Alami Diare, Penyebab Masih Diselidiki
  5. Sultan Liwa mengenai Surat dari Balik Jeruji: Chyntia Kalangit Mempertanyakan Keadilan di Balik Tuduhan Korupsi Pasca Bencana Ruang

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  • RS KEI Solo Resmi Buka Layanan BPJS: Akses Jantung Modern untuk Semua Lapisan Masyarakat
  • Warga Padangsidimpuan Menuntut Transparansi: Aksi Damai Tolak Gelapnya Jalan Kota Meski Pajak Penerangan Naik Terus
  • Bupati Langkat Lepas Ratusan Lulusan Jabal Rahmah: Melangkah Pasti Menuju Mimpi yang Lebih Besar
  • Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.