Skip to content
19/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Gencatan Senjata yang Rapuh: Gaza Terjebak di Ambang Perdamaian atau Kembali ke Kekerasan?

Gencatan Senjata yang Rapuh: Gaza Terjebak di Ambang Perdamaian atau Kembali ke Kekerasan?

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 3 minutes read
Gaza Terjebak di Ambang Perdamaian atau Kembali ke Kekerasan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Gaza, Februari 2026 – Empat bulan setelah gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku pada Oktober 2025, Jalur Gaza masih bergulat dengan paradoks yang menyakitkan: perjanjian perdamaian yang dirancang untuk mengakhiri perang justru menjadi panggung bagi kekerasan sporadis yang terus menggerogoti harapan warga sipil.

Data dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat setidaknya 556 warga Palestina tewas akibat serangan Israel sejak kesepakatan tersebut diberlakukan, termasuk puluhan korban dalam beberapa hari terakhir saja—di antaranya anak-anak dan bayi. Di pihak lain, militer Israel melaporkan empat prajuritnya gugur dan sejumlah lainnya terluka parah, termasuk satu kasus penembakan malam hari di dekat garis pemisah utara yang dianggap sebagai provokasi langsung.

Kesepakatan 20 poin yang diusung Presiden AS Donald Trump pada masa itu menjanjikan “perdamaian yang kuat, tahan lama, dan abadi”. Tahap pertama memang berhasil membebaskan sandera yang masih hidup dari tangan Hamas, diimbangi pembebasan ribuan tahanan Palestina serta pengembalian jenazah. Namun, tahap lanjutan—termasuk pelucutan senjata Hamas, pembentukan pemerintahan teknokratis, dan rekonstruksi besar-besaran—masih tersendat di tengah saling tuduh pelanggaran.

Israel secara konsisten menyatakan bahwa serangan udara dan tembakan balasan hanya respons terhadap aktivitas militan Hamas yang melampaui garis gencatan senjata, termasuk dugaan upaya persenjataan ulang dan penempatan posisi di wilayah terlarang. Sebaliknya, Hamas dan otoritas Gaza menuding ratusan hingga ribuan kali pelanggaran oleh pasukan Israel, termasuk penargetan permukiman sipil jauh dari zona demarkasi.

Pembukaan terbatas perbatasan Rafah dengan Mesir—yang baru-baru ini kembali beroperasi secara parsial—seharusnya menjadi simbol kemajuan. Namun, kenyataannya hanya segelintir orang—kurang dari 50 jiwa per hari—diizinkan melintas, dengan pemeriksaan ketat yang memakan waktu panjang. Pasien yang membutuhkan perawatan medis mendesak di luar Gaza pun harus menunggu koordinasi yang sering tertunda.

Sementara itu, bantuan kemanusiaan tetap tersendat akibat hambatan birokrasi, pemeriksaan bea cukai, dan kerusakan infrastruktur yang masif. PBB dan organisasi kemanusiaan internasional berulang kali menyatakan bahwa aliran bantuan belum mencapai skala yang dibutuhkan untuk 2 juta penduduk Gaza, meskipun pihak berwenang Israel membantah tuduhan tersebut.

Baca juga : Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen

Utusan khusus AS Steve Witkoff baru-baru ini menyatakan bahwa proses telah memasuki fase kedua: transisi menuju demiliterisasi, tata kelola teknokratis, dan rekonstruksi. Langkah ini ditandai dengan pembentukan komite Palestina untuk mengelola Gaza serta kantor perwakilan tinggi. Namun, pertanyaan mendasar tetap menggantung: akankah Israel bersedia menarik diri sepenuhnya dari wilayah tersebut, dan akankah Hamas melepaskan senjatanya?

Di tengah retorika resmi yang masih mempertahankan istilah “gencatan senjata”, realitas di lapangan menceritakan kisah lain. Ledakan pagi hari, tangisan keluarga yang kehilangan anak, dan tenda pengungsian yang compang-camping menjadi pengingat bahwa batas antara perang dan damai di Gaza semakin kabur.

Warga Palestina berduka atas jenazah para pria yang tewas dalam serangan militer Israel, selama upacara pemakaman mereka di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Rabu, 4 Februari 2026.

Seorang warga Gaza, yang baru saja menyaksikan serangan di lingkungannya, mengungkapkan keputusasaan yang dirasakan banyak orang: “Kami tidak tahu lagi apakah ini masa perang atau masa damai. Setiap hari terasa seperti menunggu kepastian yang tak pernah datang.”

Sementara mediator internasional—termasuk negara-negara Arab dan Muslim—terus mendesak pengendalian diri dari semua pihak, Gaza tetap berada di persimpangan berbahaya: antara peluang rekonstruksi yang rapuh dan risiko eskalasi yang bisa membuyarkan harapan perdamaian jangka panjang.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
Next: Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Siap Tingkatkan Kualitas Pelayanan Sertifikat Tanah

Related Stories

Tragedi Mematikan di Bangkok

Tragedi Mematikan di Bangkok: Kobaran Api di Pub Na Ladprao Merenggut 27 Nyawa

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 hari ago 0
Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani

Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani: Sang Visioner yang Mengubah Qatar Menjadi Kekuatan Global

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 hari ago 0
Ketegangan Global Kembali Memuncak

Ketegangan Global Kembali Memuncak: Serangan Balik AS dan Iran Mengguncang Selat Hormuz

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 hari ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Menuju Generasi Digital yang Bijak: Kalteng Terapkan Pengaturan Ketat Gawai di Lingkungan Sekolah
  • Polisi Sragen Jadi Ujung Tombak Eliminasi TBC: 208 Bhabinkamtibmas Diterjunkan ke Desa Buru Penularan
  • Tragedi di Puncak Pohon: Lansia Purbalingga Meninggal Saat Memetik Kelapa di Ketinggian 15 Meter
  • JMSI Sergai-Tebing Tinggi Resmi Dilantik: Komitmen Baru Majukan Media Siber yang Profesional dan Bertanggung Jawab
  • Demer Soroti Batas Kewenangan Regulator di Tengah Polemik Penyediaan Batu Bara
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.