RI News Portal. Megamendung, Kabupaten Bogor – Pemerintah Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu serta yatim piatu yang masih menempuh pendidikan formal. Pada tahun 2025, alokasi anggaran untuk program bantuan beasiswa ini ditingkatkan menjadi Rp60 juta, yang diperuntukkan bagi 66 penerima manfaat.
Kepala Desa Gadog, Dedi, menyampaikan hal tersebut saat kegiatan pembagian paket sembako kepada warganya pada akhir Desember 2025. Menurutnya, program ini telah berjalan selama dua tahun berturut-turut. “Pada tahun 2024, kami mengalokasikan Rp40 juta dari Dana Desa untuk membantu 45 anak. Tahun ini, kami tingkatkan menjadi Rp60 juta demi menjangkau lebih banyak anak, yaitu 66 orang,” ungkap Dedi.

Bantuan tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan esensial pendidikan, seperti pengadaan alat tulis, tas sekolah, sepatu, serta seragam. Penyaluran dilakukan dalam dua tahap sesuai semester akademik, dengan sisanya dialokasikan sebagai uang saku untuk mendukung kebutuhan sehari-hari siswa.
Program ini tidak hanya bertujuan meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga selaras dengan upaya pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa. Dedi menekankan bahwa inisiatif semacam ini berkontribusi pada visi jangka panjang menciptakan generasi berpendidikan tinggi di setiap desa. “Bantuan pendidikan seperti ini akan membantu desa-desa di Indonesia menghasilkan individu berkualitas, yang pada gilirannya mendukung pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.
Baca juga : Kerusakan Lingkungan di Hulu Sungai Ancam Keberlanjutan Balai Benih Ikan Sengersing, Subulussalam
Langkah Pemerintah Desa Gadog ini mencerminkan tren positif di berbagai wilayah Indonesia, di mana dana desa semakin diarahkan untuk investasi pendidikan sebagai strategi pemutusan rantai kemiskinan. Dengan peningkatan jumlah penerima dan nilai anggaran, program ini diharapkan memberikan dampak multiplikatip bagi perkembangan sosial-ekonomi masyarakat setempat.
Pewarta : Muchlis

