Skip to content
04/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Monumen Perjuangan Nilai-Nilai 45 Jatisrono: Jejak Gerilya dan Ingatan yang Terhapus

Monumen Perjuangan Nilai-Nilai 45 Jatisrono: Jejak Gerilya dan Ingatan yang Terhapus

Jurnalis RI News Portal Posted on 10 bulan ago 3 minutes read
Monumen Perjuangan Nilai-Nilai 45 Jatisrono
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Wonogiri — Di tengah denyut pembangunan, Monumen Perjuangan Nilai-Nilai 45 yang berdiri kokoh di pusat Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, memendam sejarah perlawanan rakyat dan tentara Republik Indonesia terhadap Agresi Militer Belanda II. Lebih dari sekadar tugu, situs ini merupakan simbol kolektif memori perjuangan, meski sebagian kisahnya kini terancam pudar.

Berdasarkan penuturan warga Jatisrono, Sudiyarso, kepada RI News (3/8/2025), peristiwa heroik itu melibatkan konfrontasi langsung antara tentara Belanda yang mencoba masuk wilayah Jatisrono dengan tentara dan rakyat Indonesia yang melakukan perlawanan di lokasi yang kini berdiri Monumen Tugu Bintang. Pertempuran sengit pecah, mengakibatkan gugurnya delapan pejuang Indonesia yang kemudian dimakamkan tidak jauh dari lokasi kejadian.

Namun, tragedi historis ini justru mengalami pengaburan. Sudiyarso, yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, menyayangkan bahwa nama-nama para pahlawan gugur yang dahulu tertulis di dinding monumen telah tertutup keramik saat proses renovasi. “Upaya pelacakan kini menjadi sulit. Identitas para pahlawan yang gugur seperti terhapus dari ingatan kolektif,” ujarnya.

Tugu Bintang sendiri dibangun sebagai bentuk penghormatan atas peristiwa pertempuran tersebut. Selain itu, Jatisrono dikenal sebagai salah satu jalur gerilya penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, terutama dalam lintasan perjalanan Jenderal Soedirman. Jejak historis tersebut bahkan terhubung secara geografis dan simbolik dengan monumen besar Jenderal Soedirman di Nawangan, Pacitan, yang menjadi titik akhir rute gerilya legendaris itu.

Di area monumen, ditemukan pula delapan makam pahlawan yang hingga kini tanpa nama. Makam tersebut berada di sebelah utara jembatan yang dikenal masyarakat sebagai “Jembatan Pahlawan.” Sayangnya, tidak satu pun nama tertulis di area makam maupun monumen, diduga hilang akibat renovasi tanpa dokumentasi historis yang memadai.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, makam tersebut tampak bersih dan terawat. Pelaksana Tugas Camat Jatisrono, Danang Sugiyatmoko, S.ST., M.M., menegaskan bahwa makam pahlawan tetap menjadi prioritas perawatan dan ziarah tahunan. “Setiap menjelang 17 Agustus, selalu dilakukan pembersihan dan pengecatan. Ziarah juga rutin dilakukan setelah upacara bendera,” terang Danang.

Baca juga : Memeriahkan HUT RI ke-80: Jaranan “Kridho Samudro” Menyatukan Warga Trenggalek

Kondisi ini membuka ruang refleksi penting dalam konteks etika peringatan sejarah: bagaimana kita sebagai bangsa memperlakukan situs perjuangan dan jejak para pahlawan? Renovasi fisik tidak seharusnya menghapus identitas, apalagi dalam narasi sejarah yang menjadi fondasi identitas bangsa.

Dalam studi memorialisasi perjuangan, penghilangan nama dari monumen dapat dianggap sebagai bentuk amnesia kolektif yang sistemik. Ini bukan sekadar kelalaian administratif, tetapi potensi kekosongan sejarah yang dapat menciptakan distorsi naratif di masa depan.

Kisah Monumen Nilai-Nilai 45 di Jatisrono harus menjadi peringatan bahwa pelestarian situs perjuangan bukan sekadar soal merawat fisik bangunan, tetapi juga menjaga nama, cerita, dan makna dari para pelaku sejarah. Sebab bangsa yang besar, adalah bangsa yang tidak hanya menghormati para pahlawannya, tapi juga tidak menghapus jejaknya.

Pewarta : Nandar Suyadi

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Memeriahkan HUT RI ke-80: Jaranan “Kridho Samudro” Menyatukan Warga Trenggalek
Next: Kemkomdigi dan Monash University Indonesia Perkuat Kolaborasi AI untuk Keamanan Publik dan Pengembangan Talenta Muda

Related Stories

Bangka Belitung Berjaya di Reformasi Hukum Nasional

Bangka Belitung Berjaya di Reformasi Hukum Nasional: Raih Predikat Istimewa IRH 2025 dengan Skor 96,20

Jurnalis RI News Portal Posted on 11 jam ago 0
Transisi Kepemimpinan Mulai Bergulir

Transisi Kepemimpinan Mulai Bergulir: Awaluddin Dipercaya Pimpin Disperindagkop UKM Subulussalam

Jurnalis RI News Portal Posted on 13 jam ago 0
Dokter Spesialis RSUD Pasaman Barat Kembali Bertugas Penuh

Dokter Spesialis RSUD Pasaman Barat Kembali Bertugas Penuh, Bupati Yulianto Temukan Titik Temu Lewat Insentif

Jurnalis RI News Portal Posted on 13 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bangka Belitung Berjaya di Reformasi Hukum Nasional: Raih Predikat Istimewa IRH 2025 dengan Skor 96,20
  • Memperkuat Jiwa Pengayom Masyarakat: Polres Melawi Rutin Tadarus Surah Yasin Setiap Kamis
  • Skandal Korupsi Imigrasi Mengguncang: Wakil Menteri Silmy Karim Resmi Ditahan KPK
  • Veteran Angkatan Darat AS Tewas Ditembak FBI Usai Sandera Pegawai Sekolah selama 16 Jam di Bakersfield
  • Transisi Kepemimpinan Mulai Bergulir: Awaluddin Dipercaya Pimpin Disperindagkop UKM Subulussalam
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.