RI News. Wonogiri, 6 Juli 2026 — Suasana lapangan bola Desa Gunungsari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, berubah menjadi lautan manusia saat ribuan warga memadati acara Penutupan Grebeg Suro Tahun 2026 yang mengusung pengajian akbar bertema “Berzikir dan Berbagi”.
Acara puncak tersebut diawali dengan Dzikir Munajah Ratib Al Hadad yang dipimpin Habib Syech Nuchal Hadad dan Kyai Ahmad Saad, pemilik pondok pesantren di Kecamatan Jatipurno. Rangkaian kemudian ditutup dengan tausiyah penuh hikmah oleh Abah Syakirun atau yang akrab disapa Cak Kirun. Tema Berzikir dan Berbagi kembali dihadirkan sebagai kelanjutan tradisi yang telah berlangsung berkali-kali di lokasi yang sama.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Puluhan ribu orang turut menyuarakan dzikir secara bersama-sama, menciptakan suasana khidmat yang mendalam di tengah lapangan yang biasanya menjadi arena olahraga warga.

Sehari sebelumnya, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno hadir membuka rangkaian acara sekaligus menyerahkan piala Bupati untuk pemenang lomba tretek kentongan. Lomba tersebut merupakan bagian dari program tetap siskamling “Jogo Tonggo” di Kabupaten Wonogiri.
Dalam pidatonya, Setyo Sukarno menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat dan pemuda Kecamatan Jatisrono. Menurutnya, peringatan Grebeg Suro yang diwarnai berbagai pertunjukan seni dan ajang bakat generasi muda sangat inspiratif. Berbagai pentas seni budaya lokal berhasil mendongkrak perputaran ekonomi masyarakat melalui para pelaku UMKM setempat.
Baca juga : Maroko Bangkit Kembali: Kemenangan 3-0 atas Kanada Bukti Ketangguhan Afrika di Piala Dunia
Bupati juga mengumumkan rencana perubahan nama acara pada tahun mendatang. “Grebeg Suro di Kecamatan Jatisrono akan berganti sebutan menjadi Grebeg Keduwang,” ujarnya. Penamaan tersebut merujuk pada filosofi orang Jawa Wonogiri yang dikenal ramah, sopan santun, dan andap asor, serta merujuk pada peninggalan sejarah saat Raden Mas Said atau Pangeran Samber Nyawa menelusuri wilayah Wonogiri dan menetap di beberapa titik peristirahatan.
Pada pembukaan Dzikir Munajah, Camat Jatisrono Danang Sugiyatmoko S.ST.MM melalui Kepala Desa Gunungsari Sudiyono menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara dan para sponsor yang telah mendukung terlaksananya acara. “Momen ini menjadi pengingat sekaligus tolok ukur bagi penyelenggaraan Grebeg Suro di masa mendatang,” pungkasnya.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tagline: #GrebegSuro2026, #GrebegKeduwang, #JatisronoWonogiri, #BerzikirDanBerbagi, #BudayaJawaWonogiri, #UMKMJatisrono, #SpiritualitasMasyarakat,

