RI News, 5 Juli 2026 — Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Sabtu (4/7), secara tegas mengkritik lembaga-lembaga internasional atas kegagalan mereka menghentikan tindakan Israel di kawasan Timur Tengah. Dalam pidatonya, Pezeshkian menyoroti sikap diam badan-badan global di tengah retorika terbuka Israel mengenai pembunuhan dan serangan terarah.
Berbicara pada konferensi di Aula KTT Teheran yang digelar untuk memperingati mendiang mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, Pezeshkian menyatakan bahwa organisasi internasional serta para pembela hak asasi manusia seharusnya mencegah eskalasi tersebut. Namun, kenyataannya justru muncul dukungan politik dan logistik yang memperburuk situasi. Pernyataan ini disampaikan di tengah suasana duka mendalam, saat ribuan pelayat berkumpul di Masjid Imam Khomeini Mosalla untuk mengikuti rangkaian upacara pemakaman Khamenei yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Pezeshkian menekankan bahwa Israel telah menyerang berbagai negara di kawasan dan menjadi biang keladi banyak krisis serta ketidakstabilan di Timur Tengah. Ia menambahkan bahwa negara-negara Muslim sama sekali tidak memulai agresi ini. Pidato tersebut juga menandai dimulainya “kepemimpinan baru” bagi komunitas Islam. Pezeshkian menyatakan bahwa kepemimpinan saat ini memikul tanggung jawab berat, dan pemerintahannya akan terus berjuang mewujudkan cita-cita revolusi, memperkuat persatuan umat Islam, serta memperluas solidaritas antarnegara Muslim.

Upacara peringatan Khamenei berlangsung di tengah ketegangan geopolitik yang masih membekas pasca-perang singkat beberapa bulan lalu. Gencatan senjata berhasil dicapai pada April melalui mediasi Pakistan, diikuti kesepakatan sementara pada Juni. Menurut jadwal resmi, rangkaian acara peringatan akan berlangsung sepanjang akhir pekan di Teheran dengan kehadiran kepala negara, pejabat senior, dan tokoh agama. Upacara perpisahan publik dijadwalkan Sabtu dan Minggu, sementara prosesi pemakaman utama digelar di Teheran pada Senin.
Selanjutnya, pada 7 Juli upacara akan berpindah ke Qom. Pada 8 Juli, rangkaian acara berlanjut di Irak, termasuk Baghdad, Najaf, dan Karbala, di mana jenazah akan disambut tokoh agama dan politik sebelum menuju tempat-tempat suci Syiah. Puncaknya, penguburan terakhir dijadwalkan pada 9 Juli di Makam Imam Ali Reza di timur laut Mashhad, salah satu situs paling suci dalam tradisi Syiah.
Baca juga : Maroko Bangkit Kembali: Kemenangan 3-0 atas Kanada Bukti Ketangguhan Afrika di Piala Dunia
Pidato Pezeshkian mencerminkan upaya Iran untuk memposisikan diri sebagai suara utama perlawanan terhadap apa yang disebutnya sebagai dominasi dan kekerasan regional, sekaligus memperkuat narasi persatuan Muslim di tengah duka nasional yang mendalam.
Pewarta : Vie
Tagline: #PezeshkianKritikIsrael, #PemakamanKhamenei, #KrisisTimurTengah, #PersatuanIslam, #TeheranMenentangAgresi,

