RI News. Wonogiri, 22 Juli 2026– Upaya konkret meningkatkan kesehatan masyarakat melalui sanitasi yang layak kembali dilakukan di Kelurahan Wuryorejo. Pembangunan Jamban Kedap pertama tahun 2026 resmi dimulai di rumah Bapak Sukimin, Kp. Blimbing RT 02 RW 08, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, pada Selasa (21/7/26).
Hadir dalam peletakan batu pertama Plt Kepala Kelurahan Wuryorejo Theresia Sri Sundari W.S.Pd.M.M beserta jajaran, serta perwakilan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sugih Waras Wuryorejo, KSM Migunani Giriwono, Ketua RW 08 Blimbing, Ketua RT 01 RW 08, Ketua RT 02 RW 08, mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang, dan penerima bantuan.
Dalam sambutannya, Plt Kepala Kelurahan Wuryorejo Theresia Sri Sundari menyampaikan apresiasi mendalam kepada PT Djarum atas program Sanitasi Terpadu yang dirasakan sangat bermanfaat bagi lingkungan dan kesehatan warga. “Program ini sangat bermanfaat, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan lingkungan di wilayah kami,” ujarnya.

Sementara itu, Program Fasilitator Program Sanitasi Terpadu Djarum, Sony Suharsono, menjelaskan bahwa setiap bantuan diawali dari usulan masyarakat yang kemudian diverifikasi kelayakannya. “Kita mulai membangun Jamban Kedap di rumah Bapak Sukimin. Bantuan ini ditujukan untuk masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Sony menambahkan, program tahun 2026 ini dilaksanakan di beberapa wilayah di Kecamatan Wonogiri meliputi Giripurwo, Giriwono, dan Wuryorejo, serta di Kecamatan Ngadirojo (Kerjo Lor). Tujuan utamanya adalah meningkatkan taraf kesehatan masyarakat melalui sanitasi yang aman. “Sanitasi aman itu harus kedap, kemudian limbahnya disedot dan diolah oleh Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Jika tidak pernah disedot, tangki septik bisa bocor dan mencemari sumur atau sumber air lainnya,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar pembangunan Jamban Kedap dan pemasangan Sambungan Rumah (SR) PDAM dapat meningkatkan akses sanitasi aman serta air minum yang layak. Program ini diharapkan mampu menekan angka stunting yang salah satu faktornya dipengaruhi oleh sanitasi buruk dan air tidak layak konsumsi. Penerima bantuan diingatkan pula untuk melakukan penyedotan secara berkala setiap 3–5 tahun ke IPLT Kerjo Lor, Ngadirojo.
Baca juga: Semangat Baru Ekonomi Kreatif: Kemenekraf Gaspol Akselerasi Program Kerakyatan di Semester II 2026
Ketua KSM Sugih Waras Wuryorejo, Ibu Fitriyani, menyatakan bahwa pihaknya telah mengawal program ini selama tiga tahun. Hingga saat ini, total bantuan mencapai 73 unit Jamban Kedap dan 64 SR PDAM di Kelurahan Wuryorejo. Khusus tahun 2026, sebanyak 34 unit Jamban Kedap dan 12 SR PDAM akan dibangun. Ia juga meminta kerjasama Ketua RT setempat serta kesadaran penerima manfaat untuk merawat fasilitas dan memenuhi kewajiban perawatan.
Acara ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Ketua KSM Sugih Waras Ibu Fitriyani dan diserahkan kepada Plt Kepala Kelurahan Theresia Sri Sundari.
Pembangunan Jamban Kedap ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah kelurahan, masyarakat, dan pihak swasta dalam menciptakan lingkungan sehat yang berkelanjutan.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tagline: #SanitasiAman, #JambanKedap, #KesehatanMasyarakat, #LingkunganSehat, #ProgramDjarum, #WonogiriSehat,

