RI News. Klaten, 5 September 2026 – Pemerintah Kabupaten Klaten resmi memperketat skema pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mengantisipasi berulangnya insiden kesehatan peserta didik. Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menginstruksikan jajaran jajaran kecamatan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), koordinator Badan Gizi Nasional (BGN), hingga pihak Puskesmas untuk melakukan inspeksi berkala di setiap dapur operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah preventif ini diambil sebagai bentuk mitigasi cepat menyusul dugaan kasus keracunan makanan yang dialami puluhan siswa di Kecamatan Ceper pascakonsumsi menu MBG pada Kamis (3/9/2026). Melalui keterlibatan lintas sektor di tingkat tapak—meliputi Camat, Kapolsek, Danramil, dan tenaga medis—pemerintah daerah berharap pengawasan terhadap higienitas serta kelaikan standar operasional prosedur (SOP) penyajian makanan dapat berjalan lebih komprehensif dan berkelanjutan.
“Tadi saya sudah menyampaikan ke Koordinator BGN Kabupaten Klaten, ke depan pola kami tidak mungkin kalau keliling semua SPPG setiap hari. Maka, kami akan minta tolong ke rekan-rekan Forkopimcam ada Pak Camat, Kapolsek, Danramil serta melibatkan Puskesmas juga untuk didampingi dari koordinator MBG di kecamatan melakukan sambang SPPG yang ada di wilayah,” terang Hamenang seusai meninjau lokasi SPPG di Desa Kurung, Kecamatan Ceper, Jumat (4/9/2026).
Hamenang menegaskan bahwa skema peninjauan lapangan ini berfungsi penting sebagai deteksi dini atas potensi risiko sanitasi maupun pengolahan bahan pangan yang tidak memenuhi kriteria kesehatan. Di saat yang sama, pihak pengelola SPPG juga didesak untuk terus melakukan evaluasi internal secara mandiri agar efektivitas dan keamanan program prioritas nasional ini tetap terjaga tanpa menimbulkan rasa cemas pada anak didik.
Baca juga: Tragedi Jalur Maut Tarokan: Petaka Mengantuk di Tengah Jalan dan Pentingnya Kesadaran Mengemudi
Mengenai kepastian penyebab gejala mual dan pusing yang dialami para siswa, Pemkab Klaten saat ini masih menunggu hasil pengujian sampel makanan secara laboratoris oleh otoritas kesehatan. Sementara itu, kondisi seluruh siswa terdampak dilaporkan telah pulih sepenuhnya tanpa memerlukan rawat inap dan sebagian besar sudah kembali beraktivitas di sekolah.
Tagline: #BeritaKlaten, #MakanBergiziGratis, #PengawasanSPPG, #MitigasiKesehatan, #KlatenSehat,

