Skip to content
04/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Kisah Pahlawan ; Sagung Ayu Wah, Sang Putri Pemberani dari Tabanan

Kisah Pahlawan ; Sagung Ayu Wah, Sang Putri Pemberani dari Tabanan

Jurnalis RI News Portal Posted on 10 bulan ago 3 minutes read
Sagung Ayu Wah
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Denpasar – Di balik indahnya alam Bali, terukir kisah perjuangan yang tak lekang oleh waktu. Kisah ini bukan tentang perang besar dengan persenjataan canggih, melainkan tentang keberanian yang membara dari hati seorang putri. Gunung Batukaru menjadi saksi bisu, saat seorang putri berdiri menantang badai penjajahan. Tabanan mungkin telah jatuh, tapi semangatnya tak pernah roboh.

Perlawanan Seorang Putri

Tahun 1906 menjadi tahun kelam bagi Kerajaan Tabanan. Setelah sang Raja, I Gusti Rai Perang, gugur dalam tipu muslihat Belanda di Puri Denpasar, kerajaan pun runtuh. Satu-satunya pewaris takhta adalah sang adik bungsu, seorang putri bernama Sagung Ayu Wah.

Ketika sebagian besar keluarga kerajaan diasingkan ke Lombok, Sagung Wah berhasil meloloskan diri. Ia menemukan perlindungan di Desa Wangayagde, sebuah desa yang dipimpin oleh Pasek Kubayan. Di sana, ia tidak tinggal diam. Ia mengumpulkan kembali semangat rakyat dan mengobarkan perlawanan yang dikenal dengan sebutan “Balikan Wangaya”.

Lahirnya Semangat Balikan Wangaya

Awal Desember 1906, suara kulkul dan kentongan desa bersahutan, menandai dimulainya persiapan perlawanan. Sagung Ayu Wah, dalam balutan pakaian putih dan ikat kepala putih, memimpin pasukan di barisan terdepan. Di tangannya, ia menggenggam dua keris pusaka yang sakral: Gede Bong Belus dan Tinjak Lesung. Pasukannya, yang dipersenjatai tombak bercabang lima dan simbol cakra dari Pura Luhur Batukaru, bergerak penuh keyakinan.

Saat berhadapan dengan tentara Belanda di Banjar Tuakilang, sebuah keajaiban terjadi. Senjata pusaka yang dibawa pasukan Sagung Ayu Wah dipercaya membuat senjata Belanda tak berfungsi—meriam dan bedil mereka seakan lumpuh. Pasukan Belanda terpaksa mundur dan meminta bantuan ke Puri Kaleran, yang kemudian menggunakan senjata khusus, Ki Tulup Empet, untuk menetralisir kekuatan pusaka dari Batukaru.

Baca juga : Kenaikan Harga Gabah di Wonogiri: Momentum Keuntungan Petani di Tengah Ancaman Hama dan Ketidakpastian Produksi

Pertempuran pun menjadi seimbang, namun pasukan Sagung Ayu Wah kewalahan dan sebagian terpaksa mundur. Ia kemudian pindah ke Puri Anyar Kerambitan untuk melanjutkan perjuangannya.

Dua hari setelah tiba di sana, utusan dari Tabanan datang memintanya kembali untuk memimpin sebagai ratu. Namun, itu hanyalah tipu muslihat licik Belanda. Saat dalam perjalanan, tepatnya di depan Pura Manik Selaka di Dauh Pala, Sagung Ayu Wah ditangkap. Ia diasingkan ke Lombok, jauh dari tanah kelahiran yang dicintainya, dan menghembuskan napas terakhirnya di sana.

Meskipun berakhir dengan kekalahan dan pengasingan, semangat Sagung Ayu Wah tetap hidup. Ia membuktikan bahwa perjuangan tidak mengenal gender. Ia adalah simbol keberanian, kepemimpinan, dan keteguhan hati seorang perempuan muda. Kisah perjuangannya dalam “Balikan Wangaya” menunjukkan bahwa perlawanan tidak hanya milik mereka yang bersenjata, tetapi milik mereka yang berani melawan dan bersatu. Semangat patriotik dan kesatria dari Tanah Bali ini akan terus dikenang, menginspirasi generasi demi generasi.

Pewarta : Jhon Sinaga

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Kenaikan Harga Gabah di Wonogiri: Momentum Keuntungan Petani di Tengah Ancaman Hama dan Ketidakpastian Produksi
Next: Memeriahkan HUT RI ke-80: Jaranan “Kridho Samudro” Menyatukan Warga Trenggalek

Related Stories

Bangka Belitung Berjaya di Reformasi Hukum Nasional

Bangka Belitung Berjaya di Reformasi Hukum Nasional: Raih Predikat Istimewa IRH 2025 dengan Skor 96,20

Jurnalis RI News Portal Posted on 13 jam ago 0
Transisi Kepemimpinan Mulai Bergulir

Transisi Kepemimpinan Mulai Bergulir: Awaluddin Dipercaya Pimpin Disperindagkop UKM Subulussalam

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
Dokter Spesialis RSUD Pasaman Barat Kembali Bertugas Penuh

Dokter Spesialis RSUD Pasaman Barat Kembali Bertugas Penuh, Bupati Yulianto Temukan Titik Temu Lewat Insentif

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Bangka Belitung Berjaya di Reformasi Hukum Nasional: Raih Predikat Istimewa IRH 2025 dengan Skor 96,20
  • Memperkuat Jiwa Pengayom Masyarakat: Polres Melawi Rutin Tadarus Surah Yasin Setiap Kamis
  • Skandal Korupsi Imigrasi Mengguncang: Wakil Menteri Silmy Karim Resmi Ditahan KPK
  • Veteran Angkatan Darat AS Tewas Ditembak FBI Usai Sandera Pegawai Sekolah selama 16 Jam di Bakersfield
  • Transisi Kepemimpinan Mulai Bergulir: Awaluddin Dipercaya Pimpin Disperindagkop UKM Subulussalam
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.