Skip to content
30/05/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Kirana yang Tak Pernah Naik Podium: Pejuang Senyap yang Mengubah Air Mata Menjadi Harapan

Kirana yang Tak Pernah Naik Podium: Pejuang Senyap yang Mengubah Air Mata Menjadi Harapan

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 minutes read
Kirana yang Tak Pernah Naik Podium
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Kebumen – Namanya tak pernah menghiasi headline berita utama. Tak ada baliho besar yang memajang wajahnya. Kirana hanyalah perempuan biasa yang suatu hari memilih jalan yang jarang ditempuh orang lain: berdiri di sisi mereka yang suaranya hampir tak pernah didengar.

Sejak keputusan itu diambil, hidup Kirana bukan lagi milik dirinya sendiri. Dedikasinya tunggal: mengembalikan anak-anak putus sekolah akibat kemiskinan ke bangku kelas, mendampingi ibu-ibu yang diusir dari rumah sendiri, serta menolong warga sakit yang tak memiliki BPJS apalagi ongkos ke puskesmas. Semua dilakukan tanpa sepeser pun upah. Bagi Kirana, cukup sudah melihat air mata berhenti mengalir dan senyum kecil muncul di wajah mereka yang pernah putus asa.

“Kalau bukan aku, siapa lagi?” ujarnya suatu kali, dengan suara pelan namun tegas.

Namun jalan pengabdian yang lurus, sering kali paling banyak duri. Aturan birokrasi yang seharusnya melindungi justru kerap menjadi tembok tebal. “Tidak sesuai prosedur,” kata pihak berwenang. Padahal perut kosong dan luka fisik tak bisa menunggu dokumen lengkap. Ancaman dan intimidasi pun menjadi teman sehari-hari. Handphone-nya pernah dirampas paksa di tengah jalan. Malam-malam ia pernah dicegat sekelompok orang tak dikenal di ruas sepi. Pernah pula dikeroyok dan disidang secara sepihak oleh orang-orang bertopeng yang menuduhnya “mengomong begini dan begitu”.

Kirana tak pernah membalas dengan kebencian. Ia hanya menceritakan fakta, satu per satu, tentang watak toksik yang bersembunyi di balik jubah kewibawaan. Tujuannya sederhana: agar orang baik tahu dan berhati-hati.

“Kalau aku mati di jalan ini, berarti itu sudah ketentuan Ilahi,” katanya tenang. “Lalu kenapa harus takut?”

Yang paling ia takutkan hanyalah murka orang tua dan murka Tuhan. Dua hal itu saja. Selebihnya, ia sudah bulat tekad sejak memutuskan terjun ke dunia yang penuh warna—dari putih bersih hingga hitam pekat. Baginya, dunia seperti pelangi: indah justru karena tak pernah seragam.

Yang paling menyayat hati adalah fakta bahwa bahkan dalam kerja sosial dan kesehatan masyarakat, Kirana tetap tak luput dari fitnah dan penindasan. Ia tak mencari nama, tak mencari harta. Ia murni. Namun justru karena kemurnian itu, ia menjadi sasaran.

Baca juga : Membangun Generasi Pemimpin Berkarakter: SMP Negeri 6 Pemalang Latih OSIS Bersama TNI AL

“Jadi Kirana itu tidak mudah,” bisiknya pelan. “Kalau kalian iri sampai berubah toksik, cobalah dulu jadi aku. Rasakan jatuh-bangunnya, malam dingin tanpa jaminan besok masih hidup. Ini bukan ujug-ujug. Ini jalan yang dipilih dengan darah dan air mata.”

Hari ini Kirana masih melangkah. Pelan, tapi tak pernah berhenti. Di ujung doanya, hanya satu permintaan: “Doakan aku tetap istiqomah di jalan ini. Berjihad sesuai kemampuan, sesuai pesan almarhumah Ibu dan Eyang. Agar kelak aku bisa pulang dan berkata, ‘Aku sudah menunaikan amanahmu, Bu… Eyang…’”

Di luar sana, ribuan “Kirana” lain tengah berjuang dalam diam. Mereka tak butuh tepuk tangan meriah. Mereka hanya butuh ruang untuk bernapas—dan agar kita tidak ikut menjadi bagian dari mereka yang menghalangi.

Karena dunia ini tak pernah kekurangan orang pintar. Yang langka adalah orang yang peduli tanpa pamrih.

Pewarta: Tur Hartoto.

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Membangun Generasi Pemimpin Berkarakter: SMP Negeri 6 Pemalang Latih OSIS Bersama TNI AL
Next: Tragedi Kelam di Buyat: Kapolres Boltim Datangi Rumah Duka, Janjikan Keadilan Hukum yang Transparan

Related Stories

Pengendara Yamaha Mio Tewas Usai Hilang Kendali di Tengah Malam

Tragedi Tunggal di Simpang Jl. Teuku Umar: Pengendara Yamaha Mio Tewas Usai Hilang Kendali di Tengah Malam

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 jam ago 0
Teror Pocong Begal di Wonogiri

Teror Pocong Begal di Wonogiri: Antara Kabar Viral dan Realita Kejahatan Jalanan

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 jam ago 0
Lampung Barat Raih WTP ke-16 Berturut-turut

Lampung Barat Raih WTP ke-16 Berturut-turut: Bukti Konsistensi Akuntabilitas di Tengah Pengawasan Ketat

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 jam ago 0
Indonesia Bisa
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video
Ucapan
Ucapan
Ucapan

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Rehabilitasi Sawah Pasca Bencana di Agam Tembus 276 Hektare, Pemulihan Lahan Terus Dikejar hingga Akhir Mei
  2. Salmifitri Fitri mengenai Dorongan Revisi UU HKPD dari Pontianak: Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Usulkan Tarif Parkir hingga 20% dan Kembalikan Rumah Kos sebagai Objek Pajak
  3. Sammy Sandinata mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  4. Adi tanjoeng mengenai Kapolsek Basa Ampek Balai Tapan Kunjungi Dapur MBG, Perkuat Sinergi Keamanan dan Pelayanan Sosial
  5. Tukino mengenai Tragedi Kelam di Balik Tembok Pesantren: Santri 14 Tahun Dicabuli Pimpinan Pondok Tahfidz di Payakumbuh

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Panglima TNI Lepas Ribuan Taruna: “Ini Bukan Akhir, Melainkan Gerbang Pengabdian Bangsa”
  • Polsek Hutaimbaru Grebek Sarang Narkoba di Jalan Sudirman, Temukan Bong dan Tempat Konsumsi Sabu
  • Menuju PMI Berkualitas: Bappenas Dorong Penempatan Pekerja Migran ke Sektor Bernilai Tinggi
  • Lonjakan Dramatis Kekerasan Seksual dalam Konflik: PBB Catat Lebih dari Dua Kali Lipat Kasus pada 2025
  • Tragedi Tunggal di Simpang Jl. Teuku Umar: Pengendara Yamaha Mio Tewas Usai Hilang Kendali di Tengah Malam
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.