Skip to content
09/09/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Ketua BNUI Stenly Sendouw Ancam Kerahkan Ribuan Personel untuk Tuntut Keadilan bagi Profesor Ing Mokoginta

Ketua BNUI Stenly Sendouw Ancam Kerahkan Ribuan Personel untuk Tuntut Keadilan bagi Profesor Ing Mokoginta

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 tahun ago 4 minutes read
Ketua BNUI Stenly Sendouw Ancam Kerahkan Ribuan Personel untuk Tuntut Keadilan bagi Profesor Ing Mokoginta
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Manado, 26 Agustus 2025 – Ketua Umum Ormas Adat Brigade Nusa Utara Indonesia (BNUI), Stenly Sendouw, SH, menyatakan keprihatinannya atas perjuangan mantan guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Ing Mokoginta, dalam memperjuangkan hak atas tanah seluas 1,7 hektar di Kelurahan Gogagoman, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut). Meskipun didukung oleh dua putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), kasus ini belum menemukan titik terang dan masih berproses di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Dalam wawancara dengan redaksi, Stenly Sendouw menegaskan komitmennya untuk mendukung perjuangan Prof. Ing Mokoginta. Ia berjanji akan mengerahkan ribuan personel ormas adat di Sulut untuk melakukan aksi demonstrasi dengan menduduki kantor-kantor strategis, seperti Polda Sulut, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, Pengadilan Negeri, dan Kantor Gubernur Sulut. Aksi ini bertujuan menuntut keadilan bagi Prof. Ing Mokoginta, yang disebutnya sebagai abdi negara yang telah mengabdi selama puluhan tahun, namun haknya atas tanah dirampas oleh kelompok yang diduga sebagai mafia tanah.

“Disini saya sampaikan, bantuan ini murni saya lakukan demi membela rakyat, tidak ada kepentingan atau lain sebagainya dari pihak manapun. Kasihan seorang wanita paruh baya turun ke jalan menuntut keadilan, namun sampai hari ini tidak ada kejelasan sama sekali,” ujar Sendouw dengan tegas. Ia juga meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulut, khususnya Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus (YSK), untuk mempercepat penyelesaian kasus ini. Menurutnya, permasalahan ini telah menjadi perhatian publik tidak hanya di Sulut, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional.

Sendouw menambahkan bahwa kasus ini mungkin belum sampai ke telinga Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Oleh karena itu, ia berharap Gubernur YSK dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan permasalahan ini ke pemerintah pusat agar segera mendapatkan penyelesaian yang adil. “Kami berharap ada keadilan bagi rakyat Sulut yang menjadi korban mafia tanah,” tegasnya.

Baca juga : Tragedi di Mandailing Natal: Ayah Kandung Ditangkap atas Dugaan Pencabulan terhadap Anak

Berdasarkan dokumen yang diperoleh redaksi, laporan terkait kasus ini telah diajukan sejak 7 Desember 2020 dengan nomor polisi LP/541/XII/2020/Sulut/SPKT. Laporan tersebut diajukan oleh kuasa hukum Prof. Ing Mokoginta, Asa Saudale, yang melaporkan 12 individu, yaitu Welly Mokoginta alias Tiong, Jantje Mokoginta alias Hian, Tjenny Mokoginta, Maxy Mokoginta, Stella Mokoginta, Herry Mokoginta alias Kian, Corry Mokoginta, Datu Putra Dilapangga, Oktavianus Takasihaeng, Enstien Mondong, Alfrits Mamahit, dan Herman Sugeng. Dari 12 terlapor, sembilan di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik. Namun, hingga kini, belum ada penahanan yang dilakukan oleh Polda Sulut.

Kuasa hukum Prof. Ing Mokoginta lainnya, Nathaniel Hutagaol, SH, MH, menyatakan bahwa perjuangan hukum ini tidak hanya dilakukan melalui jalur perdata dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), tetapi juga melalui jalur pidana sejak 2020. Ia menyoroti adanya kejanggalan dalam penanganan kasus ini, terutama ketika laporan polisi ditarik ke Bareskrim Polri pada 2022. Menurutnya, status tersangka yang ditetapkan pada 2021 tiba-tiba hilang tanpa melalui putusan praperadilan, yang menurut hukum merupakan satu-satunya cara untuk membatalkan status tersangka. “Jika seorang profesor saja harus menjadi pengemis keadilan, bagaimana nasib rakyat kecil yang mencari keadilan?” ujar Hutagaol, menyinggung ironi sistem penegakan hukum di Indonesia.

Kasus ini juga mendapat perhatian dari anggota DPR RI, Marthin Daniel Tumbelaka (MDT), yang menyatakan telah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri sebanyak tiga kali. Namun, Prof. Ing Mokoginta menegaskan bahwa tidak pernah ada pertemuan dengan pihak terlapor atau pembicaraan mengenai ganti rugi sebesar Rp100 miliar, sebagaimana diklaim oleh beberapa pihak. Ia menilai klaim tersebut tidak sesuai dengan fakta dan menegaskan bahwa yang dibutuhkan adalah keadilan hukum yang objektif.

Aktivis Sulut, Jeffrey Sorongan, turut mengutuk keras dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum yang tidak profesional dalam menangani kasus ini. Ia mempertanyakan apakah keadilan di Indonesia hanya milik segelintir orang, sementara rakyat kecil terus berjuang untuk mendapatkan haknya.

Kasus sengketa tanah ini menjadi sorotan karena melibatkan seorang akademisi terkemuka yang telah mengabdi selama puluhan tahun, namun masih harus berjuang selama delapan tahun untuk merebut kembali haknya. Dengan dukungan dari Ormas Adat BNUI dan desakan kepada pemerintah daerah serta pusat, kasus ini diharapkan segera menemukan penyelesaian yang adil, sekaligus menjadi cerminan komitmen penegakan hukum di Indonesia.

Pewarta : Marco Kawulus

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Tragedi di Mandailing Natal: Ayah Kandung Ditangkap atas Dugaan Pencabulan terhadap Anak
Next: Berita Jurnalistik Akademis: KPK Mulai Periksa Saksi Terkait Kasus Dugaan Suap Pengelolaan Kawasan Hutan di Inhutani V

Related Stories

Konsensus Demokrasi Tatap Muka

Konsensus Demokrasi Tatap Muka: Penetapan Nomor Urut dan Ikrar Komitmen Moral Pemilihan Lurah Botodayaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 11 jam ago 0
Transformasi Tata Kelola Publik Berbasis Partisipasi Lingkungan di Nagari Tluk Amplu

Transformasi Tata Kelola Publik Berbasis Partisipasi Lingkungan di Nagari Tluk Amplu

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
Krisis Penelantaran Anak di Pancung Soal

Krisis Penelantaran Anak di Pancung Soal: Potret Buram Tanggung Jawab Moral dan Perlindungan Hukum Hak Anak

Jurnalis RI News Portal Posted on 19 jam ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Transformasi Peran dan Dedikasi: Refleksi 78 Tahun Langkah Polwan Polda DIY Mengabdi untuk Masyarakat
  • Inovasi dan Karakter: Navigasi Generasi Terpelajar Menghadapi Dinamika Global
  • Konsensus Demokrasi Tatap Muka: Penetapan Nomor Urut dan Ikrar Komitmen Moral Pemilihan Lurah Botodayaan
  • Transformasi Tata Kelola Publik Berbasis Partisipasi Lingkungan di Nagari Tluk Amplu
  • Humanisme Kepolisian dan Inklusi Sosial: Peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 di SLB Negeri Padangsidimpuan
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by