Skip to content
15/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Ketegangan di Balik Dinding Rumah Sakit: Ketika Penjaga Sipil dan Tim Kemanusiaan Bertabrakan di Nasser

Ketegangan di Balik Dinding Rumah Sakit: Ketika Penjaga Sipil dan Tim Kemanusiaan Bertabrakan di Nasser

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 3 min read
Ketika Penjaga Sipil dan Tim Kemanusiaan Bertabrakan di Nasser
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Cairo – Gencatan senjata yang rapuh di Gaza, sebuah insiden langka terjadi: salah satu rumah sakit terbesar yang masih bertahan di wilayah selatan secara terbuka mengecam keputusan organisasi medis internasional terkemuka yang menghentikan sebagian besar aktivitasnya di fasilitas tersebut. Penyebabnya bukan serangan udara atau kekurangan obat, melainkan kehadiran orang-orang bersenjata di dalam kompleks rumah sakit.

Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, yang selama berbulan-bulan menjadi tumpuan ratusan pasien luka perang setiap harinya sekaligus titik pertukaran tawanan dalam kesepakatan gencatan senjata Oktober lalu, menegaskan bahwa pihaknya telah membentuk satuan polisi sipil bersenjata guna melindungi pasien, tenaga medis, dan seluruh area rumah sakit dari ancaman kelompok bersenjata tak dikenal yang kerap muncul belakangan ini.

Pernyataan itu langsung menanggapi pengumuman penghentian operasi non-darurat yang dilakukan oleh tim medis kemanusiaan internasional tersebut. Organisasi itu mencatat adanya pola perilaku yang dianggap membahayakan: kemunculan rutin pria bersenjata di beberapa sudut kompleks, upaya intimidasi terhadap pasien dan staf, penahanan sewenang-wenang terhadap beberapa pasien, serta dugaan pergerakan senjata di dalam area yang seharusnya steril secara medis. Keputusan menarik diri itu sebenarnya sudah diambil sejak awal tahun, namun baru diumumkan belakangan.

Rumah sakit menolak keras tuduhan tersebut. Menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan Minggu lalu, kehadiran polisi sipil justru merupakan respons langsung atas serangkaian serangan oleh kelompok bersenjata bertopeng yang berulang kali mengganggu operasional rumah sakit dalam beberapa bulan terakhir. “Tuduhan itu tidak hanya keliru secara faktual, tetapi juga sangat berbahaya karena dapat membahayakan status perlindungan hukum internasional atas fasilitas medis sipil,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Latar belakang ketegangan ini tidak bisa dilepaskan dari fragmentasi kekuatan bersenjata di Gaza pasca-perang panjang. Meski Hamas masih menguasai sebagian besar wilayah yang tidak berada di bawah kendali langsung pasukan Israel, perang telah memunculkan puluhan kelompok bersenjata kecil yang saling bersaing, termasuk beberapa yang mendapat dukungan dari pihak luar. Situasi ini menciptakan kekosongan keamanan yang membuat rumah sakit—yang seharusnya menjadi zona netral—kerap menjadi arena gesekan.

Baca juga : Banjir Rendam Dua Jembatan Rel di Grobogan, Jalur KA Utara Jawa Lumpuh Sementara

Sementara itu, militer Israel tetap mempertahankan narasi lama: Nasser disebut-sebut sebagai salah satu lokasi yang digunakan sebagai markas atau pos komando oleh petinggi Hamas. Klaim itu disampaikan tanpa bukti visual atau dokumen pendukung yang dipublikasikan. Sebaliknya, militer menyebut keputusan penghentian operasi medis internasional itu sebagai langkah yang “terlambat namun tetap penting”.

Data korban dari otoritas kesehatan Gaza menunjukkan bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan, lebih dari 600 warga Palestina telah tewas akibat tembakan dan serangan Israel—mayoritas di dekat garis demarkasi yang disebut Garis Kuning. Dalam 24 jam terakhir saja, setidaknya 11 orang dilaporkan tewas, termasuk lima pria muda di timur Khan Younis yang menurut saksi mata sedang bertugas menjaga area perbatasan ketika pesawat tanpa awak menyerang mereka.

#rinews

Di sisi lain, laporan dari beberapa sandera yang dibebaskan menyebut bahwa mereka sempat ditahan di lingkungan rumah sakit, termasuk Nasser, selama masa penyanderaan. Fakta itu semakin memperumit persepsi netralitas fasilitas kesehatan di mata berbagai pihak.

Hingga kini, Nasser tetap menjadi salah satu pilar terakhir pelayanan kesehatan di selatan Gaza. Namun pertarungan narasi antara perlindungan sipil, ancaman keamanan, dan status hukum internasional fasilitas medis terus berlangsung—di dalam dinding yang sama tempat ratusan nyawa berjuang untuk bertahan hidup setiap harinya.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Banjir Rendam Dua Jembatan Rel di Grobogan, Jalur KA Utara Jawa Lumpuh Sementara
Next: Trump Umumkan “Dewan Perdamaian” Siapkan Rp80 Triliun untuk Bangun Kembali Gaza – Indonesia Siap Kirim 8.000 Pasukan

Related Stories

Pembicaraan Langsung Israel-Lebanon di Tengah Bayang-Bayang Hizbullah dan Perang Regional
3 min read

Harapan Tipis di Washington: Pembicaraan Langsung Israel-Lebanon di Tengah Bayang-Bayang Hizbullah dan Perang Regional

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 menit ago 0
Paus Leo XIV di Tanah Kelahiran Agustinus
3 min read

Paus Leo XIV di Tanah Kelahiran Agustinus: Meneguhkan Jembatan Perdamaian dari Afrika ke Dunia yang Terpecah

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 menit ago 0
AS Tekan Iran Lewat Selat Hormuz Sementara Israel-Lebanon Buka Jalur Baru Perdamaian
3 min read

Diplomasi di Tengah Blokade: AS Tekan Iran Lewat Selat Hormuz Sementara Israel-Lebanon Buka Jalur Baru Perdamaian

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 menit ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Harapan Tipis di Washington: Pembicaraan Langsung Israel-Lebanon di Tengah Bayang-Bayang Hizbullah dan Perang Regional
  • Paus Leo XIV di Tanah Kelahiran Agustinus: Meneguhkan Jembatan Perdamaian dari Afrika ke Dunia yang Terpecah
  • Diplomasi di Tengah Blokade: AS Tekan Iran Lewat Selat Hormuz Sementara Israel-Lebanon Buka Jalur Baru Perdamaian
  • Pensiunan Eselon II Banyumas Pilih Silaturahmi Intim di Tengah Gemuruh Tradisi Halal Bihalal
  • Pengedar Sabu Diamankan di Lingkungan Sekolah Dasar Hadungdung, Polres Padang Lawas Gerak Cepat Tanggapi Laporan Warga
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.