Skip to content
22/06/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Keheningan di Selat Taiwan: Mengapa Pesawat Tempur Tiongkok Tiba-tiba ‘Menghilang’ dan Apa Artinya bagi Stabilitas Regional?

Keheningan di Selat Taiwan: Mengapa Pesawat Tempur Tiongkok Tiba-tiba ‘Menghilang’ dan Apa Artinya bagi Stabilitas Regional?

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 3 minutes read
Mengapa Pesawat Tempur Tiongkok Tiba-tiba
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Beijing — Dalam dua minggu terakhir, aktivitas pesawat militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok di sekitar Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan mencatat penurunan drastis yang belum pernah terjadi sejak awal dekade ini. Data harian dari Kementerian Pertahanan Taiwan menunjukkan hanya segelintir pesawat yang terdeteksi—total tujuh unit dalam periode 14 hari—jauh di bawah angka 92 pada periode serupa tahun lalu.

Periode paling mencolok terjadi antara akhir Februari hingga awal Maret, ketika tidak ada satu pun pesawat PLA yang memasuki ADIZ Taiwan selama tujuh hari berturut-turut, diikuti jeda hampir serupa setelahnya. Baru dalam beberapa hari belakangan aktivitas kembali muncul secara sporadis, dengan lima hingga enam pesawat per hari, menandai akhir dari “kebisuan” yang menghebohkan para pengamat.

Fenomena ini bukan sekadar anomali musiman. Meskipun penurunan aktivitas udara sering terjadi selama Sidang Tahunan Dua Sesi (Two Sessions) di Beijing—pertemuan legislatif dan konsultatif terbesar Tiongkok yang berlangsung hingga pertengahan Maret—skala penurunan kali ini jauh melampaui pola historis. Analis militer regional mencatat bahwa biasanya masih ada beberapa sorti meski dalam jumlah terbatas selama periode politik sensitif tersebut.

Beberapa pakar menilai penurunan ini mungkin mencerminkan pergeseran strategi jangka panjang PLA. Tristan Tang, peneliti independen yang mengamati dinamika lintas Selat, menyatakan bahwa Tiongkok tampaknya sedang memprioritaskan pengembangan model pelatihan gabungan baru antara angkatan udara, laut, dan darat. “Aktivitas eksplorasi semacam ini cenderung dilakukan di wilayah yang lebih terpencil agar tidak mudah diamati pihak luar,” ujarnya. Hal ini bisa menjelaskan mengapa fokus sementara bergeser menjauh dari area sensitif di sekitar Taiwan.

Faktor diplomatik juga tak bisa diabaikan. Penurunan aktivitas udara bertepatan dengan persiapan kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Beijing pada akhir Maret hingga awal April. Beberapa analis di Taipei menduga Beijing sengaja “meredam” tekanan militer untuk menciptakan suasana kondusif menjelang pertemuan tingkat tinggi tersebut. Namun, mantan pejabat pertahanan AS Drew Thompson mengingatkan bahwa isu Taiwan bukan prioritas utama bagi Trump, yang lebih memandang hubungan dengan Tiongkok sebagai arena negosiasi ekonomi ketimbang ancaman keamanan langsung.

Sementara itu, aktivitas angkatan laut PLA tetap konsisten di perairan sekitar Taiwan, menunjukkan bahwa penurunan penerbangan bukan berarti relaksasi keseluruhan postur militer. Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengubah kewaspadaan hanya berdasarkan satu indikator. “Kita tidak bisa menarik kesimpulan dari ketiadaan pesawat PLA semata. Pemantauan menyeluruh terhadap seluruh gerak-gerik tetap menjadi prioritas,” katanya dalam jumpa pers baru-baru ini.

Baca juga : Tragedi KC-135 di Langit Irak Barat: Korban Jiwa Bertambah di Tengah Ketergantungan Tinggi pada Pesawat Tanker Usia Lanjut

Ketidakpastian ini justru menimbulkan risiko tersendiri. Thompson menekankan bahwa “kekosongan informasi sering diisi dengan spekulasi, dan spekulasi itu sendiri memperbesar ketidakpastian serta potensi salah perhitungan di kedua belah pihak.” Dalam konteks geopolitik yang sudah tegang—dengan latar belakang konflik regional lain dan dinamika internal Tiongkok seperti restrukturisasi militer—jedah penerbangan ini bisa menjadi sinyal rekonsiliasi sementara, uji coba taktik baru, atau sekadar jeda operasional akibat kendala logistik seperti biaya bahan bakar yang melonjak.

Bagi Taiwan, sikap tetap: pertahanan tidak bergantung pada fluktuasi harian lawan. Pulau berpenduduk 23 juta jiwa itu terus memperkuat kemampuan deteksi dini dan respons cepat, sambil menjaga komunikasi dengan mitra internasional. Ke depan, para pengamat akan mencermati apakah “kebisuan” ini hanya episode sementara atau awal dari pola interaksi yang lebih kompleks di Selat Taiwan.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Tragedi KC-135 di Langit Irak Barat: Korban Jiwa Bertambah di Tengah Ketergantungan Tinggi pada Pesawat Tanker Usia Lanjut
Next: Kematian Aktivis Sharif Hadi: Dua Tersangka Ditangkap di India, Diplomasi Ekstradisi Mulai Berjalan

Related Stories

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Puluhan Warga Pasca-Kesepakatan

Gencatan Senjata Rapuh: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Puluhan Warga Pasca-Kesepakatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 22 jam ago 0
Persimpangan Sejarah yang Mengguncang Persahabatan Polandia-Ukraina

Persimpangan Sejarah yang Mengguncang Persahabatan Polandia-Ukraina

Jurnalis RI News Portal Posted on 22 jam ago 0
Serangan Rusia Terus Meluluhlantakkan Kota-Kota Ukraina

Serangan Rusia Terus Meluluhlantakkan Kota-Kota Ukraina: Korban Sipil Tak Berhenti Berjatuhan

Jurnalis RI News Portal Posted on 23 jam ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  2. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  3. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  4. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda
  5. Wisnu mengenai Ning Nuri: Srikandi PKB Ngawi yang Siap Merajut Kekuatan untuk Pemilu 2029

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Festival Bakcang Singkawang: Ribuan Bakcang dan Es Kacang Hijau Gratis Pererat Kebersamaan Budaya
  • Veda Ega Pratama Rayakan Perjuangan Heroik dari Posisi ke-20 hingga Finis Kelima di Moto3 GP Ceko 2026
  • Surabaya Fashion Festival 2026: Catwalk Raksasa Jalan Tunjungan yang Menggerakkan Ekonomi Kreatif Kota Pahlawan
  • Sahabat Anggur 1 Dominasi Putri Krora, Melaju Gagah ke Perempat Final Idul Adha Cup
  • Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pembukaan Mandiri Jogja Marathon 2026: Olahraga yang Menyatukan Semangat dan Pariwisata Budaya
Copyright © RI News Production | Editor IT by Setiawan Wibisono S.Th | PT. Virnanda Creator Productions .