RI News. Kediri, Rabu 4 November 2026 – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Tahun 2026 di kawasan Sempu Exotic Park sebagai langkah dini menghadapi musim penghujan. Apel ini mempertemukan unsur TNI-Polri, relawan kebencanaan, dan masyarakat untuk menyamakan kesiapan sebelum cuaca ekstrem datang.
Kegiatan tersebut dirancang untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat agar setiap pihak mengetahui peran dan langkah yang harus diambil ketika bencana terjadi.
Pemerintah daerah memetakan tiga potensi bencana utama di Kabupaten Kediri, yaitu tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung yang kerap disertai pohon tumbang. Ketiganya berpotensi mengganggu aktivitas warga, merusak infrastruktur, bahkan menimbulkan korban jiwa, sehingga antisipasi perlu dilakukan sebelum hujan deras turun.

Dari ketiga ancaman itu, tanah longsor mendapat perhatian khusus. Lima kecamatan ditetapkan sebagai prioritas pemantauan, yakni Ngancar, Plosoklaten, Puncu, Kepung, dan Kandangan. Kelima wilayah ini memiliki kondisi geografis yang rawan, terutama di kawasan perbukitan dan lereng.
Kewaspadaan meningkat ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama. Tanah yang jenuh air dapat memicu pergerakan tanah, sehingga pemantauan di titik-titik rentan menjadi kunci pencegahan.
Ancaman banjir juga tidak luput dari perhatian. Kenaikan curah hujan dapat menyebabkan sungai meluap dan menimbulkan genangan di sejumlah titik. Sementara itu, angin kencang berisiko merobohkan pohon yang membahayakan pengguna jalan serta merusak bangunan dan fasilitas umum.
Melalui apel ini, seluruh unsur yang terlibat diharapkan memiliki pemahaman dan prosedur penanganan yang selaras saat situasi darurat. Sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat dinilai menentukan kecepatan evakuasi, penanganan korban, serta pemulihan pascabencana.
Baca juga: KRYD Polda DIY Menyasar Miras Ilegal hingga Balap Liar, 3.207 Botol dan 322 Liter Alkohol Disita
Kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat dan petugas kebencanaan. Warga di wilayah rawan diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengenali potensi ancaman di lingkungan sekitar, dan segera melapor jika menemukan tanda awal bencana.
Dengan persiapan sejak dini, Pemkab Kediri berharap risiko dan dampak bencana selama musim penghujan 2026 dapat ditekan. Langkah antisipatif ini menjadi wujud komitmen bersama untuk melindungi keselamatan masyarakat dan meminimalkan kerugian akibat bencana alam.
Pewarta: Alex Franico
Tagline: #KesiapsiagaanBencana, #PemkabKediri, #MusimPenghujan2026, #TanahLongsor, #BanjirKediri, #AnginPutingBeliung, #SinergiTNIPolri, #RelawanTangguh,

