Skip to content
21/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Tech
  • Jejak Genetik yang Mengguncang Sejarah: Apakah Christopher Columbus Seorang Bangsawan Galisia?

Jejak Genetik yang Mengguncang Sejarah: Apakah Christopher Columbus Seorang Bangsawan Galisia?

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 3 minutes read
Jejak Genetik yang Mengguncang Sejarah
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Semarang, 14 April 2026 — Lima abad setelah pelayaran pertamanya mengubah peta dunia, misteri asal-usul Christopher Columbus kembali memasuki babak baru yang paling ilmiah sejauh ini. Sebuah penelitian genetika terbaru memberikan bukti DNA pertama yang kuat, menunjukkan bahwa sang penjelajah Amerika kemungkinan besar berasal dari kalangan bangsawan Galisia di utara Spanyol, bukan dari Genoa seperti yang selama ini diyakini mayoritas sejarawan.

Penelitian ini berfokus pada analisis DNA dari keturunan langsung Columbus yang dimakamkan di sebuah ruang bawah tanah keluarga di Gelves, dekat Seville. Tim peneliti dari laboratorium Citogen dan Universitas Complutense Madrid berhasil mengurutkan ribuan penanda genetik dari sisa-sisa tulang berusia ratusan tahun menggunakan teknologi massively parallel sequencing — metode canggih yang jarang diterapkan pada sampel purba.

Hasil yang mengejutkan muncul ketika para peneliti menemukan kesamaan genetik yang tidak terjelaskan antara dua individu dalam makam tersebut. Satu adalah cicit buyut Columbus, sementara yang lain adalah seorang countess abad ke-17 yang masuk keluarga melalui pernikahan dan memiliki garis keturunan Galisia. Dokumen sejarah tidak mencatat hubungan darah di antara mereka, namun DNA mereka berbicara lain.

Dengan memanfaatkan model komputasi silsilah hingga 16 generasi dan teknik inovatif bernama Virtual Knock-out, tim peneliti menemukan satu nama yang menjadi “jembatan genetik” wajib: Pedro Álvarez de Sotomayor, lebih dikenal sebagai Pedro Madruga. Ketika nama bangsawan Galisia yang tangguh ini dihapus secara virtual dari pohon keluarga, hubungan genetik tersebut langsung hilang — sebuah hasil yang tidak terulang pada ratusan leluhur lain yang diuji.

Pedro Madruga adalah salah satu tokoh paling berpengaruh di Galisia abad ke-15. Ia menguasai wilayah luas dari Kastil Sotomayor, terlibat dalam perang saudara Kastilia, bersekutu dengan Portugal, dan sempat bersitegang dengan Raja dan Ratu Katolik (Isabella dan Ferdinand). Menariknya, namanya menghilang dari catatan sejarah sekitar tahun 1486 — tepat di tahun yang sama ketika seorang pria bernama Christopher Columbus pertama kali muncul di hadapan istana Spanyol.

Peneliti menekankan bahwa bukti ini bersifat tidak langsung karena diambil dari keturunan, bukan dari jenazah Columbus sendiri. Meski demikian, temuan ini menjadi dukungan genomik pertama yang selaras dengan berbagai petunjuk lama: gaya bahasa Galisia-Portugis dalam tulisan Columbus, kemiripan lambang keluarga yang diberikan kepadanya, serta perlakuan istimewa di istana yang seolah-olah ditujukan kepada seseorang yang sudah dikenal.

Baca juga : Penemuan Artefak Kapal Romawi Berusia 2.000 Tahun Muncul Kembali di Dasar Danau Neuchâtel, Swiss

“Temuan ini membuka peluang untuk meninjau kembali identitas historis Columbus dengan cara yang lebih ilmiah,” ujar salah satu anggota tim yang terlibat dalam analisis forensik. Namun, mereka juga menegaskan perlunya verifikasi independen, publikasi data mentah secara terbuka, serta perbandingan dengan basis data populasi sejarah agar kesimpulan ini semakin kuat.

Debat asal-usul Columbus memang telah berlangsung lama. Versi Genoa masih menjadi pendapat dominan karena pernyataan Columbus sendiri dalam surat wasiatnya. Sementara itu, hipotesis asal Spanyol — termasuk yang menyatakan ia adalah Pedro Madruga atau putranya — terus hidup berkat akumulasi bukti linguistik, heraldik, dan kronologis yang sulit diabaikan.

Ilustrasi Misi Columbus mengambil alih negara baru

Penelitian ini hadir di tengah gelombang studi DNA historis yang semakin maju. Di sisi lain, tim peneliti dari Universitas Granada juga terus mengkaji sisa-sisa yang diyakini sebagai jenazah Columbus di Katedral Seville, dengan hipotesis berbeda yang menyinggung akar Mediterania Sephardic.

Hingga kini, pertanyaan “Siapa sebenarnya Columbus?” tetap menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah manusia. Dengan semakin canggihnya alat genetika, jawaban yang selama ini hanya bergantung pada dokumen kertas kini mulai mendapat dukungan dari “arsip” yang tersimpan dalam DNA itu sendiri.

Apakah ini akhir dari perdebatan, atau justru awal dari babak baru yang lebih menarik? Para ahli sepakat: masih diperlukan penelitian lanjutan dan replikasi oleh laboratorium lain sebelum sejarah resmi ditulis ulang.

Pewarta : Vie

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Penemuan Artefak Kapal Romawi Berusia 2.000 Tahun Muncul Kembali di Dasar Danau Neuchâtel, Swiss
Next: Polri Bongkar Jaringan Penampungan Benih Bening Lobster Ilegal di Serang: 47.000 Ekor Disita, Negara Selamatkan Rp705 Juta

Related Stories

Ditemukan Karnivora Miosen di Spanyol

Ditemukan Karnivora Miosen di Spanyol, Predator Mirip Anjing-Beruang Ini Hidup 15,9 Juta Tahun Lalu

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Ditemukan di Dinding Gua Spanyol dan Portugal

Terobosan Arkeologi: DNA Manusia 2.000 Tahun Ditemukan di Dinding Gua Spanyol dan Portugal

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 minggu ago 0
StuG III Perang Dunia II Utuh Terkubur 80 Tahun di Pangkalan Militer Jerman

Penemuan Luar Biasa: StuG III Perang Dunia II Utuh Terkubur 80 Tahun di Pangkalan Militer Jerman

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Tragedi Arus Bengawan Solo: Remaja 19 Tahun Tenggelam Saat Berendam, Ditemukan Meninggal Setelah Pencarian 30 Jam Lebih
  • Silaturahmi Kopi di Loji Gandrung: Muzani Tekankan Integritas Kepemimpinan Daerah di Tengah Isu Korupsi
  • Ancaman Ekologis Besar: Kebakaran Hutan Terparah di Castilla-La Mancha Hanguskan Ribuan Hektar Warisan Alam Spanyol
  • Iran Terbuka Terima Usulan Mediator di Tengah Eskalasi Konflik dengan AS
  • Dudung Abdurachman Buka Jalan Panen Tebu Ribuan Petani Lampung di Register 44
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.